Istri Ceo

Istri Ceo
Ziano vs Kendra


__ADS_3

Semua mata tertuju pada sumber suara. Ziano langsung memeluk Sasa dan Amanda pergi meninggalkan mereka dengan air mata yang membasahi pipinya, Kendra mengejar Amanda ke arah lift.


"Tidak mungkin Kak, itu tidak mungkin" Amanda menangis dengan histeris di pelukan Kendra.


"Tenanglah" Kendra menuntun Amanda untuk beristirahat di salah satu kamar hotel milik Rian.


"Kamu boleh menangis sepuasnya, luapkan semua emosi mu. Tapi berjanjilah, ini terakhir kali kamu menangisinya"


Amanda menangis semakin histeris, Kendra tidak melepaskan pelukannya karena tidak ingin Amanda melakukan hal yang tidak terduga.


Setelah hampir satu jam menangis, tubuh Amanda mulai melemah hingga akhirnya tidur di pelukan Kendra.


Kendra memindahkan Amanda ke atas kasur dan dia pun kembali menghampiri Ziano.


Disana nampak mereka sedang tertawa sambil sesekali mengusap perut Sasa.


Kendra sekali lagi mendaratkan pukulannya di pipi Ziano "Brengsek lo Zi, kenapa lo tega banget sama Amanda. Dia udah mengorbankan kebahagiaannya demi lo." Ziano hanya memegang ujung bibir yang mulai mengeluarkan darah segar.


"Dan lo perempuan jal*ng, lo benar-benar ga punya harga diri. Padahal kalian sama-sama wanita"

__ADS_1


Ziano meninju pipi Kendra "Jaga omongan lo, lo bela-belain Amanda karena lo suka sama dia kan ? Lo yang nikung gue"


"Iya gue suka sama dia, gue sayang sama dia, gue ga mau dia menderita gara-gara lo"


"Sial*n lo" Ziano kembali meninju pipi Kendra.


"Gue peringatkan lo, jangan pernah ganggu Amanda lagi, gue bakal bawa dia sekarang juga" Kendra pergi meninggalkan Ziano.


"Brengsek lo Kendra......."


Kendra menemui Amanda di kamarnya "Kita harus bersiap-siap sekarang juga, kita akan pergi meninggalkan tempat ini"


"Kita akan menyelesaikan semuanya segera, lebih baik sekarang kita pulang dulu dan segera kemasi barang-barangmu"


"Kita ?" Amanda menatap Kendra. "Tunggu dulu Kak, kenapa dengan wajah Kakak ?" Amanda menyentuh pipi Kendra yang terlihat lebam.


"Tidak apa-apa, lebih baik kita segera bersiap-siap"


"Tunggu kak, aku melihat ada kotak P3K di dalam lemari. Tunggu"

__ADS_1


Kendra duduk di atas sofa. Amanda datang dengan membawa kotak P3K kemudian mengobati luka yang ada di wajah Kendra.


Amanda dan Kendra pergi meninggalkan Bali.


Sesampainya di ibu kota, Kendra dan Amanda mendatangi rumah Ziano untuk mengambil semua barang milik Amanda. "Tapi kak, aku tidak punya apa-apa. Aku tidak punya tempat tinggal." Amanda meneteskan air matanya. "Seharusnya aku bekerja, aku tidak boleh bergantung pada dia"


"Tenanglah, aku punya apartemen yang bisa kamu tempati. Tempatnya memang tidak besar, tapi cukup untukmu"


"Terimakasih Kak, mulai sekarang aku akan bekerja keras untuk membeli apartemen sendiri" Amanda terlihat bersemangat.


"Begitu lebih baik, aku lebih suka melihatmu seperti ini" pipi Amanda tiba-tiba memanas.


"Terimakasih yaa Kak"


Mereka pun pergi menuju apartemen milik Kendra, apartemen kecil tetapi sangat elegan dengan nuansa berwarna abu.


"Maaf ya sedikit berantakan, sudah cukup lama aku meninggalkan tempat ini" Kendra membuka tirai dan beberapa kain yang menutupi barang-barangnya.


"Ini lebih dari cukup Kak, kalau tidak ada Kak Kendra entah apa yang akan terjadi padaku" Amanda mengingat kembali kejadian beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Sudahlah jangan difikirkan lagi, aku sudah menelpon cleaning service jadi sebentar lagi mereka akan kemari."


__ADS_2