Istri Ceo

Istri Ceo
Nekad


__ADS_3

Ziano dan Felix sudah sampai di depan rumah Bianca. Mereka mengetuk pintu secara bergantian namun tidak ada yang menjawab ataupun membukakan pintu.


"Kenapa mereka tidak membuka pintu? Sayang, Kamu di dalam kan?" Ziano mengetuk kembali pintu yang masih tertutup rapat itu.


"Maaf Tuan, Anda mencari siapa? Saya lihat mereka keluar beberapa waktu lalu" Seorang Ibu melihat Ziano dan Felix yang terus-terusan mengetuk pintu.


"Mereka? Maksudnya Ibu beserta Bianca dan Vita?" Felix menghampiri Ibu tersebut.


"Iya, Saya melihat mereka pergi memakai mobil"


"APAAA????" Ziano dan Felix benar-benar terkejut.


"Ibu mertua kita pinter banget" tubuh Felix tiba-tiba melemas.


"Jadi gimana sekarang? Gue nggak mau tau. Ini rencana lo kan?" Ziano duduk di sebelah Felix.


"Jangan tanya gue deh, lo kan tau gue juga kecewa banget"


"Apa kita susul mereka?" Ziano bersemangat.


"Gila lo Kak, Gue nggak mau gagal nikah. Lo aja sana, jangan ajak gue buat jadi anak yang membangkang orang tua"


"Adik nggak ada akhlak lo" Ziano menjitak kepala Felix.


"Semua orang patuh sama Kita, lah sekarang Kita kalah sama Mereka" Felix memasang wajah sedih.

__ADS_1


"Udah Lo jangan hasut gue buat jadi anak yang membangkang lagi"


Tuut tuuutttt... Terdengar suara klakson mobil dari luar gerbang. Ziano dan Felix langsung menghampiri mobil tersebut.


"I...Ibu..." Ziano dan Felix begitu terkejut.


Ibu turun dari mobil serta diikuti oleh Vita dan Bianca.


"Oh jadi ini rencana kalian, awas yaaa" Ibu menjewer kedua ceo yang sangat disegani orang itu.


"Aduh aduh, ampun Bu... Aku hanya merindukan putri Ibu. Maafkan Bu.. Ampun.."


Vita dan Bianca hanya tertawa melihat kedua orang tersebut. Bagaimana mungkin kedua ceo itu begitu tunduk kepada Ibu.


***


"Sekali lagi maafkan Kami Bu" Ziano benar-benar merasa bersalah.


"Tidak apa-apa nduk, Ibu senang melihat kalian seperti ini. Itu artinya kalian benar-benar menyayangi anak-anak Ibu" Ibu memeluk Ziano dan Felix.


"Benarkah? Kalau begitu, Kami besok akan kembali Bu"


Ibu menjewer telinga Felix, "Dasar anak nakal, awas kalau berani membangkang Ibu lagi"


Ziano, Vita dan Bianca tertawa melihat tingkah Ibu bersama calon menantunya itu.

__ADS_1


***


Hari pernikahan pun tiba.


Vita dan Bianca sedang sibuk di kamar rias, sedangkan Ziano dan Felix sudah tidak sabar untuk menuju pelaminan.


"Kenapa mereka lama sekali?" Felix melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Sabarlah, nanti lo bisa bawa Bianca pulang. Puas-puasin lo" Ziano tertawa melihat wajah Felix yang tiba-tiba berbinar.


"Benar Kak, nanti Aku tidak sendirian lagi" Felix refleks memeluk Ziano.


"Gila lo, lepasin Gue. Gue masih normal" Ziano melepas pelukan Felix. "Kelamaan Jomblo lo, jadi kaya Zombie"


"Iya bener, kurang lebih empat bulan gue jomblo gara-gara ditinggal merried"


"Jangan bilang lo hanya balas dendam?" Ziano mendekati Felix dan mencengkram lengannya.


"Kalem bro, gue ngga segila itu. Gue beneran sayang sama Bianca. Dia beda sama mantan-mantan gue yang lainnya. Dia sangat menjaga harga dirinya, nggak kaya mantan-mantan gue yang rela menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang demi uang"


"Dan lo ikut jatuh juga kan?" Ziano mendelik.


"Gue khilaf bro, tapi udah lama gue tobat. Gue ngga kaya gitu lagi"


"Awas aja kalo lo berani nyakitin Bianca, harga diri taruhannya"

__ADS_1


__ADS_2