Istri Ceo

Istri Ceo
Hamil


__ADS_3

Sasa memasuki ruangan Ziano "Jadi bagaimana tanggapan pengacara itu ?"


"Prosesnya akan memakan waktu dua sampai tiga hari"


Sasa langsung memeluk Ziano "Terimakasih sayang, aku sangat bahagia"


"Aku juga bahagia saat kamu dan bayi kita bahagia" mendengar kata bayi membuat Sasa menjadi gelisah. Namun tiba-tiba Sasa merasakan perutnya menegang kemudian mual menyertainya, Sasa berlari ke kamar mandi yang terletak di dalam ruangan Ziano, Sasa mulai memuntahkan semua isi perutnya. Sasa benar-benar kehilangan tenaga nya, dia berjalan dengan sangat gontai.


"Apa yang terjadi ?"


"Tidak tahu, tiba-tiba aku merasa mual. Isi perutku keluar semuanya" Sasa terlihat sangat pucat.


"Aku pernah baca, tanda-tanda hamil memang seperti itu. Itu mungkin karena kamu hamil sayang" Ziano mengecup kening Sasa, namun Sasa terlihat semakin tegang. Pikirannya melayang kemudian dia kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


Saat terbangun, Sasa sudah berada di ruangan rumah sakit yang bisa diyakini bahwa ruangan yang ditempatinya adalah ruangan rumah sakit kelas VVIP.


Sasa melihat sekitar, tidak ada siapapun disana. Sasa hendak meninggalkan ruangan tersebut namun tangannya terhubung dengan alat infus.


"Kamu mau kemana ?" Ziano memasuki ruangan dan terlihat panik saat melihat Sasa hendak menuruni ranjang tempat tidurnya.


"Aku kenapa ada disini ?"


"Kamu tadi pingsan, jadi lebih baik kamu istirahat saja dulu"


"Bagaimana mungkin, bayi kita tidak boleh kelelahan. Jadi beristirahatlah" Ziano menidurkan badan Sasa.


"Apa ? A..aku hamil ?"

__ADS_1


"Iya, bukankah kamu sudah mengetahui nya sejak minggu lalu ?"


"A..aku belum pernah periksa ke rumah sakit, jadi aku masih belum percaya"


"Dan sekarang kamu harus percaya, istirahatlah" Ziano mengecup kening Sasa. Sasa masih kebingungan.


Sore hari dokter kandungan bernama Mila memasuki ruangan Sasa. Dia memeriksa kandungan Sasa.


"Kandungannya baik, bayi ny juga sehat. Sekarang sudah memasuki usia 5 minggu. Anda mungkin akan banyak mengalami gejala-gejala orang hamil pada umumnya. Jadi perbanyak istirahat, jangan sampai stress dan makan makanan bergizi" Dokter Mila meresepkan beberapa obat untuknya "Obat ini tidak akan menghilangkan gejala tersebut, tapi bisa mengurangi. Sekali lagi selamat nyonya" Dokter Mila meninggalkan Sasa dan Ziano di ruangannya. Dokter Mila hanya mengetahui bahwa Sasa adalah sekretarisnya, ya rumah sakit ini salah satu kekayaan milik Ziano. Semua orang tahu bahwa Amanda lah istri dari Ziano.


***


Kabar hamilnya Sasa tembus kepada Amanda. Ada perasaan sakit yang menusuk di hatinya. Amanda meneteskan air matanya. "Bagaimana mungkin, bukankah dia bilang Ziano tidak mungkin mendapatkan keturunan ?" Amanda merasakan sesak di dadanya.

__ADS_1


Amanda berusaha menghubungi nomor Sasa namun nomornya selalu tidak aktif. Dia berniat untuk memastika berita tersebut. Mungkin saja Sasa berniat untuk menjebak Ziano, tapi bagaimana mungkin sahabatnya Kinar akan berbohong. Kinar adalah salah satu karyawan yang bekerja di Z hospital. Dia merasa heran saat Ziano datang membawa seorang wanita dan wanita itu bukanlah sahabatnya, Amanda. Kinar semakin terkejut saat mengetahui wanita bernama Sasa itu sedang hamil muda. Kinar merasa ada yang tidak beres, maka dari itu dia menghubungi Amanda untuk memastikan hubungannya dengan Ziano baik-baik saja. Namun bukannya mendapat penjelasan yang diinginkan, Kinar malah mendapat kabar buruk dari Amanda bahwa anak yang dikandung Sasa adalah anak dari Ziano.


__ADS_2