Istri Ceo

Istri Ceo
Kedatangan Ibu dan Vita


__ADS_3

Sore hari Travel baru datang menjemput Vita dan Ibunya. "Kami sudah di travel Kak"


"Baguslah, hati-hati ya"


Hari ini pekerjaan Bianca cukup padat. Rencananya bulan depan perusahaan akan buka anak cabang. Banyak proposal yang harus Bianca siapkan, hampir semua karyawan bekerja lembur hari ini.


Ziano memanggil Bianca ke ruangannya. "Apa Adikmu sudah sampai? Jika sudah lebih baik dia segera kemari"


"Maaf Tuan, tapi mereka masih dalam perjalanan. Travel yang menjemputnya terlambat. Mungkin akan sampai dua jam lagi" Bianc menundukkan kepalanya.


"Seharusnya Kamu bicara padaku, Aku bisa menjemput mereka menggunakan pesawat"


Bianca terkejut "Ma..Maaf Tuan, tapi di desa Kami tidak ada tempat untuk pesawat landas"


"Kenapa Kamu tinggal di tempat terpencil begitu? Aku heran kenapa orang-orang betah berada di tempat seperti itu"


Bianca menundukkan kepalanya tanpa menjawab.


"Kembali bekerja!"


"Baik, permisi Tuan"


Sesampainya di meja kerja Bianca bergumam "Huft malah Aku bingung kenapa orang kaya lebih menyukai kota? Padahal di desa kita bisa relax saat melihat pemandangan yang sangat asri. Berbeda dengan kota yang padat bahkan udara bersih pun sangat susah. Sepertinya Anda harus mencoba mendatangi desa Tuan"


Bianca melanjutkan pekerjaannya. Jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Bianca baru bangun dari kursinya dan meregangkan otot-ototnya. "Lelah sekali hari ini"


Ziano keluar dengan menggendong Kevin di pundaknya. "Minta adikmu untuk kemari besok, sepertinya Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi"

__ADS_1


"Baik Tuan"


Ziano memasuki lift dan pergi meninggalkan geduh tinggi nan luas itu.


Sesampainya di rumah, Bianca merebahkan badannya dan mengecek ponsel. Belum ada kabar dari Vita.


"Vita, Kamu dimana?"


"Aku tidak tahu ini dimana Kak. Aku akan mengirimkan lokasiku saat ini ya"


"Baiklah, hati-hati ya"


Bianca menerima kiriman lokasi dari Vita "Sebentar lagi mereka sampai" Bianca memesan makanan cepat saji untuk adik, ibu dan dirinya.


"Kak, Aku di luar. Keluarlah Kak, Aku tidak tahu yang mana rumah Kakak"


"Oke aku datang"


Bianca membuka pintu dan terlihat Adik dan Ibunya berada di depan gerbang.


"Masuklah Bu, dek"


Mereka memasuki rumah tersebut.


"Assalamu'alaikum. Oh jadi ini rumahmu nduk, enak sekali tempatnya"


Bianca tinggal di sebuah perumahan, rumah dengan ukuran sedang yang dia pilih.

__ADS_1


"Wa'alaikumsallam. Ini hanya perumahan kecil Bu, nanti kalo Vita udah bekerja dengan Pak Ziano, dia mungkin akan membeli apartemen mewah"


"Sekaya itu Pak Ziano Kak?"


"Dia lebih kaya dari itu Vi, Dia pemilih perusahaan no satu di negeri ini"


"Wah Aku jadi takut Kak, Aku harus benar-benar menjaga anaknya nanti"


"Ssshh nduk, bekerja itu tetap harus benar. Tidak peduli siapa bos mu. Yang mengawasimu adalah hatimu. Kamu tidak bisa membohonginya"


"Iya iya bu" Vita merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Seseorang datang membunyikan bel rumah.


Bianca datang membawa makanan. "Siapa nduk? Loh makanan dari siapa?"


"Tadi Bang Ojol datang anterin makan ini Bu"


"Kenapa tidak mampir? Kalo ada tamu itu dibiasakan ajak mampir jangan hanya sampai gerbang. Tidak baik nduk"


"Ibuu, dia itu tukang ojeg. Masa tiap pesan makanan harus diajak mampir. Kan serem Bu" Vita menyaut dengan mata tertutupnya.


"Lah kirain temen Kamu, tadi siapa katamu?"


"Bang Ojol Bu, Ojeg Online"


"Oh begitu, maklum lah nduk di kampung tidak ada yang seperti itu. Tukang ojeg aja hanya ada dua, Bang Gundul dan Bang Toge"

__ADS_1


Vita dan Bianca tertawa mendengar penjelasan Ibunya. Merekapun makan bersama sambil sesekali mengobrol.


__ADS_2