Istri Ceo

Istri Ceo
Welcome the World


__ADS_3

Dengan cepat Ziano membawa Vita ke rumah sakit. Ziano berteriak di sepanjang koridor rumah sakit sambil menggendong tubuh Vita.


"Tolong, siapapun tolong istriku. Kalau Kalian tidak menolongnya, Aku akan memecat kalian semua."


Beberapa perawat langsung menghampiri Ziano, mereka membawa blankar.


Tentu saja para perawat tersebut begitu terkejut saat melihat pemilik rumah sakit berteriak pada pukul tiga dini hari sambil menggendong istrinya. Dan yang lebih mengejutkan, Ziano yang biasa berpakaian rapi, bahkan bisa dibilang sempurna, saat ini hanya menggunakan piyama lengkap.


Namun tak ada satupun dari mereka yang berani memberikan komentar.


"Istriku akan melahirkan, panggilkan seluruh dokter sekarang juga"


Tak lama kemudian seorang dokter ahli kandungan menghampiri Ziano.


"Tenanglah Tuan, Kami akan memeriksa keadaan Nyonya Vita terlebih dahulu"


Dokter memeriksa kandungan Vita melalui alat usg, Vita terlihat menahan sakit.


"Bagaimana keadaannya dok?"


"Mereka baik-baik saja, hanya ketuban yang dikeluarkan Nyonya Vita cukup banyak sehingga Kami harus melakukan tindakan secepatnya"


"Tapi HPL nya masih dua bulan lagi dok" Vita melihat ke arah layar komputer.


"Tidak apa-apa Nyonya, ini biasa terjadi. Apalagi kehamilan pertama kembar. Usia kandungan Anda sudah cukup untuk melahirkan si kembar"


"Lakukan yang terbaik untuk Mereka" Ziano menggenggam lengan Vita.


Beberapa perawat menyiapkan ruangan operasi, beberapa dokter sudah siap untuk melakukan operasi.

__ADS_1


Vita dan Ziano sudah memakai pakaian steril yang disediakan rumah sakit.


"Mas, Aku takut"


"Tidak Sayang, Aku akan selalu menemanimu"


"Bagaimana kalau Aku..."


"Kalian akan baik-baik saja" Ziano mengecup kening Vita.


"Maafkan Aku sayang, Aku yang mengharuskan mu untuk melakukan operasi"


Vita mendorong kursi roda yang diduduki Vita ke dalam ruangan operasi.


"Silahkan berbaring Nyonya"


Vita berada di atas meja operasi. Ziano menenangkannya, dia terus mengecupi bagian kepala Vita.


Seluruh alat dipasang di tubuh Vita, mulai dari selang oksigen, selang infus dan lain hal.


"Kita akan memberikan bius lokal Tuan, jadi pastikan pasien tidak tertidur"


Operasipun berjalan setelah dokter memimpin doa. Ziano tak kuasa menahan air matanya saat melihat beberapa alat medis yang berlumuran darah. Sudah dipastikan bahwa itu adalah darah milik Vita.


Saat dokter menekan bagian perut Vita untuk mengeluarkan bayi, Vita merasa sangat kesakitan.


"Aww sakit Mas, kenapa rasanya sesak sekali"


"Dokter apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Tolong tenangkan pasien Tuan, jangan membuatnya tambah panik"


Ziano kembali mengecupi kepala Vita sambil menyembunyikan air matanya.


Tak lama kemudian terdengar suara bayi, Vita dan Ziano begitu terharu. Mereka saling pandang dan Ziano mengusap air mata di pipi Vita. "Anak Kita, Kamu berhasil sayang"


Setelah ketiga bayi lahir, ruangan menjadi sangat ramai. Beberapa perawat membawa bayi tersebut ke ruangan bayi.


"Bagaimana keadaan mereka dok?"


"Mereka baik, tunggu Kami menyelesaikan tugas Kami. Anda akan segera melihat bayi-bayi Anda"


Tiga puluh menit berlalu, Vita dibawa menuju ruang observasi.


"Selamat Nyonya, bayi Anda seorang laki-laki dan dua orang perempuan. Mereka lahir dengan keadaan normal. Hanya berat badan mereka yang cukup rendah sehingga mengharuskan mereka untuk melakukan perawatan terlebih dahulu"


"Kapan Saya bisa menemuinya?"


"Saat ini juga. Mereka berada di ruang bayi"


"Temui mereka Mas, Aku akan menunggu disini"


"Baiklah Sayang, Aku akan mengatakan pada mereka bahwa Mommy nya ingin bertemu"


Ziano setengah berlari menuju ruang rawat bayi, dia benar-benar tidak sabar untuk menemuinya.


Saat seorang perawat mempersilahkan Ziano masuk, tiba-tiba tubuh Ziano terasa lemas.


"Apa mereka anak-anakku?"

__ADS_1


"Benar Tuan"


Ziano langsung menangis saat melihat tiga orang bayi di hadapannya, yang tak lain adalah anaknya.


__ADS_2