Istri Ceo

Istri Ceo
Penjelasan Sasa


__ADS_3

Kendra menyodorkan beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Sasa sebagai saksi. Sasa terlihat ragu dengan apa yang akan dilakukannya.


"Apa keuntungan yang aku dapatkan ?"


Amanda terkejut kemudian menatap Kendra. Dia tidak menyangka kalau Sasa yang baru saja menangis dan meminta maaf padanya meminta keuntungan dari perceraiannya dengan Ziano. Kendra tersenyum sinis kepada Sasa. "Apa yang kamu inginkan ?"


Amanda langsung memotong pembicaraan mereka "Bukankah kalau aku bercerai dengannya kamu bisa menjadi istri sah nya ? Dan kalian tidak perlu menyembunyikan status kalian ?"


"Hahaha apa kamu pikir sekarang aku menginginkan Ziano menikahiku ?"


Amanda sangat terkejut "Sejak dulu bahkan saat pertama kita berhubungan, aku sudah memintanya untuk menceraikan mu. Tapi apa hasilnya ? Dia selalu membanding-bandingkan aku dengan mu. Dan tentu saja di matanya kamu lah wanita terbaik itu"


Amanda semakin terkejut dengan kata-kata Sasa "Ti..tidak mungkin, dia telah mengkhianatiku. Bagaimana mungkin dia mengatakan demikian ?"

__ADS_1


"Apa kamu pikir aku ingin selamanya menjadi wanita simpanannya ? Aku ingin hidup normal, sering aku memintanya untuk menceraikanmu, tapi selalu gagal. Dia memberikan satu syarat kepada ku jika aku ingin dinikahi olehnya"


"Apa syarat itu ?" Amanda penasaran


"Hamil, dia bilang kamu perempuan man**l. Dia menginginkan anak dariku. Tapi sekian lama kami berhubungan, bahkan kami melakukan lebih dari satu kali dalam sehari, aku tak kunjung hamil. Itu adalah satu-satunya kelebihan yang aku dapatkan jika dibandingkan denganmu. Aku sudah memeriksakan diriku ke dokter kandungan juga mengkonsumsi obat penyubur, tapi nihil. Aku rasa, Ziano lah yang tidak bisa memproduksi keturunan" Amanda mulai bergetar mendengar penjelasan yang begitu panjang dari Sasa.


"Apa itu artinya aku akan terjebak dalam situasi ini selamanya ?" Amanda menangis


"Tidak, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Jika kita bisa mengirimkan gugatan cerai kepada Ziano, kenapa kita tidak melakukan itu ? Aku tidak peduli apapun resikonya" Kendra memegang tangan Amanda mencoba untuk menenangkan Amanda.


"Te..Terimakasih Sasa"


"Kamu tidak perlu berterimakasih kepada ku. Aku yang seharusnya berterimakasih karena aku sudah sangat menyakiti mu" Sasa menatap Amanda "Aku benar-benar minta maaf, maafkan aku Amanda. Benar yang dikatakan Ziano, kamu sangat baik. Kamu tidak pantas untuk dibandingkan dengan aku. Maafkan aku" Sasa menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan mu. Aku harap kamu bisa menemukan kebahagiaan mu" Amanda tersenyum kepada Sasa.


"Jika kamu membutuhkan bantuan ku. Kamu bisa menghubungi ku. Aku duluan, sudah ada yang menjemputku di depan" Ponsel Sasa berdering kemudian dia pergi meninggalkan Amanda dan Kendra.


Mereka menatap kepergian Sasa, namun betapa terkejutnya mereka. Sasa dijemput oleh seorang pria yang ternyata bukan Ziano. Nampak laki-laki itu mencium pipi Sasa dan masuk ke dalam mobil.


"Apa Sasa bisa dipercaya ?" Amanda menatap Kendra


"Entahlah, yang pasti sekarang kita sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan. Nanti kita akan membuat janji dengan Gio" Amanda menganggukkan kepalanya. "Mau makan disini sekalian ?"


"Tidak kak, sudah lama sekali aku tidak memasak. Aku ingin memasak hari ini"


"Baiklah ayo kita pulang" Kendra membayar semua tagihan kemudian menyusul Amanda yang sudah berada di luar kafe.

__ADS_1


Setelah sampai apartemen, mereka dikejutkan dengan kehadiran Ziano di depan apartemen.


__ADS_2