Istri Ceo

Istri Ceo
Kehidupan baru Vita dan Ziano


__ADS_3

"Anda baik-baik saja Tuan, dan dari hasil pemeriksaan hanya ada sedikit masalah. Bisa jadi karena Anda sudah bekerja keras sejak usia yang bisa dibilang masih sangat muda sehingga membuat Anda stress dan juga efek dari alkohol yang Anda konsumsi pada saat usia Anda belum siap dengan minuman tersebut"


"Lalu bagaimana solusinya dok? Tidak mungkin kalau Saya baik-baik saja, karena dilihat dari latar belakang masalah Saya..."


"Anda benar Tuan, efek tersebut tidak akan hilang dengan sendirinya. Saya akan meresepkan beberapa vitamin untuk Anda. Saya sarankan Anda untuk beristirahat dahulu dari dunia kerja, sampai Anda benar-benar siap. Bebaskan fikiran Anda dan nikmati kehidupan Anda sejenak"


Ziano membenarkan perkataan Dokter tersebut. Sejak lulus kuliah dia mulai terjun ke dunia bisnis. Bahkan dia harus menjadi ceo dari perusahaan terbesar di negeri ini. Tak lama kemudian dia menikahi Amanda karena bisnis. Maka dari itu yang ada difikirannya hanyalah kerja dan kerja. Bahkan sejak menikahi Amanda, dia tidak pernah pergi berlibur. Tak jarang dia menghabiskan banyak minuman untuk menghilangkan stress. Pola hidupnya yang tidak sehat yang menjadikannya seperti ini.


Vita dan Ziano pulang ke hotel. Ziano sangat senang saat mendengar kalau dirinya baik-baik saja. Ziano berjanji akan memulai hidup sehat mulai saat ini.


***


Saat pagi hari, Ziano dan Vita melakukan joging di taman sekitar hotel. Mereka memutuskan untuk tinggal di London lebih lama lagi.


"Apa sebaiknya Kita membeli rumah disini?" Ziano dan Vita tengah beristirahat di pinggir taman.


"Ide bagus, daripada Kita menginap terus di hotel. Iya kan Mas?"

__ADS_1


"Baiklah, nanti Aku akan meminta Felix untuk mencarikan rumah untuk Kita"


"Iya Mas"


Satu minggu kemudian Vita dan Ziano disibukkan dengan acara pindah rumah.


Rumah yang minimalis, jauh dari kata mewah namun sangat nyaman untuk ditinggali. Mereka memilih rumah di pedesaan. Dengan pemandangan perkebunan dan juga peternakan.


"Senang sekali akhirnya Kita bisa menempati rumah ini" Ziano dan Vita duduk di depan rumah dengan pemandangan yang sangat indah.


"Lalu bagaimana dengan Kevin Mas?"


"Iya Mas, Aku harap keputusan Kita untuk menetap disini beberapa waktu adalah keputusan yang baik"


"Iya Sayang"


Waktu terus berganti. Sudah hampir lima bulan mereka tinggal di rumah ini. Setiap pagi Ziano dan Vita berjalan-jalan mengelilingi desa. Warga disana sangat ramah dengan adanya mereka. Bahkan Vita kini melakukan beberapa kegiatan bersama ibu-ibu yang ada di sekitar rumahnya. Seperti membuat kue atau makanan dari hasil berkebun dan berternak.

__ADS_1


Ziano sering kali mendatangi para petani dan peternak untuk sekedar mengobrol dan berbagi cerita. Keadaan seperti ini tentu berpengaruh terhadap Vita dan Ziano. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan penuh canda dan tawa.


Berbeda saat mereka berada di kantor, walaupun mereka bersama namun yang ada di pikiran mereka hanyalah pekerjaan dan pekerjaan.


Pagi hari seperti biasa anak-anak desa menghampiri Vita di rumahnya. Mereka mengajak Vita untuk bergabung dengan permainan mereka. Vita menikmati masa-masa itu, seperti saat ini. Vita sedang menyisir rambut salah satu anak dan mengepangnya. Semua anak berbaris untuk dikepang rambutnya.


Setelah semua selesai tiba-tiba Vita merasa kepalanya sangat pusing dan juga berat.


"Kak Vita? Kak Vita kenapa?" beberapa orang anak mengelilingi Vita hingga Vita kehilangan kesadarannya.


"Kak Ziano... Kak Vita pingsan" seorang anak menyusul Ziano di ladang salah satu warga.


Ziano langsung berlari dan menemui Vita.


"Ambulan..." Ziano berteriak.


"Tapi disini tidak ada ambulan" seorang warga mendekati Vita.

__ADS_1


"Apa? Istriku pingsan. Bagaimana ini?" Ziano berteriak sambil menggendong tubuh Vita.


"Bawa dia ke rumah Bibi Shiira" seorang warga mendampingi Ziano untuk membawa Vita ke rumah seorang dokter.


__ADS_2