Istri Ceo

Istri Ceo
Lamaran Kevin


__ADS_3

Vita benar-benar terharu, dia terlihat menutup mulutnya dan air mata menggenang di pelupuk matanya.


Kevin dan Ziano menghampirinya, Ziano menggendong Kevin dan menurunkannya tepat di hadapan Vita. Vita tersenyum melihat Kevin yang memakai tuxedo. "Kamu tampan sekali" Vita mencubit pipi Kevin dengan gemas.


"Tentu saja, bahkan Aku tidak kalah tampan dari Daddy" semua orang tertawa mendengar celoteh Kevin.


Kevin memegang sebuah kotak yang tadi dibeli oleh Vita dan Ziano, Vita merasa heran kenapa kotak itu ada pada Kevin.


Tiba-tiba Kevin membuka kotak itu dan "Kak Vita, Kak Vita mau kan jadi Mommy Kevin mulai hari ini dan selamanya?"


Vita menutup mulutnya dan air mata mengalir begitu saja di pipinya. Semua orang begitu terharu melihatnya.


"Sayang, Kak Vita mau... Kak Vita mau jadi Mommy nya Kevin" Vita berjongkok dan memeluk Kevin. Kevin membalas pelukan Vita.


Ziano memasangkan cincin di jari manis Vita "Terimakasih karena sudah menerima ku bersama Kevin sayang" Ziano mengecup tangan Vita. Vita menganggukkan kepalanya "Terimakasih kembali Mas" mereka pun berpelukan diiringi tepuk tangan semua orang yang berada di ruangan itu.


"Jadi boleh Aku memanggilmu Mommy?" Kevin menatap Vita.


"Tentu saja boleh sayang" Vita kembali memeluk Kevin.


"Mommy, Aku mempunyai Mommy" Kevin berteriak senang.


Semua orang memberikan ucapan selamat kepada mereka bertiga. "Selamat Bro, semoga lo bahagia bersama Vita dan Kevin" Kendra menepuk bahu Ziano.

__ADS_1


"Terimakasih bro, sudah hadir mendoakan kami" Mereka berpelukan.


"Selamat Kak Zino, Aku turut berbahagia untuk kalian"


"Terimakasih Amanda, semoga kalian juga selalu berbahagia" Amanda tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Amanda memeluk Vita "Selamat sayang, akhirnya keinginanmu tercapai"


"Iya terimakasih Kak, ternyata kemarin Mas Ziano mendengar semua obrolan kita"


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu" Vita terlihat senang.


"Loh syukur Kak, untung Kita tidak membicarakan yang buruk-buruk tentangnya" Vita masih berbisik.


"Kau jahat sekali Kak, kenapa tidak memberitahuku kalau Mas Ziano menghampiri" Vita memanyunkan bibirnya.


"Memang apa salahnya kalau kalian melangsungkan pernikahan besok? Lebih cepat kan lebih baik" Amanda tersenyum senang melihat kebahagiaan terpancar dari Ziano dan Vita.


"Kak Manda... Jangan mengompori dia" Vita mencubit lengan Ziano.


"Baiklah, Aku akan menemui Nathan dan Nathar dulu. Kalian selamat berbahagia ya" Amanda meninggalkan dua insan yang sedang berbahagia itu.


Ibu dan Bianca terlihat sedang berbincang, mereka sangat bahagia saat mengetahui Ziano sangat mencintai Vita. Mereka tidak menyangka kalau anak manja itu sebentar lagi akan menikah dengan CEO ternama di negeri ini.

__ADS_1


"Lalu kapan Kamu akan mengenalkan kekasihmu itu nduk?"


"Ke...Kekasih yang mana Bu?" wajah Bianca terlihat memerah.


"Ibu sering memergoki kalian sedang bertelpon, dengan siapa kalau bukan dengan kekasihmu"


"Emm anu Bu, dia hanya teman kantorku. Kami hanya berteman"


"Tapi Ibu liat Kamu begitu bahagia saat bertelpon dengannya"


"Dia beneran temanku Bu, tidak lebih. Dia hanya melakukan kerja sama dengan perusahaan Z, makanya dia sering menghubungiku" wajah Bianca benar-benar merah.


"Klien ku yang mana yang suka mengganggumu?" Ziano duduk bergabung bersama Ibu dan Bianca.


"Tuan..."


"Ziano, Aku adikmu sekarang. Jadi siapa yang berani mengganggu Kakak ku dengan alasan pekerjaan?" Ziano tersenyum


"Itu, itu tidak apa-apa. Lupakan saja" wajah Bianca terlihat merah dan sedikit berkeringat.


"Kenapa disini panas sekali? Apa AC nya mati?" Bianca mengipas-ngipaskan tangannya.


"Nona Bianca? Ternyata Anda disini juga?" Seorang laki-laki tampan tiba-tiba menghampiri Bianca.

__ADS_1


__ADS_2