
Pagi hari Vita mendatangi kamar Ziano untuk menjemput Kevin, namun Vita begitu terkejut saat mendapati Ziano yang terbaring lemas di atas tempat tidurnya.
"Tuan, apa Anda baik-bauk saja?"
"Jam berapa ini? Aku ada pertemuan hari ini" Ziano berusaha bangun dari tidurnya.
"Jam delapan Tuan, mari Saya bantu" Vita membantu Ziano untuk bangun. Namun suhu tubuhnya sangat panas. "Sepertinya Anda demam Tuan. Sebentar Saya akan memanggil Kak Bianca dulu"
Vita meninggalkan Ziano dan memanggil Bianca yang berada di kamar di samping kamar Ziano.
"Kaak... Kak Bica..." Vita memanggil Bianca dengan tidak sabaran.
"Apa sih pagi-pagi sudah membuat keributan"
"Tuan Ziano demam Kak, apa kita perlu membawanya ke dokter?"
"Apa? Tuan Ziano demam? Bagaimana ini, hari ini ada pertemuan penting dengan klien kita"
"Kalau begitu Kak Bica temui dia dulu Kak"
"Sebentar Kakak rapihkan dulu rambut Kakak" Bianca menguncir rambutnya yang baru selesai ia keringkan.
Mereka memasuki kamar Ziano. Namun Ziano tidak ada di tempat tidur. "Kemana dia?" Kevin menghampiri Vita.
"Daddy sedang mandi Kak"
"Vita, Kamu yakin dia demam? Kevin bilang Tuan Ziano denag mandi"
"Iya Kak, Aku yakin. Tadi saat hendak bangun dia kesulitan, Aku membantunya dan ternyata badannya sangat panas"
"Baiklah lebih baik kita tunggu Tuan Ziano di depan"
__ADS_1
Mereka menunggu Ziano di depan kamarnya. Sambil menikmati teh panas yang diberikan oleh pelayan hotel.
Ziano nampak keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapih.
"Apa Anda baik-baik saja Tuan?"
"Ya, mungkin Aku hanya kelelahan. Tapi tenang saja, ini pertemuan terakhir kita dengan para klien"
"Iya benar Tuan, semoga hari ini lancar Tuan"
Vita hanya menatap Ziano dengan khawatir, terlihat wajahnya yang sedikit pucat. Vita memutuskan untuk mengajak Kevin bermain di hotel saja.
Ziano, Bianca dan beberapa orang kepercayaan Ziano pergi meninggalkan hotel. Mereka akan menemui klien di sebuah perusahaan anak cabang.
"Sepertinya hanya kita berdua disini Tuan Muda" Vita mengusap punggung Kevin.
"Jadi hari ini kita mau kemana Kak?"
"Baiklah Kak Vita, Aku juga khawatir sama Daddy. Semalam dia kurang tidur"
Vita kembali melamun memikirkan keadaan Ziano.
Hari sudah menjelang petang, namun Ziano dan Bianca belum juga datang.
"Apa mereka akan pulang malam lagi?"
Vita berada di kamarnya setelah membersihkan diri dan juga Kevin.
Tiba-tiba ponsel Vita berdering menandakan panggilan masuk.
"Kak Bica. Ada apa ya?"
__ADS_1
Vita menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan benda tersebut ke telinganya.
"Kenapa Kak?"
"Vita, Tuan Ziano masuk rumah sakit. Tadi dia tidak sadarkan diri. Kamu jaga Tuan Kevin ya. Jangan sampai dia merasa sedih"
"Apa Kak? Ba-Bagaimana keadaannya sekarang?"
"Dia sedang menjalani pemeriksaan, kemungkinan dia akan dirawat disini beberapa hari"
"Iya Kak, Aku akan menjaga Tuan Kevin disini. Tolong beri Aku kabar apabila terjadi sesuatu padanya ya Kak"
"Baiklah, Aku akan menemui dokter terlebih dahulu" Bianca menutup panggilan tersebut.
"Bagaimana keadaanya Dok?"
"Maaf apa Anda saudaranya?"
"Saya sekretarisnya dok, Kami sedang melakukan perjalanan bisnis"
"Baiklah silahkan ikuti saya"
Bianca memasuki ruangan dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap Ziano.
"Bagaimana Dok?"
"Dia kelelahan sehingga mengalami dehidrasi. Tubuhnya juga sangat panas sehingga dia harus dirawat untuk beberapa hari kedepan"
"Baiklah dok, lakukan yang terbaik"
"Tenang saja, dia hanya membutuhkan waktu untuk istirahat"
__ADS_1
"Terimakasih dok"