
Setelah berfikir, akhirnya mereka memilih cara supaya Ziano yang menggugat cerai. Amanda akan menemui Sasa dan membujuk Ziano untuk segera menikahinya. Tentu saja dia harus mempersiapkannya dengan sangat baik, mengingat perlakuan Amanda padanya yang mungkin akan membuat Sasa menyimpan dendam kepada Amanda.
Amanda harus mengakhiri semuanya dengan baik, mengingat Ziano yang bisa melakukan apapun untuk menghancurkan hidupnya.
Gio memberikan beberapa berkas kepada Kendra dan juga Amanda yang harus ditandatangani oleh Sasa untuk mengantisipasi apabila Ziano menyerang nama baik Kendra ataupun Amanda. Gio pun meninggalkan Amanda dan Kendra.
"Bagaimana rencanamu ?" Kendra menatap Amanda.
"Pertama aku harus minta maaf kepadanya"
"Apa ? Dia yang bersalah kenapa kamu yang minta maaf ?"
"Ingat ka, kita harus membujuk dia untuk membantu kita mendapatkan surat cerai dari Kak Zino"
"Tapi aku tidak setuju kalau kamu harus minta maaf padanya"
"Kita sudah mencoba cara kemarin, tapi dia seakan memusuhi kita. Maka sekarang kita coba cara lain. Jangan khawatir Kak, aku akan baik-baik saja" Amanda tersenyum kepada Kendra.
"Baiklah, aku percaya padamu. Kapan kamu akan menemuinya ?"
__ADS_1
"Kita coba besok lusa, besok aku akan membuat janji dengannya dulu melalui telpon"
"Ide bagus, aku akan tetap mengawasi mu. Jadi kamu bisa melaksanakan rencana mu dengan tenang"
Amanda menganggukkan kepalanya "Baik kak, laksanakan. Hahaha"
"Ayo kita pulang, kita harus mencari bahan masakan untukmu"
"Pekerjaan Kakak ?"
"Sudah selesai, sekarang sudah jam lima"
"Hahaha aku hanya ingin kamu tahu siapa aku sebenarnya. Karena aku tidak mau kamu tau semuanya dari orang lain"
"Ohh jadi perkenalan gitu kak ? Hahaha"
"Hahaha sudahlah, kamu akan pulang atau menginap disini ? Karena aku akan pulang" Kendra meninggalkan Amanda.
"Hei tunggu Kak, aku tentu saja akan pulang" Amanda mengejar Kendra.
__ADS_1
Mereka sedang berada di supermarket untuk membeli beberapa bahan masakan. Tanpa diduga mereka bertemu dengan Sasa yang sedang berbelanja juga. Sasa tampak akan meninggalkan Amanda, namun Amanda segera memegang tangannya.
"Aku tidak akan menyakitimu, jadi jangan takut" Sasa melihat Amanda, mencari kebenaran di matanya. Mata Amanda mengisyaratkan kalau dia memang tulus.
Saat ini Amanda, Sasa dan Kendra sedang berada di sebuah kafe.
Sasa menceritakan semuanya kenapa dia bisa terjebak dengan Ziano tanpa ada yang dilebih-lebihkan. Amanda yang mendengarkan hanya meneteskan air matanya.
"Saya benar-benar minta maaf, tapi saya tidak bisa mundur begitu saja. Dia sudah merenggut masa depan saya. Jika dia meninggalkan saya, tidak akan ada yang mau dengan seorang gadis yang sudah ternoda seperti saya " Sasa mulai menangis.
"Jadi saya berusaha supaya Ziano tidak meninggalkan saya. Saya benar-benar minta maaf" Sasa menangis sambil memegang tangan Amanda.
"Dia tidak akan meninggalkan mu, aku yang akan mundur" Amanda menatap Sasa.
"Apa ? Ta..tapi sebenarnya aku tidak hamil. Aku takut Ziano meninggalkan ku ketika dia mengetahui semuanya" Sasa menundukkan kepalanya.
Kendra angkat bicara "Itu urusanmu, kami tidak akan ikut campur urusan kalian. Langsung saja pada intinya, kami minta tolong padamu untuk membujuk Ziano supaya menceraikan Amanda" Amanda menganggukkan kepalanya.
"Apa yang bisa saya lakukan ?"
__ADS_1
Kendra menyodorkan beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Sasa sebagai saksi. Sasa terlihat ragu dengan apa yang akan dilakukannya.