
Sesampainya di rumah Bibi Shiira, Ziano membaringkan Vita di atas kasur. Dilihatnya ruangan tersebut, sebuah kamar kecil. Lebih tepatnya kamar pasien, karena disana terdapat beberapa peralatan medis yang cukup lengkap. Ziano merasa lega karena Vita ditangani orang yang tepat.
"Ada apa ini? Saya dengar dia pingsan di ladang?"
"Benar, dia adalah istriku"
"Sepertinya Saya baru pertama melihat Anda Tuan" seorang perempuan berpakaian rapih dan cantik melihat Vita dan Ziano secara bergantian.
"Kami baru datang kemari sekitar lima bulan yang lalu"
"Oh, pantas saja. Lalu kenapa istri Anda? Apa dia biasa mengalami hal seperti ini?" Bibi Shiira menempelkan stetoskop pada tubuh Vita.
"Tidak, ini pertama kalinya. Selama Saya mengenalnya, dia tidak pernah pingsan seperti ini"
"Seberapa lama Anda sudah menikah?"
"Satu tahun"
"Sepertinya ada kehidupan baru di dalam tubuh istri Anda, Tuan..."
"Ziano..." Ziano menjawab sambil mengusap kepala Vita. "Tunggu dulu, apa maksud Anda?"
"Kemungkinan istri Anda hamil Tuan Ziano"
"Benarkah? Apa Anda yakin Nona?"
"Saya yakin, tapi hanya sembilan puluh persen karena alat medis yang terbatas"
"Lalu apa yang harus Saya lakukan?" Ziano terlihat panik.
"Tenanglah Tuan, Saya akan merujuk istri Anda ke sebuah rumah sakit di kota saat istri Anda sudah sadarkan diri. Tapi jangan dulu beritahukan kabar ini kepada istri Anda. Biarkan medis memastikannya terlebih dahulu" Bibi Shiira terlihat sedang mencoba menyadarkan Vita dengan memberikan beberapa aroma terapi di depan hidungnya.
__ADS_1
Vita membuka matanya dengan perlahan, "Mas... Kita dimana?"
"Sayang... Sayang Kamu sudah sadar" Ziano memeluk Vita dan menangis.
"Memangnya Aku kenapa Mas? Kenapa Kita berada disini?" Vita begitu terkejut saat mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang mirip kamar rumah sakit dan Ziano yang menangis.
"Ada apa Mas?" Vita mengguncang tubuh Ziano, namun Ziano hanya menangis dengan senyum di wajahnya.
"Semua sudah siap, Kita akan berangkat sekarang"
Ziano menggendong tubuh Vita dan mendudukannya ke dalam mobil beserta Bibi Shiira.
"Kita akan kemana Mas?" Ziano tetap fokus menyetir mobilnya.
"Tenanglah Nona, Kita hanya akan memastikan sesuatu"
Vita semakin bingung, dia memilih diam karena pertanyaannya tidak ada yang dijawab satupun. Satu jam kemudian mereka sampai di sebuah rumah sakit.
Ziano menuntun Vita ke ruang pemeriksaan. Vita hanya mengikuti Ziano.
"Silahkan berbaring Nona" seorang perawat mempersilahkan Vita untuk berbaring di atas kasur berukuran kecil.
Terlihat Bibi Shiira sedang berbicara dengan seorang dokter dan dokter tersebut hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Baiklah Nona, buka pakaian Anda"
"Hah?"
"Saya perlu memeriksa bagian perut Anda" Seorang dokter muda terlihat sangat ramah.
"Baiklah" Vita membuka bagian perutnya kemudian dokter memeriksanya.
__ADS_1
"Kita akan melakukan usg untuk memastikannya"
Seorang perawat mengoleskan gel di perut Vita, kemudian sebuah alat ditempelkan dan digerakkan ke kiri, kana, atas bahkan bawah.
"Sepertinya prediksi dokter Shiira benar, Anda tengah mengandung Nona"
"Apa? Aku... Aku hamil?" Air mata mengalir di pipi Vita, Ziano menganggukkan kepalanya dengan air mata yang juga mengalir di pipinya.
"Benar Nona, tapi tunggu dulu" dokter tersebut mengubah posisi alat di perut Vita dan menggerak-gerakkannya.
"Kenapa dok? Apa bayinya baik-baik saja?" Ziano tampak khawatir.
"Ada kantung bayi yang lain disini. Itu berarti istri Anda sedang mengandung bayi kembar"
"Kembar? Ziano dan Vita sangat terkejut mendengar ucapan dokter.
"Iya kembar... Kembar tiga"
"Haaahh?"
***
Mending Up lagi apa end ya?
Aku tuh baper sama komentar Kakak Zheyeeng semuanya.
Ada yg bilang "Kenapa jadi fokus ke cerita Vita dan Ziano, Aku nggak suka"
Atau "Buat Vita hamil dong thor"
Ada juga yg bilang "Ko Vita dibuat cepat hamil, nggak seru"
__ADS_1
Bingung Akutuh. Karena cerita ini cerita dadakan yang nggak Aku rancang.