
Kendra melihat Amanda yang tiba-tiba menangis dan memasuki kamar. Kendra mengikutinya.
"Sayang, ada apa?"
Namun bukannya menjawab, Amanda malah menangis semakin menjadi. Kendra curiga ada sesuatu pada hand phone nya, dia pun mengambil dan membuka kunci ponsel milik Amanda. Kendra terkejut sekaligus marah. Sasa mengirim gambar yang mana Kendra sedang dipeluk dari arah belakang dan gambar yang kedua Sasa sedang menangis dengan pakaian yang sudah robek bagian depannya.
Kendra menghapus kedua gambar tersebut kemudian memeluk Amanda. Amanda masih terus menangis. Kendra terus memeluk Amanda hingga akhirnya tubuh Amanda sudah tidak lagi bergetar karena menangis. Kendra menghapus air mata di pipi Amanda.
"Maafkan aku sayang karena tidak bicara lebih awal darimu" Kendra menggenggam tangan Amanda.
"Tadi Sasa datang ke kantor ku. Dia berkata ingin meminta bantuanku untuk merubah hasil tes DNA Ziano dan Kevin. Tentu saja aku menolaknya, namun tanpa diduga dia menunjukkan sifat aslinya. Dia... Dia tiba-tiba memelukku, dan ketika aku menjauhinya dia merobek pakaiannya sendiri. Aku meninggalkan dia dan langsung kemari. Sayang aku berkata yang sebenarnya, aku tidak berbohong."
Amanda masih menundukkan kepalanya.
"Sayang, lihat mataku. Aku ingin kamu melihat tidak ada kebohongan di mataku" perlahan Amanda mengangkat kepalanya dan menatap Kendra. Ada kesedihan disana dan air mata mulai membasahi bola matanya. Amanda langsung memeluk Kendra dengan sangat erat.
"Maafkan Aku Bie, Aku takut..." Amanda kembali menangis.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu dan Cla, aku tidak akan bisa hidup tanpa kalian. Aku mohon, tetap percaya padaku sayang" Amanda menganggukkan kepalanya.
Sasa uring-uringan karena tidak ada respon sama sekali dari Amanda.
"Dia sudah membaca pesanku, kenapa hanya diam saja?"
__ADS_1
Sasa mencoba menelpon nomor Amanda namun sepertinya nomornya di blokir.
"Aku harus menemuinya" Sasa nekad untuk menemui Amanda di rumah orangtua Kendra.
Dia melajukan mobilnya menuju komplek perumahan mewah.
Bel berbunyi beberapa kali hingga akhirnya security membuka gerbang.
"Maaf Nona, Anda mencari siapa?"
"Saya mencari Amanda, saya teman baiknya" Sasa memperlihatkan foto bersama Amanda.
"Baik silahkan masuk"
"Apa kabar?" Sasa memeluk Amanda, namun Amanda tidak membalasnya.
"Ada apa?"
"Aku hanya mampir. Sebenarnya aku..."
"Aku sudah tahu semuanya" Amanda memotong pembicaraan Sasa.
"Maafkan Aku Amanda, aku benar-benar khilaf. Aku datang untuk meminta bantuan Kendra namun tanpa diduga dia malah..." Sasa menangis di depan Amanda. Namun Amanda sama sekali tidak merasa iba.
__ADS_1
"Aku percaya kepada suamiku dan aku rasa kamu tidak akan bisa menggunakan cara lama kepada Kendra"
"Aku tidak berbohong, Kendra yang menggodaku. Dia bahkan merobek pakaianku karena aku tidak mau melayaninya" Amanda menamp*r pipi Sasa.
"Belum cukup kamu melakukan kebohongan? Belum cukup kamu menghancurkanku? Apa salahku kepadamu Sasa? Aku bahkan tidak mengenalmu tapi kenapa Kamu begitu ingin menyakitiku?"
"Aku iri kepadamu, Aku merebut Ziano karena dia sangat menyayangimu bahkan ketika kamu tidak memberinya keturunan. Dan sekarang Kendra begitu membelamu begitu mencintaimu padahal kamu hanya seorang janda"
"Cukup...." Kendra mendekati Amanda.
"Apa kamu tahu kalau di ruanganku ada cctv pribadi? Aku bisa melaporkan mu atas kebohongan yang kamu lakukan, dan aku juga bisa melaporkanmu kepada Ziano karena sampai saat ini kamu masih berhubungan bersama Frans" Amanda dan Sasa begitu terkejut.
"Sehina itu kah kamu Sasa? Kamu benar-benar perempuan picik"
Sasa tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia benar-benar sudah terjebak.
"Jadi sekarang berhenti menganggu keluarga kami dan pergi dari kehidupan kami sekarang juga"
Sasa segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Leonard dengan perasaan kesal.
nb: Hayoo Kakak-Kakak Zeyeeeeng jangan lupa like dan komen yaa
sekalian minta vote nya juga yaa
__ADS_1
Salam hangat dari Author pemula ini 🤗🤗