
Saat ini Amanda dan Kendra sedang berada di pusat oleh-oleh. Mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka terlebih dahulu sebelum mood Amanda memburuk.
Amanda terlihat membeli beberapa pakaian khas bali. Tidak jarang mereka mencoba beberapa aksesoris yang terpajang. Seperti saat ini, mereka mencoba dua buah topi sambil berswa foto. Amanda terlihat sangat senang, bahkan bisa melupakan masalahnya sejenak.
"Kita harus membeli barang yang sama untuk kenang-kenangan Kak" Amanda masih belum terbiasa dengan memanggil nama Kendra, jadi Kendra membiarkan saja.
"Baiklah, bagaimana kalau ini ?" Kendra menunjukkan dua buah kalung.
"Sepertinya ini bagus, sekalian dengan ini Kak" Amanda menunjukkan dua buah gelang
Mereka pun membelinya dan menggunakannya. Mereka terlihat seperti satu pasang kekasih, berjalan menyelusuri pulau Bali sambil bergandengan tangan dan tawa yang menghiasi wajah mereka.
"Kak, sepertinya Kakak tidak boleh punya pacar"
"Kenapa ? Apa tidak ada perempuan yang pantas untuk menjadi pendampingku ?"
"Tidak, bukan seperti itu, kalau Kakak punya pacar, aku mungkin akan kesepian dan tidak bisa mengajak Kak Kendra jalan-jalan lagi"
__ADS_1
"Jadi kamu berniat mengajakku jalan-jalan lagi ?"
"Tidak sih, hahaha" Kendra mengacak rambut Amanda yang justru semakin terlihat cantik.
"Jadi kapan kita akan melaksanakan misi kita ? Kamu tidak ingin kan ketika Ziano pulang dan tidak mendapati mu di rumah ? Atau sepanjang hari kita hanya akan berjalan-jalan ?"
"Aku inginnya kita berjalan-jalan saja, aku tidak ingin mengingat masalah itu lagi. Tapi, aku juga tidak ingin berlama-lama menundanya"
"Apa kita menyewa orang untuk menyelidiki dan kita akan bersenang-senang disini ?" Kendra memberikan ide.
"Ide bagus, tapi aku tidak mau. Aku ingin melihatnya langsung"
Mereka berjalan ke arah penginapan karena hari sudah hampir malam.
"Nanti kita makan malam di hotel saja ya, supaya kamu tidak kelelahan"
"Baik kak, kita ketemu lagi ketika jam makan malam. Aku akan membersihkan diri dulu"
__ADS_1
Merekapun berpisah setelah sampai di depan kamar. Namun sebelum memasuki kamar, Amanda dikejutkan dengan pamandangan yang tidak asing.
Walaupun dari kejauhan, Amanda yakin jika itu adalah Ziano. Terlihat Ziano sedang berpelukan atau mungkin berciuman dengan seorang wanita.
Amanda langsung meneteskan air matanya, Kendra yang melihat itu terlihat khawatir dan memeluk tubuh Amanda berharap bisa menutupi pemandangan tersebut.
***
Ziano saat ini sedang berenang bersama Sasa, Sasa beberapa kali menggoda Ziano dan Ziano mengejarnya. Mereka tampak bahagia, mereka bercanda diselingi oleh pelukan dan ciuman. "Kau menggodaku ya, jangan harap kamu bisa lolos dariku" Akhirnya Ziano menangkap Sasa, dia mencium Sasa dengan sangat lembut hingga ciuman itu berubah menjadi ciuman yang penuh gairah.
"Kau selalu nikmat sayang" Ziano menciumi leher Sasa.
Sasa telihat menikmati setiap sentuhan Ziano bahkan mulai menggeliatkan tubuhnya. Namun tiba-tiba Sasa mendorong tubuh Ziano hingga tubuhnya jatuh ke dalam kolam disertai tawa Sasa. Ziano menarik tubuh Sasa hingga mereka kembali melanjutkan kegiatannya di dalam kolam.
***
Kendra yang melihat kejadian itu merasa geram, ingin rasanya dia mendatangi tempat itu dan memberikan peringatan kepada keduanya.
__ADS_1
Saat ini Kendra tidak peduli dengan apa yang dilakukan Ziano. Dia hanya peduli pada perasaan Amanda, dia tidak ingin Amanda terluka. Kendra merasa hatinya sangat sakit ketika melihat Amanda menangis di pundaknya.