Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 74


__ADS_3

Singkat cerita, pesta kecil-kecilan pun akhirnya tiba. Pesta yang sebenarnya berkedok untuk menyatukan Remon dan Laura. Kenapa harus secepat ini? karena Sean tidak mau kedua wanita itu tinggal terlalu lama di mansion-nya.


"Bagaimana James? Apa kau sudah mengaturnya?" Tanya Sean memastikan.


"Sudah, tuan. Tapi, bagaimana dengan teman perempuannya? pasti dia akan selalu menempel pada Laura." Ujar James yang bingung.


"Oh, iya juga ya." Sean mulai bingung.


"Kenapa harus bingung? Serahkan padaku!" Ujar Amara dengan senyum lebarnya.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Sean.


Amara tidak menjawab, perempuan ini pergi menghampiri Rachel.


"Rachel, tolong kembali ke mansion. Tolong cek keadaan anakku. Aku sudah mencoba menghubungi pak Pet, tapi ponselnya tidak aktif. Suster Belina juga tidak mengangkat telponku." Pinta Amara yang sebenarnya berbohong.


"Baik, nyora!" Jawab Rachel tanpa membantah.


"Kau bisa pergi bersama Leon!" Titah Sean yang sengaja menghindarkan Leon dan Rachel malam ini.

__ADS_1


"Aku?" Leon menunjuk dirinya sendiri. "Oh, baiklah!" Jawab Leon.


Mereka berdua pun pergi, kembali ke mansion untuk memastikan jika keadaan Aaron baik-baik saja.


Setelah mereka pergi, barulah James dan Sean melancarkan rencana mereka untuk menjebak Remon. James memberikan minuman yang sudah bercampur obat tidur di minum tersebut. Begitu pula dengan Amara yang memberikan minuman pada Laura.


"Minum yang banyak, malam ini kalian bebas berpesta." Ucap Amara dengan santainya.


Laura hanya mengangguk, wanita ini seolah menahan kantuk.


"Maaf Nyora, saya harus pergi ke kamar mandi." Ucap Laura yang bergegas pergi ke kamar mandi.


"Cepat bawa ke kamar nomor seratus dua puluh delapan." Titah Amara.


Mereka pun langsung membawa Laura pergi ke kamar yang sudah di siapkan sebelumnya. Begitu pula Sean dan James yang saat ini sedang menyeret Remon ke kamar yang sama dengan Laura.


"Berat sekali bajingan satu ini, apa yang dia makan?" Gerutu Sean yang merasa kesal.


"Berat dosa, mungkin...!" Seru James langsung di benarkan oleh Sean.

__ADS_1


"Tapi, kita sekarang ini juga berdosa pada Remon." Ucap Sean.


James bingung ingin menanggapi seperti apa. Pada akhirnya, mereka sampai juga di depan pintu kamar yang ternyata sudah ada Amara di dalam.


"Gimana sayang?" Tanya Sean.


"Cepat lepas pakaian Remon. Aku sudah melepas pakaian Laura."


Bergegas Sean dan James melepas pakaian luar milik Remon sedangkan Amara saat ini menunggu di luar.


"Gimana sayang, sudah?" Tanya Amara.


"Sudah, ayo kita pergi sekarang!" Ajak Sean. "Kita hanya tinggal menunggu kabar saja besok!" Ucapnya yang sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Remon dan Laura saat bangun nanti.


Pesta kembali berlanjut sampai Rachel dan Leon kembali ke hotel. Rachel mencari-cari Laura, tapi ia tidak bisa menemukannya.


"Maaf Nyora, apa Nyora melihat Laura?" Tanya Rachel yang kebingungan.


"Aku tidak lihat, Rachel. Tapi, tadi dia izin ke toilet. Nggak tahu lagi kemana dia sekarang. Mungkin pergi jalan-jalan." Jawab Amara dengan santainya.

__ADS_1


Rachel mengiyakan, sebenarnya ia merasa sangat bosan karena hanya ia dan Amara satu-satu-satunya perempuan di pesta ini. Sampai acara pesta selesai, Rachel belum juga menemukan Laura bahkan di kamar tempat mereka menginap pun tidak ada.


__ADS_2