Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 46


__ADS_3

pagi sekali Amara bangun sedangkan Sean masih terlelap tidur karena kelelahan. Tidak mandi bahkan hanya cuci muka dan gosok gigi setelah itu Amara pergi bersama Sindu ke kedai bubur langganannya.


Saat sedang asyik makan bubur, tiba-tiba saja Remon menghampiri Amara. Bukannya takut, Amara justru santai saja menghadapi Remon.


"Jangan merusak selera makan ku," ucap Amara dengan santainya sambil menikmati semangkuk bubur yang ia rindukan sejak kemarin.


Remon tertawa sarkas melihat sikap berani Amara.


"Bisa-bisanya perempuan kecil seperti mu membohongi aku. Apa kau mau mati?" Ancam Remon.


"Kau bukan Tuhan!" Seru Amara. "Kau saudara sepupu Sean, apa susahnya berbaikan? Hanya karena harta kalian saling bermusuhan. Dasar bodoh!"


"Kau.....!!" Rahang Remon mengeras, pria ini mengepalkan kedua tangannya tidak terima.


Sedangkan Sindu, pria ini mencoba berontak hanya saja kedua anak buah Remon terus menahannya.


"Jika kau ingin makan bubur, cepatlah pesan. Aku akan membayar untuk mu!"


"Perempuan laknat!" Umpat Remon.


"Dari pada kau, lelaki biadab!" balas Amara yang tidak mau kalah. "Jika kau ingin membunuh ku, bunuh sekarang. Aku tidak takut!" Tantang Amara.

__ADS_1


Dengan beraninya Amara menatap mata tajam Remon sampai Remon sendiri tidak tahan dengan tatapan Amara bahkan pria ini mendadak salah tingkah.


"Ayo pergi....!!" Ajak Remon pada kedua anak buahnya. "Awas saja kau!" Ancam Remon sebelum keluar dari kedai.


"Awas juga kau!" Sahut Amara yang tak mau kalah.


Geram sekali Remon pada Amara yang pernah membohongi beberapa waktu yang lalu.


Amara tertawa pelan melihat sikap aneh Remon. Perempuan ini bergegas menyelesaikan makanannya setelah itu pulang.


Baru saja menginjakan kaki selangkah di pintu utama Mansion, Amara langsung mendapatkan tatapan tajam penuh amarah dari Sean.


Aaaaaaarh....... jerit Amara saat Sean menjewer telinganya.


"Dia tidak akan membunuh ku!" Jawab Amara dengan santainya sambil menggosok telinganya panas. "Aku ini imut, mana mungkin dia tega membunuh ku!" Imbuhnya.


Leon dan Daren menahan tawa mereka, baru sekarang ada perempuan yang berani melawan pada Sean.


"Aku ingin ke danau memberi makan para buaya. Apa kau ingin ikut?" Tawar Sean.


"Memberi makan buaya pun kau lakukan sendiri. Apa gunanya kau menggaji orang banyak jika hal sekecil itu masih kau lakukan sendiri?"

__ADS_1


"Karena ada yang ingin aku tunjukan padamu." Ujar Sean seketika membuat Amara penasaran.


"Apa itu?" Tanya Amara.


"Kalau masalah seperti itu saja, cepat sekali. Ayo cepat, mobil sudah menunggu di luar!"


"Aku ingin naik motor saja!" Tolak Amara.


"Kau sedang hamil, aku tidak ingin kau kenapa-kenapa. Kalau kita jatuh bagaimana?"


"Kalau begitu tidak jadi...!" Tolak Amara.


Sean menghela nafas panjang seraya memijat dahinya.


"Iya sayang, kita naik motor!" Ucap Sean mengalah.


Mereka pun pergi ke danau bersama Leon dan Daren. Entah apa yang ingin di tunjukkan Sean yang jelas pria ini ingin menepati janji pada Amara tentang apa yang ia beritahu beberapa waktu yang lalu.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" Tanya Sean yang sebenarnya khawatir.


"Aku baik-baik saja, anak kita juga baik-baik aja." Jawab Amara.

__ADS_1


Sean melajukan motornya dengan kecepatan sedang dengan sesekali bertanya keadaan istrinya di belakang.


__ADS_2