
Hari-hari terus berlalu seperti biasa, Kendra sudah kembali dengan aktivitas biasanya begitu pula dengan Amanda. Amanda memutuskan untuk tetap bekerja karena dia akan merasa jenuh jika seharian berada di apartemennya. Namun Amanda bekerja sebagai sekretaris pribadi Kendra sehingga bekerja di ruangan Kendra. Tentu saja Amanda menolak, namun karena berbagai alasan akhirnya Amanda menyetujui keputusan Kendra.
Tiba di kantor Kendra muntah-muntah, Amanda begitu kebingungan, apa mungkin dia mengalami mabuk kendaraan? Mengingat mereka baeru saja kembali dari honeymoon di Paris.
Amanda mengusap punggung Kendra berharap bisa membantunya "Baikkan Kak ?"
"Masih mual... Hoeeekkkk" Kendra kembali muntah. Amanda mengoleskan minyak angin ke tubuh Kendra, namun justru Kendra semakin mual. "Sayang, apa yang kamu berikan ? Kenapa sangat bau ?"
"Ini minyak angin Bie (Hubby), Aku rasa kamu masuk angin karena perjalanan"
"Tapi ini sangat bau sayang... Hoeeekkkk"
Amanda semakin kebingungan "Mi...Minyak angin nya sudah menempel di tubuh mu Bie, bagaimana ?" Amanda akhirnya menyiapkan air panas untuk membersihkan tubuh Kendra, Kendra membuka seluruh pakaiannya dan Amanda membantu membersihkan tubuh Kendra. "Sayang, jangan gunakan sabun itu, bau sekali" Kendra menutup hidungnya. Amanda membersihkan sabun di tubuh Kendra. Kendra memasuki kamar yang ada di ruangannya, Amanda kembali membantu memakaikan baju Kendra "Sayang, ada baju lain tidak ?"
"Kenapa ? Apa baju ini terlihat jelek ?" Amanda membeberkan baju tersebut. "Jangan dekatkan baju itu denganku, bau sayang" Kendra memelas.
Amanda benar-benar heran, kenapa dengan Kendra ? Amanda membatalkan semua agenda Kendra hari ini, dia ingin Kendra beristirahat seharian.
"Pulang aja yu Kak ?"
"Aku sudah baikkan sayang" kendra sudah terlihat sangat baik. "Tapi tadi kamu muntah-muntah, aku khawatir kamu kecapean"
__ADS_1
"Lebih baik kamu hubungi OB, minta dia anatarkan rujak mangga kesini, aku ingin yang segar-segar"
"Apa ? Tapi ini baru pukul sembilan pagi, bagaimana mungkin kamu makan itu ?"
"Sayaaaang, aku mau itu... Boleh yaa sayang?" Kendra memelas.
"Baiklah, tapi makan nasi dulu. Sejak pagi kamu belum makan nasi dan kamu mengeluarkan semua yang ada di dalam perutmu"
"Sayaaaaang..."
"Baiklah baiklah" Amanda mengalah dan menghubungi OB.
Kendra menghabiskan rujak mangga dengan sangat lahap, Amanda terkejut saat melihat piring yang semula penuh dengan rujak buah kini kandas tidak tersisa.
"Terimakasih sayang, ini sangat enak"
"Enak Kak ? Itu sangat masam" Amanda memang mencicipi beberapa potong mangga namun dia tidak kuat dengan rasanya yang masam.
Setelah menghabiskan rujaknya, Kendra terlihat lebih segar bahkan bekerja dengan normal, tidak ada tanda-tanda sakit atau apapun itu.
Jam makan siang.
__ADS_1
"Sayang, aku ingin nasi padang ya" Kendra masih menatap layar laptop.
"Oke Bie aku pesankan ya"
Setelah makanan datang Kendra mencicipinya, namun tiba-tiba "Ko tidak enak ya yank... Apa ini bukan nasi padang yang biasa ?"
"Ini aku pesen dari tempat biasa ko Bie, nih ada struk pembayarannya juga"
"Ahh mungkin ini palsu sayang, nama yang sama tapi aku yakin ini palsu. Rasanya tidak enak, ini eneg yank. Cobain deh" Kendra menyuapi nasi krpada Amanda.
"Enak ko Hubby, ini seperti biasa"
"Ini nasi padang palsu sayang"
"Ih kamu aneh deh Kak, sejak kapan nasi padang ada yang palsu" Amanda mengabaikan Kendra yang masih tetap mencicipi nasi padang dan berkata bahwa nasi padang tersebut palsu.
note :
Maafkan yaa Kakak Zheyeng kemaren aku ngga sempet Up dikarenakan ada pekerjaan lain.
Mohon pengertiannya dan tetap dukung novel ini yaa, jangan lupa like dan komen 😘😘
__ADS_1