Istri Ceo

Istri Ceo
Berkunjung


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Bu"


"Wa'alaikumsallam, sudah pulang nduk?" Ibu menghampiri Vita, namun langkahnya terhenti saat melihat Ziano dan Kevin tengah duduk di ruang tamu.


"Ini Tuan Ziano dan Tuan Kevin Bu"


Ibu langsung menghampiri mereka "Saya Ibunya Bianca dan Vita Den"


"Saya Ziano" Ziano menyodorkan tangannya dan menyalami Ibu.


"Silahkan duduk Den. Nduk ambilkan minum untuk mereka"


"Iya Bu" Vita meninggalkan mereka.


"Maaf Den disini alakadarnya"


"Tidak apa-apa Bu, maaf Kami bertamu tiba-tiba"


"Tidak apa-apa Den, Ibu senang kalau Aden mau bertamu ke rumah yang kecil ini"


"Panggil Saya Zino saja Bu"


"Tidak Den, Aden kan bos dari anak-anak Ibu"


"Tapi Saya tidak nyaman Bu. Panggil Zino saja, sama seperti Almarhumah Ibu saya sewaktu memanggil saya"


"Baiklah Den, eh maksudnya Nak Zino"


"Itu lebih enak didengar Bu. Oh iya, Ibu sendirian?"


"Ada Vita dan Bianca"

__ADS_1


"Maksudku saat mereka bekerja"


"Iya Ibu sendirian Nak. Biasanya di kampung suka ada tetangga yang berkumpul, disini seperti tidak ada tetangga, semuanya sibuk"


"Oh begitu ya Bu, apa mau saya antar asisten rumah tangga supaya ada yang menemani Ibu?"


"Tidak Nak, tidak usah repot-repot"


"Supaya Ibu ada teman mengobrol"


"Terimakasih Nak, tapi Ibu tidak apa-apa sendirian. Lagian kasian Bianca dan Vita, bayar asisten rumah tangga itu mahal"


Ziano tidak ingin berdebat lagi karena takut membuatnya tidak nyaman.


"Nenek, Kevin boleh bobok lagi disini nggak?" Kevin sudah beberapa kali bertemu dengan Ibu saat Vita membawanya.


"Tentu boleh Den, mau bobok sama nenek?"


"Mau mau"


"Kak Vita, kata Nenek Kevin boleh bobok disini"


"Bobol disini? Nanti Daddy mu tidur dengan siapa?"


"Dengan Kak Vita" Vita langsung tersedak mendengar ocehan Kevin.


"Maksud Kak Vita, Daddy mu kan akan pulang, dia akan sedih kalau Tuan Kevin tidak ada bersamanya"


"Daddy bobok disini juga, sama Kak Vita"


"Tidak boleh" Ibu menjelaskan " Kalau laki-laki dan perempuan belum menikah itu tidak boleh tidur bersama"

__ADS_1


"Daddy nikah aja sama Kak Vita. Kak Vita mau kan?"


Wajah Vita memerah lagi "Ehm Tuan Muda, mau coba kue ini? Enak loh. Ini Kak Vita yang buat"


"Mau Kak"


Vita lega karena bisa mengalihkan pembicaraan Kevin. Namun wajahnya masih memerah, Ziano tersenyum melihat wajah Vita seperti itu. Entah kenapa Ziano merasa senang.


"Bu, Bianca pulang. Capek banget...glek" Bianca menghentikan ocehannya. "Tuan, maaf Saya kira Anda tidak ada disini"


"Terimakasih sudah menyelesaikan tugas hari ini"


"I..Iya Tuan"


"Jangan canggung, ini rumahmu. Jadi Aku bukan bos mu" Ziano mengambil beberapa camilan.


"Eh iya Tuan, Saya permisi dulu" Bianca memasuki kamarnya. "Dasar bocah itu, ngapain bawa Pak Ziano ke rumah? Aaarrgh bagaimana kalau dia dengar? Apa aku akan dipdcat? Aduh bagaimana ini?" Bianca menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.


"Ayo kita pulang boy, sepertinya jalanan sudah tidak macet" Ziano mengecek ponselnya.


"Katanya Kevin boleh bobok disini Daddy?"


"Nanti kapan-kapan ya? Ayo sekarang kita pulang saja dulu"


Vita berpikir "Kapan-kapan? Apa maksud Anda Tuan?"


"Oke, besok ajak Aku kemari ya Kak" Kevin menghampiri Vita.


"Baik Tuan Muda, Anda boleh kemari kapanpun"


"Besok pagi Daddy akan antar Kamu kemari. Ok?"

__ADS_1


"Siap Daddy"


Vita hanya menggelengkan kepalanya.


__ADS_2