Istri Ceo

Istri Ceo
Kepulangan Amanda


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Vita lebih banyak berdiam diri. Begitupun Ziano yang hanya berfokus pada jalanan. Ada yang mengganjal di hati mereka namun sulit untuk diungkapkan.


Sesampainya di halaman rumah Vita, "Besok Aku akan menjemputmu seperti biasa"


"Tidak usah Tuan, Saya akan berangkat bersama Kak Bianca saja" Vita menundukkan kepalanya.


"Apa Kamu baik-baik saja?"


"Ya... Saya baik Tuan" Vita memaksakan senyumnya.


"Sepertinya tidak, apa hari ini Aku menyakitimu?"


"Ti...Tidak Tuan, Anda sangat baik. Mana mungkin Anda menyakitiku" Vita semakin salah tingkah saat Ziano memfokuskan pandangannya.


"Aku harap besok mood mu sudah kembali membaik. Besok Aku menjemputmu seperti biasa dan selamat beristirahat" Ziano memasuki mobil tanpa menunggu persetujuan Vita. Vita hanya menatap mobil Ziano yang semakin menjauh. Ada perasaan sedih, kecewa pada dirinya. Namun dia menepisnya kembali, mungkin dia terlalu berharap sehingga merasa dikecewakan.


Beberapa hari berjalan seperti biasa, Vita kembali menjaga Kevin.


Hari ini Amanda pulang dari rumah sakit. Kevin yang mendengar kabar Amanda yang mempunyai dua bayi laki-laki ingin segera menghampirinya.


"Kapan Kita akan ke rumah Uncle Kend Daddy?" sejak pagi Kevin selalu merengek meminta Ziano mengantarnya ke rumah Kendra.

__ADS_1


"Nanti pulang kerja Daddy ya Boy"


"Lamaaa Daddy, Aku akan pergi bersama Kak Vita"


"Kalau begitu, setelah makan siang ya" Ziano meninggalkan Kevin bersama Vita karena Ziano harus menemui klien nya.


"Kak Vita sudah bertemu Babby Boys nya Aunty Amanda?"


"Hmm sudah Tuan muda"


"Kenapa tidak mengajakku, Aku marah" Kevin menyilangkan tangannya di atas dadanya.


"Waktu itu Kami tidak sengaja bertemu di rumah sakit. Lagi pula Daddy mu bilang nanti setelah makan siang Kita akan berangkat menemui Babby Boys"


"Tuan Muda, bukankah Kita baru saja sarapan?"


"Tapi Aku ingin segera berangkat" Kevin terus merengek dan Vita hanya menggelengkan kepalanya.


Kedatangan Amanda disambut haru oleh kedua mertuanya. Meri dan Selly pun berada disana untuk menyambut sahabatnya.


Saat mobil Kendra memasuki halaman rumah, Amanda melihat orang-orang yang ia sayangi menghampirinya.

__ADS_1


"Apa ini rencanamu Bie?" Air mata Amanda sudah tidak bisa dibendung lagi.


"Tidak, mereka menyayangimu dengan tulus sayang" Kendra mengusap pipi Amanda yang dipenuhi air mata.


Mereka turun dari mobil bersama dua orang perawat yang menjaga bayi mereka. Amanda mendapatkan pelukan hangat dari keluarga dan sahabat-sahabatnya.


"Mana keponakanku?" Selly menhampiri dua orang perawat. "Lucu sekali mereka Manda" Selly menggendong salah satu bayi Amanda dan Meri pun menghampirinya.


"Masuklah sayang, Kamu masih harus banyak beristirahat" Amanda digiring oleh Ibu Kendra.


"Baik Bu, terimakasih"


Sesampainya di rumah, Amanda benar-benar terharu saat melihat rumahnya sudah penuh dengan hiasan-hiasan yang disiapkan untuk menyambut kedatangannya.


"Kau suka Manda?" Meri terlihat bahagia saat melihat sahabatnya begitu takjub.


"Sangat, sangat bahagia. Terimakasih kalian semua. Aku sangat menyayangi kalian" air mata Amanda kembali mengalir di pipinya.


"Kenapa Aunty Mei membuat Mommy ku menangis?" Cla memisahkan Meri dan Amanda dengan tangan berada di kedua pinggangnya.


Mereka hanya tertawa melihat tingkah Cla. "Jaga Mommy mu, jangan sampai dia menangis lagi" Meri menggendong tubuh Cla.

__ADS_1


"Siap Aunty" Meri mencubit pipi gembul Cla dengan gemas.


Babby Nathan dan Babby Nathar pun menjadi pelengkap kebahagiaan mereka.


__ADS_2