
"Mas siapa dia?"
Ziano hanya diam dengan mengepalkan tangannya.
***
"Welcome Babe" Sasa menghampiri Ziano dan mencoba untuk memeluk dan menciumnya.
Vita menatap Sasa dengan penuh tanya. Pakaian yang sangat minim membuat Vita semakin tidak menyukainya.
"Berani-beraninya Kamu datang kemari" Ziano mendorong tubuh Sasa dan merangkul tubuh Kevin yang ketakutan.
"Aku ingin bertemu anak Kita, Aku merindukannya"
"Dia anakku, bukan anakmu. Pergi dari sini sekarang juga, pergi...!!!" Ziano membentak Sasa. Namun Sasa hanya tersenyum dan merangkul Ziano dari belakang.
"Apa Kamu tidak merindukanku? Kamu sama sekali tidak berubah, tubuhmu, harum mu, semuanya tetap" Sasa menghirup aroma Ziano.
Tiba-tiba Vita menghampiri dan menarik tubuh Sasa. "Jaga sikap Anda Nona, tidak seharusnya Anda datang kemari dan membuat keributan seperti ini"
"Siapa dia? Apa Kamu juga mempunyai Adik angkat?" Sasa menghampiri Vita.
"Sebegitu tidak mempunyai harga dirinya Anda, setelah Anda menyakiti dan hampir membunuh Kevin, Anda kembali dengan membawa keributan"
"Beraninya Kamu..." Sasa hendak mendorong tubuh Vita dan ditahan oleh Ziano.
__ADS_1
"Jangan sentuh dia! Lebih baik Kamu pergi sekarang juga dan jangan pernah berani datang kemari"
"Babe... Aku ingin Kita kembali seperti dulu. Bukankah Kamu mencintaiku? Bahkan Kamu rela menghianati istrimu demi bersamaku. Kamu pun bisa melakukan itu sekarang"
"Plaaakkk..." Vita menyerang Sasa tepat di pipinya.
"Beraninya Anda mengatakan itu di depan Saya. Seharusnya Anda dipenjara atas kasus penipuan dan penculikan Kevin. Masih beruntung Mas Ziano hanya mengirim Anda ke daerah tertinggal. Namun sepertinya Anda tidak kapok sama sekali"
"Anak kecil seperti Kamu tau apa? Aku sangat mengenal Ziano. Dia yang dulu menggodaku dan merenggut kesucianku. Jadi sangat mudah sekarang untukku kembali merebutnya darimu. Bahkan dalam hal bercinta, Aku jauh lebih berpengalaman darimu"
"BERHENTI SASA." Ziano menarik Sasa untuk keluar dari rumahnya.
"Jangan pernah berani datang kemari"
"Tenanglah Boy, dia tidak akan pernah berani kembali" Ziano menenangkan Kevin.
Ziano mendekati Vita saat Kevin sudah dibawa ke kamar oleh pengasuhnya, "Sayang..."
"Jangan sentuh Aku Mas..." Vita menangis sejadi-jadinya, kata-kata Sasa begitu menyakitinya. Bahkan dia mulai ketakutan kalau Ziano akan mengulangi kesalahannya lagi.
"Sayang, jangan dengarkan wanita itu. Dia benar-benar sudah gila"
"Tapi apa yang dia katakan semuanya benar Mas. Kata-kata mana yang salah?"
"Salah... Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku mencintaimu. Sayang, Aku mohon percayalah kepadaku" Vita hanya menangis tanpa mau disentuh oleh Ziano.
__ADS_1
Ibu yang baru pulang dari pasar begitu terkejut saat melihat Vita tengah duduk di lantai sambil menangis.
"Nduk, Kamu kenapa Nak? Nak Ziano, apa yang sebenarnya terjadi, ada apa ini? Bukankah kalian baru pulang dari luar kota? Ada apa ini nak?" Ibu memeluk Vita dan Vita kembali menangis di pelukan Ibu.
Ibu memapah Vita untuk duduk di atas sofa. "Tenangkan dirimu Nak, sebenarnya ada apa ini?" Ibu menatap Ziano dengan tajam.
Ziano menghampiri Ibu dan bersimpuh di hadapannya.
"Maafkan Saya Bu, Saya bersalah. Masa lalu Saya sudah menyakiti Vita. Tapi Saya menyesalinya, Saya benar-benar mencintai Vita. Saya mohon maafkan Saya Bu" Ziano menangis di hadapan Ibu.
"Masa lalu? Jangan bilang kalau kamu mengulanginya lagi?" Ibu terlihat sangat marah.
Vita segera menggelengkan kepalanya dan menceritakan semuanya.
"Mungkin Vita hanya butuh waktu untuk menenangkan diri Bu. Ini bukan kesalahan Mas Ziano, tapi untuk saat ini Vita ingin sendiri dulu"
Vita meninggalkan ruang tamu dan pergi ke kamar dengan mengunci pintunya.
"Sabarlah nak Ziano, istri mana yang tidak kecewa, tidak terkejut ketika kejadiannya seperti itu" Ziano hanya menganggukkan kepalany.
"Sekali lagi maafkan Saya Bu"
"Ibu memafkan mu jika Vita bisa kembali ceria"
Ziano menganggukkan kepalanya dengan yakin, walaupun hatinya begitu gelisah mengingat Sasa yang mungkin kembali esok hari.
__ADS_1