
Amanda dan Kendra sudah bisa pulang membawa babby Cla, mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen miliknya walaupun keluarga Leonard sangat menginginkan mereka untuk kembali ke rumahnya.
Amanda memutuskan untuk mengurus Babby Cla sendirian sehingga mereka memanggil seorang asisten rumah tangga yang akan membantu membersihkan apartemen miliknya.
Saat ini Amanda sedang berjemur bersama babby Cla dan Kendra sudah mulai bekerja seperti biasa.
"Maaf Non, ada tamu"
"Tamu? Siapa Bi?" Bi Tita seorang asisten paruh baya menghampiri Amanda.
"Katanya dia teman Non Manda, namanya Non Sasa"
"Oh Sasa, suruh dia masuk Bi. Aku akan segera menemuinya" Amanda memakaikan kembali baju Babby Cla, dia memasuki ruang tengah dan menghampiri Sasa bersama Ziano.
"Wah lihat siapa yang datang?" Amanda menyapa Kevin yang kini berusia delapan bulan.
"Ayo salaman dulu sayang sama Tante Manda" Kevin pun mencium tangan Amanda, dilanjutkan dengan Sasa dan Amanda yang melakukan cipika cipiki.
"Terimakasih kalian sudah kemari"
__ADS_1
"Maafkan aku karena tidak datang menemuimu di rumah sakit. Kemarin Kevin sedang sakit, jafi aku tidak bisa membawanya keluar rumah"
"Tidak apa-apa, sekarang bagaimana keadaan jagoan ini?" Amanda mencubit pipi gembul Kevin.
"Dia sudah sehat, biasalah anak kecil jika akan tumbuh kembang selalu demam dulu" Sasa tersenyum melihat Babby Cla.
"Cantik sekali bayi ini, siapa namamu?"
"Namanya Claretta Daniza Leonard tante, panggil dia Babby Cla" Amanda menjawab.
"Dia mirip sekali denganmu" Ziano menambahkan.
"Kevin pun tidak mirip denganku dan aku tidak mengalami gejala seperti Kendra" Amanda dan Sasa langsung terdiam. Bi Tita datang membawa minuman dan cemilan untuk mereka.
"Diminum dulu ya, ayo Kevin mau yang mana?" Amanda mengalihkan pembicaraan.
"Tidak semua orang mengalami gejala yang sama Kak, bahkan suami morning sickness pun hanya ada satu diantara seribu" Amanda menjelaskan.
"Ya aku selalu meyakinkan diri kalau Kevin adalah anakku, darah dagingku. Walaupun jarang sekali kami memiliki ikatan batin" Sasa hanya terdiam.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu apartemen terbuka. "Kalian sudah sampai? Aku kira kalian akan datang terlambat" Kendra menghampiri Amanda.
"Jadi kamu sudah tau Bie kalau mereka akan datang?" Amanda mencium tangan Kendra.
"Iya, tadi Ziano menelpon. Aku lupa memberitahumu sayang karena aku ada meeting. Maafkan aku ya" Kendra mengelus kepala Amanda.
"So sweet banget sih kalian, sampai lupa ada kita disini" Sasa tersenyum melihat tingkah mereka.
"Iya Kak Kendra kebiasaan kalau melakukan kesalahan selalu meminta maaf yang berlebihan, padahal kesalahannya sangat kecil" Amanda mencubit lengan Kendra.
"Sini jagoan" Kendra memangku Kevin. "Apa kabar jagoan? Sudah lama kita tidak bertemu" Kevin tertawa saat Kendra menggelitikinya.
"Bie, kasian dia" Amanda tertawa melihat tingkah mereka. Berbeda dengan Sasa, Sasa begitu sedih karena selama ini Ziano selalu menghindari Kevin. Dia tidak pernah bermain seperti itu bersama Kevin. Ada perasaan hatu ketika melihat Kevin yang tertawa lepas saat bersama Kendra.
Mereka menghabiskan waktu bersama hingga sore hari. "Kita pulang dulu ya" Sasa berpamitan kepada Amanda.
"Iya, nanti kalian main lagi kesini ya. Sekalian temenin kita" Amanda tersenyum menatap Babby Cla.
"Baiklah, Babby Cla... Kak Kevin pulang dulu ya, kita janji deh bakalan sering maen kesini" Sasa mencium pipi Cla, Cla tersenyum senang.
__ADS_1
Merekapun pergi meninggalkan apartemen milik Kendra