
Hai Kakak Zeyeeeeeng... Kembali lagi sama cerita Babang Ziano...
Di Season 2 jangan lupa untuk lebih mendukung ceritaku. Selamat menikmati 🤗🤗🤗
Amanda dan Kendra memutuskan untuk mendatangi dokter keluarga Leonard.
"Dia mengalami mual muntah, bahkan dia terlihat pucat dan lemas. Dia juga kurang nafsu makan, Dia hanya ingin makan rujak. Aku yakin kalau dia..." Kendra tidak menghentikan pembicaraan sebelum Dokter menstopnya.
"Hamil" Dokter tersenyum kepada Amanda dan Kendra.
"Apa? Ja...Jadi Dia beneran hamil lagi? Istriku hamil?" Kendra menatap Dokter untuk memastikan.
"Ya, selamat Tuan. Anda akan menjadi Daddy kembali"
"Sayaaang, Kamu hamil?" Kendra menatap Amanda.
"Iya Bie, aku hamil. Kita akan mempunyai anak kembali dan Cla akan menjadi Kakak" Kendra langsung memeluk tubuh Amanda. "Terimakasih sayang, terimakasih" Amanda menganggukkan kepalanya membalas pelukan Kendra.
"Ehm sepertinya Anda harus menebus resep untuk mengurangi mual muntah Istri Anda Tuan. Saya tidak membawa obat untuk Ibu hamil"
"Baik Aku akan menebusnya sekarang juga."
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Kendra meninggalkan mereka, "Bie...Bie..."
Namun Kendra tidak mendengar dan bergegas menuju Apotek terdekat.
"Aku mau menebus obat untuk Istriku"
"Maaf Tuan, boleh Saya minta resepnya?"
"Resep? Tapi Aku tidak punya resep, Aku cuma minta obat untuk Ibu hamil supaya tidak mual muntah"
"Maaf Tuan, tapi Kami tidak bisa memberikan obat tersebut tanpa resep"
"Baik tunggu sebentar Aku akan menelpon istriku sebentar untuk memotokan resepnya"
"S*alan, kenapa ponselku ketinggalan? Dan kenapa dokter itu tidak memberi resep tadi?"
Kendra mengingat kejadian tadi, dia ingat jika dokter memintanya untuk menebus resep kemudian Dia langsung bergegas pergi tanpa menunggu dokter menuliskan resepnya.
"Kenapa Aku jadi bodoh begini? Aku begitu bahagia karena akan mempunyai anak lagi" Kendra pun tertawa dan melajukan mobilnya kembali. Sesampainya di lobby apartemen, Kendra bergegad menaiki lift dan memasuki apartemen miliknya.
Disana nampak Amanda yang menertawakan Kendra.
__ADS_1
"Hahaha kenapa Kamu pergi terburu-buru Bie? Aku sudah memanggilmu beberapa kali tapi kamu langsung pergi begitu saja. Bahkan Kamu meninggalkan ponselmu" Amanda menunjuk ponsel Kendra di atas meja.
"Aku...Aku begitu bahagia Sayang karena akan mempunyai anak lagi. Jadi Aku pergi terburu-buru"
"Hahaha Bie... Kamu ini... Ini resepnya, sekarang Kamu bisa mengambil obatnya"
"Aku suruh Pak Tio aja ya" Pak Tio adalah supir Kendra dan Amanda.
"Loh? Padahal tadi Kamu semangat banget loh Bie"
"Aku... Aku malu yank, tadi apoteker itu meminta resep obat tapi aku tidak membawanya"
"Haha Kamu lucu banget sih, udah mau nambah Anak juga. Baiklah berikan resep ini ke Pak Tio. Sekalian titip mangga muda ya Bie"
"Maafkan Aku yaa Sayang"
"Tidak apa-apa Bie" Amanda memeluk tubuh Kendra dan Kendra membalas pelukan Amanda.
Berita perceraian Ziano sudah menyebar ke berbagai kalangan. Mulai dari perusahaan kawan hingga perusahaan lawan.
Tidak sedikit anak dari direktur perusahaan menunjukkan ketertarikannya namun Ziano masih enggan untuk membuka kembali hatinya. Dia hanya fokus kepada perusahaan dan Kevin.
__ADS_1
Tidak ada yang lain dalam kehidupan Ziano selain bekerja dan bekerja. Bahkan Kevin pun lebih banyak menghabiskan waktu di kantor.
Karena cukup kewalahan akhirnya Ziano berniat untuk mencari seorang pengasuh. Bukan pengasuh dari panti ataupun dari yayasan. Tapi dia memerintahkan sekretarisnya untuk mencarikan orang yang bisa dipercaya dan bisa cocok dengan Kevin