
Ziano hendak keluar ruangan namun tiba-tiba mendengar Vita merengek kepada Bianca. Kemudian dia kembali duduk di mejanya dan mengingat kembali bagaimana Vita merengek.
"Meeting tiga puluh menit lagi" Ziano menelpon seseorang.
Tiga puluh menit kemudian Ziano memasuki ruangan meeting dan menampilkan proposal pada sebuah proyektor.
Disana tertulis mulai dari jadwal pemberangkatan dan beberapa nama orang kepercayaan Ziano yang akan tinggal di perusahaan juga akan mengikuti perjalanan bisnis. Bianca terkejut melihat namanya terdaftar di daftar orang yang akan mengikuti perjalanan bisnis.
"Ada beberapa revisi dalam proposal ini. Jadi Saya harap kalian segera mempersiapkannya" Ziano meninggalkan ruangan tersebut.
Semua orang kembali sibuk saat mendapatkan proposal revisi tersebut, tak terkecuali Bianca.
"Kenapa Aku tiba-tiba ikut? Bukankah kemarin beliau sudah memberikan pesan untuk mejaga kantor?" namun tetap mempersiapkannya kembali beberapa berkas.
"Apa? Pak Ziano menetapkan Kakak untuk ikut perjalanan bisnis?" Vita terlihat senang saat melihat Bianca yang sibuk mempersiapkan segalanya. Bianca hanya menganggukkan kepalanya.
"Aaaahh baik sekali Pak Ziano" Vita memeluk Bianca.
"Apa ini karena Kamu?" Vita menatap curiga.
"Karena Aku? Kenapa Kak?"
__ADS_1
"Kamu merengek kepada Pak Ziano?"
"Hah? Mana mungkin Kak, Aku tidak melakukan apapun. Bahkan mana berani Aku merengek kepada Pak Ziano. Bisa dipecat Aku Kak"
Ziano mendengarkan percakapan mereka. "Aku akan sangat senang jika Kamu merengek kepadaku" Ziano tersenyum melihat Vita yang merajuk.
Hari kepergian pun akan segera tiba, Vita saat ini sedang berada di rumah milik Ziano dan sibuk mempersiapkan perlengkapan Kevin.
"Sepertinya akan cukup, mari kita berlibur... eh maksudku menemani Daddy mu bekerja Tuan Muda" Vita berhasil mempacking tiga kantong besar barang-barang milik Kevin mengingat kepergian hari ini bisa memakan waktu kurang lebih sepuluh hari.
"Apa Anda memerlukan bantuan lagi Tuan?" Vita melihat Ziano yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Ah iya, boleh tolong packing pakaianku? Semuanya sudah siap di atas kasur, tinggal masukkan ke dalam koper. Aku lupa mempersiapkan sesuatu" Kemudian sibuk kembali dengan laptopnya.
"Mak...Maksud Anda di kamar Anda Tuan?"
"Iya, masuklah. Tidak ada siapa-siapa disana" Ziano masih fokus dengan laptopnya.
Dengan ragu Vita memasuki kamar Ziano kemudian melihat setumpuk pakaian di atas kasur. Vita mengambil koper dan mempacking pakaian Ziano. Setelah membereskan kemeja dan celana tinggal lah pakaian dalam Ziano.
"Bagaimana mungkin Aku harus menyentuh benda-benda ini? Oh Tuan Ziano, Anda benar-benar mencemari penglihatanku" Vita menutup matanya dan membereskan pakaian dalam milik Ziano dengan ragu. Ziano yang melewati kamarnya terlihat menahan tawa saat melihat mata Vita yang tertutup dengan tangan yang meraba-raba mencari keberadaan pakaian dalam miliknya.
__ADS_1
"Tuan, Anda benar-benar mencemari tanganku. Ini pertama kali Aku menyentuh milikmu"
Ziano semakin menahan tawa saat melihat Vita menggerutu seperti itu.
Saat dikira semua selesai Vita membuka matanya dan menarik nafas dalam. Ziano langsung pergi meninggalkannya.
"Sepertinya barusan ada orang disana?" Vita melihat ke arah pintu.
Hari sudah malam, Vita pamit pulang kepada Ziano.
"Antarkan dia pulang" Ziano memberi perintah kepada salah satu ART untuk menyampaikannya kepada supir Ziano.
"Tidak Tuan, tidak usah. Saya akan memesan ojeg online"
"Ikuti Aku" Ziano meninggalkan Vita, Vita mengikuti dengan bingung.
Ziano memasuki sebuah mobil dan berada di belakang kemudi. "Mau kemana Tuan?"
"Naik saja"
Vita tidak bisa membantah, dia mengikuti intruksi Ziano.
__ADS_1
"Aku akan mengantarmu pulang"
Vita terkejut mendengarnya.