
Mereka berdebat saat menentukan tema prewedding. Karena ini prewedding dadakan maka cukup sulit saat mereka mempunyai persepsi yang berbeda.
"Sudahlah Kak, kita lakukan Indoor saja"
"Kenapa harus indoor sayang, kita bisa berangkat sekarang juga untuk mendapatkan angel yang bagus"
"Tapi kemana Kak ?"
"Iya kamu maunya kemana ?"
"Aku manya disini saja Kak" Amanda bersikukuh untuk melakukan foto prewedding di studio.
"Bagaimana kalau kita pergi ke paris, disana kota cinta"
"Paris ? Itu tidak akan cukup satu hari Kak. Kakak tidak ingin ketinggalan acara resepsi pernikahan kita gara-gara foto prewedding ini kan ?"
"Kita bisa menyelesaikannya lebih cepat sayang. Satu hari jadi kok"
Amanda menepuk keningnya, bagaimana mungkin hanya untuk prewedding mereka harus pergi ke Paris, sedangkan acara pernikahan hanya tinggal beberapa hari lagi.
__ADS_1
"Jangan keluar kak, kita di dalam saja. Kita cari tempat yang bagus sekitaran sini. Zaman sekarang kamera itu canggih, bisa membuat efek yang sangat cantik sekalipun kita berfoto di tengah genangan air"
"Baiklah sayang, tapi tidak di tengah genangan air itu"
"Air ? Bagaimana kalau laut Kak ? Kita ambil tema pantai saja. Bagaimana ?"
"Bukan ide yang buruk, ayo kita segera pergi"
Mereka beserta tim fotografer pergi menuju pantai terdekat, waktu yang ditempuh hanya sekitar tiga puluh menit.
Amanda menggunakan gaun putih yang tertiup angin dan Kendra yang memakai pakaian cassual terlihat sangat serasi. Mereka bergandengan tangan menyusuri pantai, tim fotografer mengambil beberapa gambar dari belakang
Setelah kegiatan prewedding selesai mereka benar-benar kelelahan. "Huft segini aja udah cape ya Kak, bagaimana kalau ke paris ?" Amanda mengejek Kendra.
"Paris ? Kita coba nanti setelah nikah" Kendra berbisik di telinga Amanda membuat wajah Amanda memerah.
__ADS_1
Mereka makan bersama di sebuah restoran di tepi pantai sambil menikmati angin pantai dan deburan ombak. "Jadi ingat dulu ya kak, saat pertama kita makan bersama" Amanda mengingat beberapa kenangan di Bali bersama Kendra.
"Iya, bedanya sekarang kamu adalah milikku, tidak lama lagi kamu akan menjadi istriku" Kendra mengecup tangan Amanda
"Terimakasih Kak, aku mencintaimu" dengan suara yang hampir tidak terdengar.
"Apa ? Aku tidak mendengarmu sayang" Kendra mendekatkan wajahnya
"Tidak apa-apa, sudahlah kalau Kakak tidak mendengar" wajah Amanda sangat merah, ada perasaan malu dan kesal di wajahnya.
Kendra mencium bibir Amanda dengan lembut, ditambah dengan angin yang menerpa wajah mereka serta suara deburan ombak.
"Aku juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu" Kendra melepas ciuman itu. Namun tanpa disangka Amanda balik mencium Kendra. Ciuman lembut yang berubah menjadi panas. Amanda memeluk leher Kendra dan Kendra merengkuh pinggang Amanda sehingga tubuh mereka menjadi dekat, bahkan sangat dekat.
Tiba-tiba seseorang mengejutkan mereka "Ehm maaf tuan, makanannya sudah siap"
Mereka langsung melepaskan satu sama lain. Wajah Amanda dan Kendra terlihat sangat merah karena menahan malu.
"Iya terimakasih" Pelayan itu meninggalkan mereka. Sejenak suasana berubah menjadi hening, ada kecanggungan diantara mereka. Namun "Kruuukkkk" perut Kendra berbunyi, mereka saling pandang kemudian tertawa bersama.
__ADS_1
"Ayo makan Kak" Amanda mengambilkan beberapa makanan untuk mereka. Mereka makan bersama tanpa ada rasa canggung kembali.