
Ziano mengajak Cla ke sebuah mall untuk membeli hadiah untuk adiknya.
"Kita akan membeli sesuatu dulu untuk adikmu"
Ziano dan Vita menuruni mobil, Cla nampak berada dalam gendongan Ziano.
Cla memilihkan beberapa mainan untuk adiknya "Tapi sepertinya ini kurang cocok. Aku ingin yang berwarna pink atau purple"
Ziano menuntun Cla "Tapi adikmu Boys. Mereka tidak menyukai pink ataupun purple"
"Baiklah Aku akan membelikan mereka ini" Cla memilih beberapa pakaian anak laki-laki dan Ziano memilih stoller bayi khusus untuk anak kembar. Selain iti dia juga membelikan beberapa baju untuk Cla karena dia takur Cla akan mengalami cemburu kepada adik-adiknya.
Sesampainya di rumah sakit, Cla menemui ruangan Amanda terlebih dahulu bersama Vita.
"Mommy... Daddy..." Cla memeluk Kendra dan bergelayut kepadanya.
"Hallo princess, selamat ya Kamu sudah menjadi seorang Kakak"
"Mana Babby Boys ku Daddy? Uncle bilang mereka sudah lahir"
"Tentu saja mereka sudah lahir, lihatlah perut Mommy" Amanda mengusap perutnya yang sudah mengecil.
__ADS_1
"Dimana mereka Mommy?"
Tiba-tiba Ziano datang membawa beberapa bingkisan yang diletakkan di dalam stroller bayi.
"Lihatlah Mommy, Aku membelikan hadiah untuk Babby boys"
"Bebarkah? Kamu membeli dengan siapa?" Kendra menatap Cla.
"Sama Uncle Zinoo"
Mereka tertawa melihat tingkah polosnya Cla.
"Kenapa kau repot-repot membelikan ini semua? Seharusnya Kami yang berterimakasih kepada kalian" Kendra menepuk pundak Ziano.
"Sekali lagi terimakasih karena sudah menyelamatkan nyawa Amanda" Kevin memeluk Ziano.
"Tenang aja, lo masih pantas untuk bahagia. Dan hanya ini yg bisa gue lakukan" Ziano menghampiri Cla dan memberikan salah satu bingkisan.
"Ini untukmu princess, selamat karena sudah menjadi seorang Kakak"
"Untukku? Terimakasih Uncle" Cla memeluk Ziano.
__ADS_1
Tak lama kemudian perawat membawa dua bayi yang baru selesai dimandikan.
Cla sangat antusias, "Waaaww mereka benar-benar dua, mereka adikku" Cla melompat bahagia.
Amanda memperhatikan mereka dengan air mata di sudut matanya.
Ziano melihat wajah Amanda sejenak, kemudian pikirannya bergumam "Kau sangat pantas mendapatkan kebahagiaan seperti ini Amanda" ada perasaan senang, terharu dan sedih karena pernah menyakitinya.
Hari sudah malam, Ziano dan Vita berpamitan untuk pulang.
Mereka berada di dalam mobil saat lampu-lampu di jalanan menerangi seluruh kota.
"Aku sangat bahagia melihat keluarga mereka. Mereka terlihat saling menyayangi" Vita ak berhenti tersenyum saat mengingat kehangatan keluarga Amanda dan Kendra.
"Kamu benar, mereka terlihat sangat bahagia. Mereka sangat pantas mendapatkannya"
"Oh ya berapa umur Cla? Dia benar-benar menggemaskan. Dari dulu Aku sangat menyukai anak-anak, apalagi anak perempuan seperti Cla"
"Usianya hampir sama dengan Kevin, hanya beda beberapa bulan"
"Menggemaskan sekali dia. Dari dulu aku selalu berharap mempunyai anak perempuan yang menggemaskan kalau Aku sudah menikah. Apalagi kalau anak itu kembar" Vita tersenyum senang saat membayangkan dirinya menggendong dan mengasuh anak-anaknya.
__ADS_1
"Semoga Kamu segera menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu"
Vita terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ziano, "Kenapa dia berkata seperti itu? Apa itu artinya? Apa maksud perkataanya waktu lalu adalah..." tanpa terasa Vita meneteskan air matanya. "Aku benar-benar bodoh, Aku pikir kisah Cinderella benar adanya. Namun ternyata itu hanyalah dunia dongeng"