Istri Ceo

Istri Ceo
Introgasi Ibu


__ADS_3

"Nak Ziano? Kenapa kalian di luar saja. Ayo nduk ajak Nak Ziano masuk" Ibu berdiri tepat di depan pintu. Vita dan Ziano menghampiri Ibu dan bersalaman.


"Kenapa tidak diajak masuk? Tadi Ibu mendengar suara mobil masuk, tapi kenapa tidak ada orang yang masuk ke rumah. Ibu khawatir" Ibu menuntun Vita dan Ziano masuk ke dalam rumah. Vita dan Ziano saling menatap, eajah Vita terlihat sangat merah.


"Maaf bu kami tidak bermaksud membuat Ibu khawatir. Saya kesini untuk mengantarkan putri Ibu" Ziano memulai pembicaraan, sementara Vita menuju dapur untuk membawa minuman dan cemilan untuk disuguhkan.


"Terimakasih karena sudah repot-repot mengantarkan Vita. Kalau boleh tau, kenapa kalian pulang larut malam seperti ini?" Ibu masih terlihat cemas dan tak enak hati karena sudah merepotkan Ziano.


"Saya minta maaf Bu, tafi Vita menemani Saya berkeliling taman. Daya juga minta maaf karena mulai besok Saya tidak bisa mempekerjakan Vita lagi"

__ADS_1


"Loh, memangnya dia melakukan apa nak Ziano? Dia memang kadang ceroboh dan manja, namun dia sangat menyayangi nak Kevin" Ibu terlihat terkejut.


"Bukan seperti itu Bu..." pembicaraan Ziano terpotong karena kedatangan Vita dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan.


"Saya ingin menjadikan Vita sebagai istri saya" Ziano menatap Vita penuh cinta. Vita membelalakkan matanya tak percaya kalau Ziano benar-benar melakukannya secepat ini.


"Istri? kamu tidak salah nak? Kami hanya orang biasa, sedangkan nak Ziano..."


Vita dan Ibu meneteskan air matanya, "Kamu yakin nak? Kalau Ibu terserah Vita saja, kalian yang akan melangsungkan hidup bersama, jadi Vita berhak memutuskan" Ibu menggenggam tangan Vita. Vita hendak berbicara, namun "Vita sudah setuju, bahkan kami sudah sepakat kalau mulai besok kami mempersiapkan untuk acara pernikahan kami"

__ADS_1


Vita mengalihkan pandangannya kepada Ziano, Vita benar-benar tidak menyangka dengan yang diucapkan Ziano.


"Menikah? Kenapa Kamu tidak cerita kepada Ibu nduk, dasar bocah tengil. Seharusnya Kamu menyampaikan kabar bahagia ini kepada Ibu dan Kakak mu lebih dulu" Ibu menangis dan memeluk Vita.


"Vi..Vita juga nggak tau bu. Mas Ziano baru saja menyatakan perasaannya, dan Aku tidak menyangka dia melakukan ini" Vita membalas pelukan Ibu.


Ziano begitu terharu melihat kedekatan Ibu dan Anak tersebut.


"Maaf Ibu, Vita. Sebenarnya ini tidak mendadak. Kami sudah saling mengenal satu tahun ini, dan Saya rasa itu waktu yang cukup" Ziano mengerlingkan matanya kepada Vita. Vita membelalakkan matanya, sejak kapan Big Boss nya ini menjadi genit seperti itu.

__ADS_1


"Baguslah nak Ziano, niat baik itu tidak boleh ditunda terlalu lama. Ibu akan menerima kapanpun nak Ziano akan menikahi Vita. Dan Vita, apa Kamu siap nduk?" Ibu mengalihkan pandangannya kepada Vita. Seketika wajah Vita menjadi merah, "Vita, Vita siap Bu" Ziano dan Ibu merasa lega dengan ucapan Vita. "Syukurlah, Kamu harus belajar menjadi istri dan Ibu yang baik nduk. Karena nanti kalian tidak hanya berdua, ada nak Kevin juga. Apalagi kalau Kamu hamil nanti, Kamu harus bersikap adil terhadap nak Kevin dan juga anak yang lahir dari rahim mu nanti. Tidak boleh membeda-bedakan ya nduk"


Vita dan Ziano saling menatap satu sama lain, Ziano hendak mengatakan sesuatu, namun Vita memberika kode supaya Ziano diam saja.


__ADS_2