
Ziano mengerti jika itu adalah jebakan. Dia meminta seseorang untuk menyelidiki keberadaan Sasa.
Tidak lebih dari satu jam Ziano mendapat kabar bahwa Sasa berada di sebuah gudang pabrik bekas. "Kerja bagus. Aku tunggu kabar selanjutnya."
Ziano kembali menuju rumah, sesampainya disana Sasa kembali menelpon "Aku beri Kamu waktu hingga sore ini Ziano atau anak ini akan mati bersamaku"
"Tidak semudah itu bagimu untuk mati Sasa"
"Kamu pikir aku berbohong? Sekarang juga Aku akan.... Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku.... Zianoooo... berani-beraninya Kamu"
Ziano mendatangi markas tempat orang-orang kepercayaannya tinggal.
"Dimana dia?"
Sasa datang dengan tangan dan kaki yang sudah diikat. "Bagus, kerjakan tugas selanjutnya"
"Ziano lepaskan Aku, Aku mohon. Aku tidak akan pernah mengganggumu lagi. Aku janji Zianooooo"
Namun Ziano mengabaikan teriakan Sasa. Ziano meninggalkan tempat itu.
Mereka menutup mata Sasa dan membawanya ke dalam mobil kemudian pergi ke tempat pengasingan. Sebuah pulau terpencil yang minim sekali penduduk dan mereka sangat membenci orang asing. Tidak ada yang bertahan hidup di tempat itu selain warga asli.
"Daddy...." Kevin memeluk Ziano.
"Maafkan Daddy Boy karena lalai menjagamu. Aku janji mulai saat ini tidak akan ada yang mengganggumu lagi"
"Mommy ahat Daddy, dia bawa Kevin ke umah antu"
__ADS_1
"Dia tidak akan berani kembali." Ziano menggendong tubuh Kevin.
Esok hari Ziano mendapat kabar bahwa Sasa sudah berada di tempat pengasingan.
Ziano memulai hari-harinya sebagai single parent. Walaupun dia bukan anak kandungnya tapi Ziano sangat menyayangi Kevin. Kevin kembali menjadi anak yang ceria.
Kabar Sasa diantar ke pengasingan terdengar oleh Amanda dan Kendra.
"Aku kasihan pada Kevin yang harus mengalami hal seperti ini di usianya yang sangat dini"
"Tapi dia baik-baik saja sayang, bahkan Klien ku bilang kalau Ziano selalu membawanya kemanapun dia pergi"
"Benarkah? Syukurlah. Semoga Kak Zino bisa mengambil hikmah dari kejadian ini"
"Iya sayang semoga saja"
"Bie, sepertinya Aku masuk angin"
"Kenapa Yank?"
"Perutku terasa mual, bahkan sangat pusing Bie" Amanda tampak sangat pucat.
"Kita ke dokter ya Sayang"
"Tidak... Tidak Bie... Aku malu ke dokter hanya karena masuk angin"
"Tapi wajahmu sangat pucat sayang"
__ADS_1
"Tapi aku tidak apa-apa Bie... Hanya saja rasanya Aku ingin makan rujak mangga"
"Rujak mangga? Kamu mau rujak mangga" Amanda menganggukkan kepalanya. Mereka sama-terdiam dan berpikir. "Sayang..."
"Iya Bie..."
Nampak wajah senang pada mereka.
"Jangan-jangan...." Mereka pun berpelukan dengan sangat bahagia.
END... 🥳🥳🥳
Season 1 Aku End dulu yaa...
Aku jengah dengan konflik yang dialami Sasa dan Ziano.
Jadi intinya di Season 1 Sasa sudah mendapat balasan setimpal. Amanda dan Kendra sudah bahagia, begitupun Ziano yang yang mulai menikmati hidupnya sebagai Sugar Daddy...
Yang komen minta Ziano mendapat balasan setimpal menurutku sudah sangat cukup begitu Sasa mengkhianatinya bahkan membohonginya, Ziano rela meninggalkan Amanda yang begitu baik dan mencintainya demi pengkhianatan yang dilakukan Sasa. Pengkhianatan dibalas dengan pengkhianatan yang bahkan lebih (Please jangan minta jahat-jahat amat deh pembalasannya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜)
Bahkan sekarang Ziano kehilangan kesempatan untuk kembali ke Amanda.
Terimakasih Kakak Zeyeeeng sudah sangat mendukung karyaku. Nanti di season 2 Aku bakalan menceritakan masa puber keduanya Ziano (Ups keceploasan)
Pokonya jangan di unfav dulu yaa, beberapa hari ke depan Aku bakalan Up lagi...
Sampai jumpa di Season 2
__ADS_1