Istri Ceo

Istri Ceo
Datang


__ADS_3

Beberapa hari ke depan Amanda dan Kendra berniat untuk menghabiskan waktu di penginapan, mereka akan memata-matai apa yang Ziano dan Sasa lakukan. Amanda sudah cukup yakin untuk membuktikan semuanya.


Tanpa sepengetahuan Amanda, Kendra sudah menghubungi pemilik hotel tempat Ziano dan Sasa menginap yang tak lain adalah keponakannya sendiri. Kendra meminta salah satu pegawai untuk melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Ziano dan Sasa.


"Gue disini lagi nemenin istri temen gue. Suaminya itu yang ada di kamar hotel lo" Kendra berbicara dengan Rian memalui telpon.


"Tapi yang gue tau, mereka adalah sepasang suami istri yang sedang berbulan madu"


"Gila tuh orang, istrinya lagi nangis-nangis disini dia malah asik bulan madu sama selingkuhannya"


"Kalo lo bilang dari awal, udah gue tendang tuh orang. Lo tau kan geu benci banget sama orang yang selingkuh"

__ADS_1


"Tenang bro, lo udah cukup bantu kita buat membuktikan kalo si brengsek itu selingkuh" Kendra tahu betul bagaimana perasaan Rian terhadap orang yang selingkuh. Dia adalah korban dari perselingkuhan. Ibunya meninggal karena sakit keras saat mengetahui Ayahnya selingkuh dengan sahabat Ibu nya. Dan hingga saat ini dia sangat membenci orang yang berselingkuh.


"Pokonya lo jangan segan-segan kalo butuh bantuan gue, gue rela kasih lo rekaman cctv jika itu bisa memusnahkan perselingkuhan"


"Oke thanks bro" telpon pun ditutup.


Amanda sedang berada di depan kamarnya sambil terus menatap nanar pada dua orang yang sedang dimabuk cinta. Entah berapa kali adegan mesra yang mereka lakukan. Itu tentu saja membuat Amanda sangat geram, bahkan menangis seharian.


Amanda ingin segera menemui Ziano dan menghabisi mereka. Namun Kendra menahannya karena Kendra tidak ingin Amanda terlihat lemah di depan mereka. Kendra tahu apa yang akan terjadi jika Amanda tiba-tiba menghampiri mereka. Amanda akan menjadi alasan kenapa Ziano berselingkuh dan itu pasti sangat menyakitkan.


"Kak, aku siap" Amanda menemui Kendra.

__ADS_1


"Kamu yakin, aku tidak ingin melihat air mata itu terjatuh di depan mereka. Aku ingin Ziano lah yang menyesal karena telah mencampakkan mu. Dia yang seharusnya menangis, bukan kamu"


"Iya kak, aku siap" Amanda terlihat menggunakan pakaian casual dengan rambut di cepol dan itu semakin memperlihatkan Amanda lebih segar dan sangat cantik. Di usianya yang menginjak 27 tahun, nampak lebih muda.


Mereka mendatangi hotel tempat Ziano menginap dan tentu saja mereka bisa mendapatkan akses dengan mudah karena bantuan dari Rian. Amanda dan Kendra menaiki lift menuju lantai paling atas. Amanda terlihat sangat gugup, Kendra yang mengetahui itu mencoba menenangkannya dengan mengusap pucuk kepala Amanda. "Apapun yang terjadi, kamu harus kuat. Aku ada untukmu" Amanda tersenyum "Terimakasih Kak"


Mereka sudah berada di lantai paling atas yang mana disana hanya terdapat dua kamar dan kolam renang yang sangat luas. Tidak ada orang lain selain Ziano dan Sasa disana. Mereka mencari keberadaan Ziano dan Sasa. Namun tiba-tiba terdengar suara erangan dari dua orang yang saling bersautan.


"Kau selalu nikmat sayang, Aku sangat beruntung bisa menikmatimu"


"Aaaahhh Aakuuuuhh sudah gakuat sayaaang, milikmu semakin hari semakin membesar"

__ADS_1


"Ituhh karena milikmu yang selalu sempit sayaaang"


Ziano semakin mendorong tubuhnya hingga Sasa menggeliat di pinggir kolam. Amanda yang menyaksikan semuanya menangis di dalam pelukan Kendra.


__ADS_2