
Keesokan hari nya Ziano mendatangi kantor dengan keadaan yang sedikit acak-acakan. Sasa langsung menghampirinya kemudian mengajaknya ke ruang direktur "Kenapa kamu seperti ini ? Apa semalam kamu tidak tidur ? Berhenti menghabiskan waktu dengan berminum, ingat kamu akan menjadi seorang Ayah" Sasa meletakkan tangan Ziano di atas perutnya. "Maaf, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf"
"Tidak apa-apa. Apa kamu sudah menceraikan istrimu ?" Ziano langsung mengalihkan pandangannya. "Kenapa ? Bukankah aku sudah memberikan apa yang kamu inginkan ? Kenapa kamu masih tidak mengabulkan keinginanku ?"
"Tidak semudah itu Sasa, beri aku waktu. Aku benar-benar tidak bisa membuat keputusan secepat itu"
"Tapi bagaimana denganku ? Aku sudah memberikan masa depanku untukmu. Bahkan aku hamil. Apa yang akan terjadi saat orang lain mengetahui aku hamil tanpa suami ?" Sasa menangis.
"Baiklah, beri aku waktu satu minggu. Aku akan menyelesaikan semuanya" Sasa memeluk tubuh Ziano, dan Ziano membalas pelukannya.
Sementara di apartemen Amanda masih sangat bingung dengan sikap Ziano, dia merasa Ziano sudah mempermainkan perasaanya. "Maafkan aku ayah, aku tidak bisa mengikuti permintaan mu untuk tetap berada di sampinya" Amanda menangis kembali.
__ADS_1
Amanda mendengar suara panggilan di ponsel nya, dilihat ternyata panggilan dari Sasa "Hallo"
"Aku sudah menjalankan rencanaku, dia berjanji dalam waktu satu minggu dia akan menyelesaikan semuanya" Ada perasaan senang namun sesak di dadanya lebih kuat. Amanda meneteskan air mata nya, dia bingung dengan perasaannya sendiri. Tidak mudah untuk berada di samping Ziano selama dua tahun ini. Banyak sekali kenangan indah diantara mereka. Ini semua bukan sepenuhnya kesalahan Ziano, Amanda yang merasa terpuruk karena kepergian ayahnya yang merupakan satu-satu nya anggota keluarga yang dimiliki pergi meninggalkan dia selamanya. Amanda sering kali menolak ketika Ziano mengajaknya berlibur, padahal sebelumnya mereka sudah memutuskan untuk pergi berlibur setiap satu bulan sekali. Bahkan Amanda sering menolak pergi untuk menghadiri pesta perusahaan.
Amanda pergi menemui Kendra, dia memasuki perusahaan luas nan megah tersebut. Tanpa banyak perdebatan Amanda sudah berada di ruangan Kendra.
"Sasa menelponku dan dia berkata kalau Kak Zino akan membereskan semuanya dalam waktu satu minggu"
"Baguslah, kalau dalam waktu satu minggu dia masih belum mengajukan gugatan perceraian, maka kita akan melakukan rencana kita" Amanda menganggukkan kepalanya.
"Setelah semuanya selesai, dia tidak akan berani mengganggu mu lagi" Kendra menatap Amanda.
__ADS_1
***
Ziano nampak prustasi di ruangannya, dia telah berselingkuh dan sangat membenci Amanda karena tidak bisa memberinya keturunan, tetapi kenapa setelah mengetahui Sasa hamil dan Amanda meninggalkannya dia merasa hampa ? Seharusnya dia merasa senang karena dengan begitu akan mempermudah dalam menggugat Amanda.
"Kenapa aku sangat kehilangan dia padahal aku sangat membencinya ?"
Ziano menelpon pengacaranya untuk membuat surat gugatan perceraian kepada Amanda. Semua berjalan lancar karena penjelasan dari Ziano yang sangat jelas. Ziano menjelaskan bahwa Amanda tidak bisa memberinya keturunan kemudian saat ini dia pergi meninggalkan rumah. Hari ini juga pengacara dari Ziano akan memberikan surat gugatan cerai tersebut ke pengadilan agama. "Mungkin sekitar dua atau tiga hari lagi pengadilan agama akan mengabulkan gugatan mu tuan"
"Lebih cepat maka akan lebih baik" Pengacara yang bernama Nico tersebut pergi meninggalkan ruangan Ziano kemudian disusul dengan kedatangan Sasa ke ruangannya
note :
__ADS_1
Ayo dong kakak-kakak readers komentar, berikan tanggapan kalian, masukan kalian supaya author semangat menulisnya.
Jangan cuma komentar lanjut yaa kakak-kakak zheyeng...