Istri Ceo

Istri Ceo
Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari H semakin dekat, Amanda semakin sibuk mempersiapkan segalanya. "Jangan terlalu sibuk, aku ingin kamu tetap sehat" Kendra memeluk Amanda dari belakang.


"Tidak Kak, aku hanya memantau kesiapan tim. Aku tidak melakukan apapun"


"Serahkan semuanya kepada mereka ya ?"


Amanda membalikkan badannya, "tentu saja, aku jenuh diam di apartemen, makanya aku kemari untuk melihat-lihat"


"Setelah menikah, kamu tidak akan pernah jenuh lagi karena diam di apartemen"


"Tentu saja Kak, karena nanti aku akan kembali bekerja" Amanda bersemangat.


"Tentu, kita akan bekerja sama" Kendra tersenyum jahil


"Bekerja sama Kak ?"


"Iya bekerja sama membuat dedek bayi" Kendra berbisik tepat di telinga Amanda

__ADS_1


"Ih Kak Kendra mesum" wajah Amanda memerah


"Mesumnya kan ke calon istri"


Amanda hanya tersenyum malu.


***


Tiba hari H pernikahan Kendra dan Amanda. Amanda tampak sangat gugup. Meri, Selly dan Kinar menemani Amanda di ruang rias.



"Ayo Manda, kita akan mengantarmu kesana" ketiga sahabat Amanda menuntun Amanda menuju pelaminan. Semua mata tertuju pada pengantin yang begitu cantik, terdengar pujian-pujian dari tamu undangan yang terlontar kepada kedua mempelai.


Kendra menatap Amanda dengan penuh cinta, dia benar-benar ingin segera menghampiri Amanda. Namun Tuan dan Nyonya Leonard menahannya.


Amanda tiba di pelaminan, mereka duduk berdampingan. Penghulu menuntun mereka untuk mengucapkan ijab qobul hingga saksi mengatakan "SAH"

__ADS_1


Mereka saling mengucapkan janji suci kemudian Kendra memberikan mas kawin kepada Amanda. Tim fotografer menuntun mereka untuk foto bersama.


Tamu undangan semakin banyak hingga Kendra dan Amanda benar-benar kelelahan. "Istirahat dulu sayang, nanti malam kita akan melangsungkan pesta lagi" Kendra berbisik di telinga Amanda. "Pesta lagi kak ?"


"Iya pesta malam pertama kita" Pipi Amanda terasa memanas, wajahnya terlihat memerah. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka.


Ziano dan Sasa menuju pelaminan, Meri, Selly dan Kinar sangat khawatir. Ziano menyalami Kendra "Selamat ya bro" Kendra hanya menganggukkan kepalanya. Tiba saatnya Ziano menyalami Amanda "Selamat ya, semoga langgeng" Amanda sangat takut mengingat kejadian sebelumnya, namun Kendra segera merangkul bahu Amanda. "Terimakasih Kak" Ziano pun meninggalkan gedung pernikahan tersebut. Sasa yang mengetahuinya berusaha untuk mengejarnya. Ziano memasuki mobil dan menjalankannya dengan kecepatan sangat tinggi. "Zii.... Zianoooo" Sasa berteriak memanggil Ziano berharap Ziano mendengarnya. Namun nihil, mobil Ziano semakin menjauhinya.


"Dasar brengsek, beraninya dia meninggalkan aku disini. Apa dia lupa kalau aku sedang mengandung anaknya ?"


"Kamu yakin dia anaknya ?" Suara yang sangat familiar di telinga Sasa. Sasa memberontak ketika pemilik suara tersebut memeluknya dari belakang.


"Lepaskan, lepaskan aku"


"Hallo boy, Daddy merindukanmu" Frans mengelus perut Sasa yang membuncit. "Dia bukan anakmu" Sasa menghempaskan lengan Frans.


"Ayolah honey, aku merindukanmu. Aku merindukan keliaran mu. Aku juga yakin boy ingin bertemudenganku"

__ADS_1


"Jangan mimpi, kita sudah selesai" Sasa hendak meninggalkan Fran, namun frans membawa Sasa dalam pangkuannya. "Lepaskan, tolooong" namun tidak ada yang mendengar mengingat suasana disana sangat sepi.


Frans membawa Sasa ke apartemen miliknya. "Honey, kama juga merindukanku bukan ? Aku berikan dua pilihan, pertama kamu tetap melayaniku dan kamu berstatus sebagai suami Ziano. Atau yang kedua, aku tetap akan melayaniku dan Ziano akan menceraiknmu ?" Sasa terkejut mendengar perkataan itu.


__ADS_2