Istri Ceo

Istri Ceo
Cerita Vita


__ADS_3

Sore hari Ziano, Vita dan Kevin berkunjung ke kediaman Amanda dan Kendra.


"Kak Keviiiin" Cla menghampiri mereka ketika melihat mereka di ruang tamu.


"Hallo Cla, mana adik bayi mu? Aku tidak sabar ingin melihatnya" Kevin terlihat mencari ke segala arah.


"Mommy sedang mengganti popoknya, tunggulah sebentar" Cla meninggalkan mereka dan bermaksud untuk memanggil Amanda. Namun langkah nya terhenti saat Kendra dan Amanda membawa Nathan dan Nathar di pangkuan mereka.


"Daddy, coba lihat. Mereka benar-benar ada" Kevin terlihat bahagia.


"Tentu saja Boy mereka ada"


Amanda dan Kendra duduk berdampingan, Cla dan Kevin menghampiri mereka.


"Kak Kevin, ini namanya de Nathal dan ini de Nathal" Cla menunjuk adiknya secara bergantian.


"Kenapa nama mereka sama?" Kevin kebingungan.


"Tidak sama, ini Nathal yang ini Nathal" Cla mempertegas suaranya.


Semua yang ada di ruangan itu tertawa melihat tingkah menggemaskan Cla.


"Yang benar, Nathan dan Nathan sayang" Amanda meluruskan.

__ADS_1


"Iya maksudku itu Mommy" Cla terlihat merajuk.


Cla dan Kevin terlihat kelelahan hingga mereka tertidur. Ziano dan Kendra memilih taman belakang untik mereka mengobrol.


Sedangkan Vita dan Amanda, mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol, bahkan Vita menggendong Babby Nathan dan Babby Nathar bergantian. Vita yang ramah kini terlihat akrab bersama Amanda.


"Mereka sangat lucu"


"Tentu saja, mereka terlihat sangat mirip" Amanda melihat Nathan dan Nathar secara bergantian. "Dokter bilang, mereka kembar identik, jadi akan terlihat sangat mirip"


"Aku benar-benar tak sabar melihatnya tumbuh besar" Vita melihat mereka dengan gemas.


"Sejak dulu Aku ingin sekali punya anak kembar"


"Aku ingin sekali menikah Kak, dan berkeluarga. Teman-temanku di desa sudah banyak yang berumah tangga"


"Jangan terburu-buru, pilihlah calon suami mu dengan benar. Memangnya Kamu sudah mempunyai calon?"


"Belum Kak, tapi beberapa waktu lalu..." Vita menceritakan kedekatannya dengan Ziano.


"Oh begitu ya" Ada perasaan khawatir dari Amanda kepada Vita, namun dia tidak bisa menceritakan masa lalunya bersama Ziano.


"Menurut Kak Manda, Tuan Ziano bagaimana orangnya? Aku dengar kalian sudah saling mengenal sejak lama"

__ADS_1


"Ya? Oh itu, kebetulan Ayah kami saling mengenal makanya Kami sering bertemu dan saling mengenal juga"


"Aku lihat, Tuan Ziano sangat menyayangi anaknya. Itu yang membuatku kagum kepadanya"


Amanda nampak sedikit terkejut "Oh itu... Ya, dia sangat menyayangi Kevin"


"Pertama bertemu dengannya, Aku mengira dia seperti bos pada umumnya, cuek kepada keluarga dan terlihat menutup diri. Namun Tuan Ziano tidak seperti itu, dia sangat peduli kepada Tuan Kevin. Bahkan dia selalu membawa Tuan Kevin ke kantor hanya karena ingin memperhatikannya."


Amanda hanya menganggukkan kepalanya mendengarkan cerita Vita.


"Kak Manda, boleh aku bertanya sesuatu?"


"Iya kenapa Vita?"


"Tapi maaf jika ini menyinggung perasaanmu. Aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya"


"Baiklah, Aku tidak akan memaksakan diri untuk menjawab. Jadi apa yang ingin kamu tanyakan?"


Vita tersenyum kemudian secara hati-hati dia bertanya "Apa benar Kak Amanda adalah mantan istri Tuan Ziano?"


Amanda nampak terkejut, "Kamu mengetahuinya?"


"Tidak, Aku hanya menebak. Aku pernah mendengar nama mantan istri Tuan Ziano adalah Amanda, dan tanpa sengaja Aku mendengar pembicaraan Tuan Ziano bersama Cla saat di mobil. Ada beberapa pembicaraan Tuan Ziano yang menunjukkan kalau Kalian saling mengenal dengan sangat baik"

__ADS_1


Amanda memaksakan senyumnya "Itu hanya masa lalu bagi Kami. Sekarang Aku sudah menemukan kebahagiaan, dan Aku harap Ziano menemukannya juga"


__ADS_2