
Amanda memasuki mobil Kendra, tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang mengamati.
Ziano itu terlihat mengepalkan tangannya "Bagaimana mungkin dia melupakanku begitu saja ?"
Sudah empat bulan Ziano menghabiskan hari-harinya tanpa Amanda. (mungkin itu alasan kenapa babang Kendra belum nikahin Amanda, baru habis masa iddah ternyata hihihi 😁😁😁). Sasa yang perutnya sudah membesar tidak lagi bekerja di perusahaan milik Ziano. Mereka sudah melangsungkan pesta pernikahan seminggu setelah Ziano resmi bercerai bahkan pesta berlangsung dengan sangat mewah. Banyak orang yang berpandangan buruk kepada Sasa, namun mereka lebih memilih tutup mulut daripada harus berurusan dengan Sasa dan Ziano.
Diam-diam Ziano masih sering membuntuti Amanda, dia ingin memastika kalau Amanda sudah menyesal karena memilih berpisah darinya. Namun ketika faktanya berbalik dari prasangkanya membuat Ziano geram. Ziano memastikan kalau Amanda akan memohon kepadanya untuk menikahinya kembali.
***
Amanda telah sampai di apartemen tempat tinggalnya, seperti biasa Kendra 'numpang' makan dengan alasan tidak ada yang masak di apartemen miliknya.
Amanda memang suka memasak, selain hobby itu juga membuatnya hemat. Seperti saat ini, Amanda memasak ayam kecap, sayur bayam juga sambal bawang yang sangat disukai oleh Kendra. "Maaf ya kak aku cuma masak ini, cuma ini stock makanan yang ada di lemari"
"Aku suka banget dengan sambal bawang buatanmu"
"Oh iya ? Sejak kapan ?"
"Sejak kapan ya ? Saat pertama aku makan di rumahmu dulu"
__ADS_1
"Baiklah aku akan sering membuatkan sambal ini buat Kak Kendra"
"Benarkah ? Terimakasih"
Mereka makan bersama, Kendra sangat menikmati makanan buatan Amanda, dia menghabiskan nasi serta lauknya.
"Oh iya apa kamu sudah tahu kalau minggu depan akan diadakan pesta di hotel L untuk perayaan ulang tahun perusahaan ?"
"Aku pernah dengar dari Meri dan Selly"
"Baguslah, apa kamu tahu kalau di pesta kita harus membawa pasangan ?"
"Kenapa ? Kalau kamu tidak datang, siapa yang akan mendampingiku ?"
"Tapi Kak ?"
"Sepertinya itu waktu yang tepat untuk kita memberitahukan hubungan kita"
"Hu...Hubungan kita ?"
__ADS_1
"Iya... Aku ingin orang tahu kalau kamu adalah calon pendampingku, apa kamu mau ?" Kendra berlutut di hadapan Amanda dan memberikan sebuah cincin "Maaf mungkin ini jauh dari kata romantis, tapi aku ingin kita yang menciptakan romantis itu, bukan aku ataupun kamu"
Amanda mulai berkaca-kaca "Benarkah Kak ? Apa kamu sedang mempermainkan ku ? Atau kamu hanya menghiburku ?"
"Aku mencintaimu Amanda"
Amanda mulai menangis "Tidak Kak, jangan mempermainkan perasaanku"
"Apa aku terlihat sedang mempermainkanmu ? Apa aku terlihat seperti laki-laki yang suka mempermainkan perasaan perempuan ?"
Amanda menggelengkan kepalanya. "Tidak Kak, tidak"
"Jadi, apa kamu mau menjadi pendampingku ?"
Amanda menganggukkan kepalanya dengan air mata di pipinya "Aku mau Kak"
Kendra meraih tangan Amanda dan memakaikan cincin di jarinya. Amanda menatap kagum, dia masih tidak percaya. Kendra mencium punggung tangan Amanda dan memeluk tubuh Amanda "Aku mencintaimu Amanda"
Amanda kembali mengangguk dengan air mata yang masih membasahi pipinya. Kendra menatap Amanda "Aku tidak bisa berjanji untuk membuatmu tidak menangis, tapi aku berjanji akan ada senyuman di dalam tangismu" Amanda kembali memeluk Kendra "Terimakasih Kak"
__ADS_1
Kendra mengusap air mata yang membasahi pipi Amanda kemudian mengecup lembut mata Amanda yang terlihat membengkak. Amanda tersenyum mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari Kendra.