Istri Ceo

Istri Ceo
L Hospital


__ADS_3

Setiap pagi setelah bangun tidur Kendra selalu mengalami mual muntah. Seperti saat ini, Kendra sedang berada di kamar mandi yang dibantu oleh Amanda. "Ke dokter yu Bie, aku khawatir"


"Tidak apa-apa sayang, nanti juga baikkan"


"Tapi lihat dirimu Bie, kamu terlihat begitu pucat" Amanda menatap Kendra.


"Nanti juga baikkan sayang, paling satu jam lagi" Ya Kendra salalu mual muntah setiap bangun tidur hingga pukul sepuluh. Setelahnya dia akan terlihat segar kembali bahkan hampir setiap malam Kendra mampu menggempur Amanda. Dia juga merasa heran dengan penyakit yang dideritanya, namun Kendra bersikukuh untuk tidak berangkat ke dokter.


Namun karena sudah seminggu Kendra mengalami seperti ini, terpaksa dia mengikuti perintah Amanda untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Kendra dan Amanda berangkat ke rumah sakit L Hospital, disana Kendra memeriksakan diri ke dokter Vian, dokter keluarga.


"Apa keluhan Anda Tuan Muda?" dokter memeriksa detak jantung Kendra, tekanan darah dan suhu tubuh. Tidak ada masalah sama sekali.


"Dia mengalami mual dan muntah yang sangat hebat dokter. Sudah seminggu dia mengalami hal tersebut." Amanda mejelaskan.


"Begitu? Mari kita cek Tuan Muda" dokter Vian memeriksa pencernaan Kendra dan tetap saja tidak ada masalah.


"Coba Anda jelaskan lebih detail kronologi ny Nona" dokter Vian menunggu penjelasan Amanda.


"Jadi begini dok, dia selalu mengalami mual muntah yang sangat parah, setiap bangun pagi hingga kurang lebih pukul 10 dia terlihat sangat pucat bahkan tidak bisa keluar dari kamar mandi"

__ADS_1


Dokter Vian tersenyum "Bagaimana pola makannya?"


"Dia setiap hari makan rujak mangga muda, aku benar-benar khawatir karena dia jarang makan nasi dan hanya makan rujak itu"


"Tapi itu sangat enak sayang, aku bahkan melupakan mual ku saat makan rujak tersebut. Bagaimana kalau nanti pulang nya kita beli lagi?"


"Tuh kan dok, dia hanya makan rujak mangga itu. Apa itu baik untuknya?"


"Saya sarankan Anda untuk memeriksakan diri juga Nona" dokter Vian memberikan surat rujuk kepada Amanda.


"Apa? Tapi aku baik-baik saja. Dan apa ini? Dokter kandungan?"


"Ta..Tapi dok, apa itu mungkin?"


"Tidak ada yang tidak mungkin Nona"


Kendra menggenggam tangan Amanda "Ayo sayang, kita harus segera memeriksakan kandunganmu"


"Tapi Bie..."

__ADS_1


Kendra menarik lengan Amanda menuju ruang pemeriksaan kandungan. Namun ruangannya tertutup rapat dan lampunya pun mati. Seorang perawat melewati mereka dengan menunduk hormat. "Tunggu dulu" Perawat tersebut terkejut dan kembali menundukkan kepalanya "I..Iya Tuan Muda"


"Kemana dokter Seni? Kenapa ruanggannya gelap?"


"Maaf Tuan Muda, dokter Seni sedang melakukan perbantuan ke Z hospital"


"Z hospital? Kenapa?"


"Saya dengar Istri dari Tuan Ziano melahirkan dan saat ini beliau sedang menjalani operasi bedah rahim"


"Apa?" Kendra dan Amanda terkejut kemudian bergegas untuk mendatangi Z hospital.


Disana Ziano seorang diri sedang menangis menunggu di depan ruang operasi. Kendra dan Amanda menghampirinya "Bro, apa yang terjadi?" Ziano melihat sumber suara, dia terkejut melihat Kendra dan Amanda sudah berada di sampingnya. Ziano membersihkan sisa air matanya, penampilannya saat itu sangat kacau.


Ziano menceritakan semuanya kepada Kendra dan Amanda.


"Lalu dimana bayi itu sekarang?" Amanda bertanya.


"Dia berada di ruangan bayi, aku tidak bisa meninggalkan Sasa, jadi saat ini dia bersama perawat"

__ADS_1


Amanda melihat Kendra dan Kendra menganggukkan kepalanya. Amanda pergi menuju ruangan bayi.


__ADS_2