
Sesampainya di rumah, Vita masih memikirkan kata-kata Ziano di taman tadi. Dia merasa tidak asing dengan nama itu. Karena rasa penasaran yang sangat besar, Vita memutuskan untuk bertanya kepada Bianca.
"Kak, kenal Amanda?"
"Amanda? Amanda mana?"
"Mantan istri Pak Ziano"
"Oh iya Aku pernah dengar, tapi entahlah. Ketika Aku bekerja disana, istri Tuan Ziano adalah Nyonya Sasa. Tapi Aku sempet dengar rumor kalau Tuan Ziano berselingkuh bersama Sasa. Entah itu benar atau tidak"
"Jadi Tuan Ziano menyelingkuhi Nyonya Amanda itu? Dan dia berselingkuh dengan sekretarisnya?"
"Iya sepertinya begitu, tapi kenapa Kamu tiba-tiba bertanya seperti itu? Darimana Kamu tahu Nyonya Amanda?"
"Ehm itu, Aku hanya ingin tahu aja Kak. Ya udah Aku mau tidur dulu. Besok kita akan melakukan perjalanan jauh" Vita meninggalkan kamar Bianca.
"Apa benar Tuan Ziano berselingkuh? Tapi sepertinya dia menyesalinya. Ah tapi namanya juga laki-laki, jangan mudah percaya Vita" Vita bergumam sendiri.
Esik hari supir Ziano menjemput Vita dan Bianca di kediamannya. Vita maupun Bianca berpamitan kepada Ibu "Kami tinggal dulu ya Bu, kalau ada apa-apa segera hubungi Vita"
"Iya nduk, Ibu akan baik-baik saja. Tenang saja" Ibu mengusap kepala putri bungsunya.
__ADS_1
"Ibu beneran ngga apa-apa Kita tinggal sendiri? Aku khawatir Bu" Bianca memeluk Ibu.
"Tidak nduk, asalkan kalian selamat Ibu pasti baik-baik saja"
"Baik bu, Bica akan sering menelpon Ibu. Kami pamit ya Bu" Bianca dan Vita mencium tangan Ibu secara bergantian.
Kevin nampak senang saat melihat kedatangan Vita. Vita merangkul tubuh Kevin.
"Sudah siap semua? Kita akan berangkat berempat, yang lain sudah sampai disana sejak semalam"
"Baik Tuan, semua sudah Saya siapkan" Bianca menganggukkan kepalanya.
"Kak Vita nanti kita main ke pantai ya"
Vita dan Kevin tertawa bersama, Ziano ikut tersenyum dan Bianca hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat adik semata wayangnya.
Saat berada di bandara Vita terlihat sedikit gelisah "Aku gugup Kak, ini pertama kali Aku naik pesawat"
"Tenanglah, Kita akan baik-baik saja. Ingatlah doa Ibu menyertai Kita" Bianca menggenggam tangan Vita. Ziano melihat dan mendengar semuanya sambil terlihat fokus kepada tabletnya.
"Boy tunggu disini ya, Daddy kesana sebentar"
__ADS_1
Kevin menganggukkan kepalanya dan duduk bersama Vita dan Bianca.
"Tenang Kak Vita, kan ada Kevin" Vita tertawa melihat tingkah Bos kecilnya itu.
Ziano datang membawa beberapa camilan dan minuman, dia memberikannya kepada Kevin kemudian Vita dan Bianca.
"Kenapa Anda repot-repot Tuan, Saya bisa membelikannya untuk Anda" Bianca terkejut karena Ziano tidak pernah melakukan ini sebelumnya.
"Makanan bisa mengurangi rasa gugup, jadi makanlah" mata Vita langsung beralih ke arah Ziano.
"Te...Terimakasih Tuan, maafkan Saya karena merepotkan Anda"
Ziano kembali duduk di samping Kevin. Tak lama kemudian pusat informasi memberitahukan bahwa pesawat menuju kota G akan segera berangkat. Mereka pun bergegas menuju pesawat.
Mereka menempati kelas 1 sehingga fasilitasnya sangat nyaman. Vita mengedarkan pandangannya, ruangan itu tidak seperti bayangannya, tempatnya sangat nyaman.
Perjalanan memakan waktu dua jam, dan saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan menuju hotel.
"Ternyata naik pesawat menyenangkan ya"
"Iya Kak Vita, nanti kalau Aku sudah besar Aku akan belikan pesawat untuk Kak Vita"
__ADS_1
"Haha terimakasih Tuan Muda"