
Amanda mulai menikmati hari-hari tanpa Ziano. Hari demi hari, minggu demi minggu bahkan bulan demi bulan Amanda lewati dengan sangat baik. Seperti saat ini Amanda bekerja di perusahaan Kendra sebagai staf keuangan. Amanda bekerja dengan profesional. "Manda, ayo kita kekantin" Meri dan Selly yang menjadi sahabat Amanda sejak Amanda bekerja di perusahaan Grup L menggajaknya untuk makan siang bersama. "Baiklah, aku akan membereskan dulu barang-barangku"
Tiba-tiba telpon di meja Amanda berdering "Ayo ke ruanganku, kita makan siang bersama" Amanda gelagapan ketika mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Ya itu telpon dari Kendra, tidak ada karyawan yang tahu kedekatan mereka selain Tiara sekretaris Kendra.
"Teman-teman, kalian duluan saja ya. Bos menelponku untuk memberikan laporan"
"Hah, ini kan jam istirahat Manda. Kenapa bos kita sangat keterlaluan seperti itu" Selly mengangguk menyetujui perkataan Meri.
"Bu..Bukan begitu, aku lupa memberikan laporan ini padahal Tiara sudah memberitahuku sejak pagi"
"Amanda Amanda, masih untung kamu tidak dikeluarkan dari perusahaan ini. Coba kalau bos kita killer, sudah get out kamu sejak kemarin hahaha"
"Baiklah kita duluan ya, kayanya kita ngga bisa nemenin kamu buat kelaperan deh, hahaha" Selly menimpali.
Amanda menghela napas lega ketika sahabat-sahabatnya mempercayainya. Amanda bergegas menuju ruangan Kendra. Namun ketika hendak memasuki ruangan Kendra, dia berpapasan dengan Romi, atasan Amanda di bidang keuangan. "Loh mau kemana kamu ?"
"A..anu pak, saya ada perlu dengan Tiara. Ya Tiara pak"
"Aku kan sudah bilang, panggil aku Romi, umurku tidak sejauh itu Amanda. Tiara ? Tapi dia sedang makan siang, lebih baik sekarang kita makan siang dulu. Nanti setelah selesai makan, kamu bisa kemari untuk menemuinya"
"Tapi dia baru saja menelponku dan menyuruhku untuk menemuinya, mungkin dia di toilet. Aku akan menunggunya disini"
__ADS_1
"Sudahlah kamu tidak pandai berbohong, aku yang traktir loh"
"Ehm, Amanda... Bisa masuk ke ruanganku ?"
Romi melihat ke pusat suara, ternyata itu adalah Kendra. "Ayolah bro, kenapa mengganggu usahaku ?"
"Sudahlah, nasib lo memang jadi perjaka tua. Hahaha"
"Untung lo bos gue, kita sama-sama perjaka tua bro. Hahaha" Romi yang merupakan sahabat juga tangan kanan Kendra pergi meninggalkan mereka berdua.
"Masuklah, kenapa kamu begitu lama ? aku sudah lapar"
"Maksudmu Romi si playboy itu ?"
"Kenapa Pak Romi ? Aku tidak bersahabat dengannya"
"Tapi baru saja aku melihatmu bersamanya"
"Dia hanya menyapaku dan.... mengajakku makan"
"Tuh kan, mungkin kalau aku tidak memanggilmu kamu akan pergi bersamanya dan membiarkan aku kelaparan disini"
__ADS_1
"Ya ampun kak, aku tidak sejahat itu. Apalagi Kakak adalah bos ku. Bisa dipecat aku membuat bos ku kelaparan"
Kendra tertawa sambil mengacak rambut Amanda. "Jadi menurutmu aku bos jahat semacam itu ?"
"Ya bisa jadi sih kak, karena kakak sudah berprasangka buruk padaku"
"Hahaha baiklah aku minta maaf"
"Apa jadinya jika orang-orang tahu kalau bos mereka meminta maaf padaku hahaha"
"Kamu benar-benar yaa. Ayo pesan makanan, aku sudah lapar."
Makanan sudah berada di depan mereka. Amanda makan dengan sangat tergesa-gesa mengingat waktu istirahat tinggal sebentar lagi sampai Amanda tersedak.
"Makannya hati-hati" Kendra memberikan segelas air kepadanya.
"Waktu istirahat sebentar lagi kak, bagaimana kalau aku telat sampai di meja ku"
"Jangan paksa aku untuk memindahkan meja kerjamu ke dalam ruanganku"
"Apa ?" Amanda terkejut mendengar ucapan Kendra.
__ADS_1