Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 61


__ADS_3

Kembali pulang ke mansion, kali ini Sean tidak akan lagi mengajak istrinya pergi berdua tanpa pengawalan dari jarak jauh.


Ada Remon dan James, juga Leon dan Daren tidak lupa juga dengan si duda, pak Pet. Mereka paham betul apa yang akan terjadi setelah ini.


"Sayang," panggil Amara sedikit manja.


"Iya sayang, ada apa?" Tanya Sean begitu lembut sampai membuat Remon ingin muntah mendengarnya.


"Aku sedang mengidam," ucapnya memberitahu.


"Ingin makan apa, hem?" Tanya Sean padahal Amara tidak ingin makan apa-apa.


"Aku ingin melihat kalian berenam mengenakan kostum jagung." Pinta Amara dengan senyum lebarnya.


Semua orang yang ada di sana seketika membulatkan mulut mereka saat mendengar permintaan Amara.


"Jangan aku!" Seru Remon.


"Oh, ayo lah tuan salmon, aku sedang ingin melihat kalian mengenakan kostum buah jagung." Pinta Amara memohon.


"Sean, dari mana kau pungut istri semacam ini? Sangat tidak wajar sekali," ucap Remon yang kesal karena ia belum mengetahui watak Amara yang sebenarnya.

__ADS_1


Sean menghela nafas pelan lalu memandang wajah istrinya.


"Sayang, jangan bercanda dong!" Ujar Sean.


"Kalau tidak mau, tidak apa-apa. Aku akan pergi sekarang juga!" Ancam Amara.


Sean langsung menahan istrinya lalu memohon pada Remon agar pria ini mau mengikuti permintaan Amara.


"Ayolah Remon, tolong aku lagi." Mohon Sean pada saudara sepupunya ini.


"Tidak! Seperti tidak ada pekerjaan saja, istrimu seperti anak kecil saja!" Tolak Remon.


"Ya, kau perempuan licik dan seperti anak kecil. Entah apa yang dilihat Sean darimu sampai dia tergila-gila dan mau melakukan apa saja demimu?"


Dengan mata berkaca-kaca Amara tidak menjawab sedangkan Sean mulai ketar ketir melihat istrinya yang hendak menangis. Tanpa banyak bicara, Amara masuk ke dalam kamar dan menangis di sana.


Sean menepuk keningnya, dengan apa lagi ia akan merayu Amara kali ini.


Bug ....... tiba-tiba saja Sean memukul perut Remon.


"Hai, bajingan!" Umpatnya tidak terima. "Kenapa kau memukulku hah?" Teriak Remon kesal.

__ADS_1


"Aku bahkan tega membunuhmu jika kau berani membuat istriku menangis. Lihat sekarang, apa yang harus aku lakukan untuk membujuk dia?"


Remon memutar bola matanya malas.


"Urusanmu!" Jawab Remon.


Sean tidak menanggapi, pria ini bergegas menyusul istrinya ke kamar. Di posisi seperti ini, barulah pak Pet dan Leon menjelaskan tentang Amara bahkan menceritakan keunikan apa saja yang telah terjadi di mansion ini sampai membuat Remon tercengang mendengarnya.


Singkat cerita, menjelang makan siang bahkan makan malam, Amara tidak mau makan nasi sampai membuat Sean panik sendiri. Berusaha merayu tapi tetap saja istrinya tidak mau. Hanya minum susu dan makan roti itu pun di paksa.


Sampai pagi menjelang, Sean yang tidak tidur semalam memikirkan cara merayu istrinya yang sampai sekarang tidak mau keluar dari kamar.


"Kalau sampai anakku kenapa-kenapa, aku bunuh kau!" Ancam Sean pada Remon.


"Tapi, dia memang seperti anak kecil." Sahut Remon.


"Dia sedang hamil, sudah pasti hormonnya berubah-ubah. Lihatlah, karena mulut jahanammu itu, istriku tidak mau makan sampai sekarang."


Mendengar perkataan Sean, Remon merasa bersalah apa lagi Amara sedang hamil sekarang. Pada akhirnya, Remon memutuskan untuk menuruti permintaan Ana dan akan meminta maaf nanti.


Bergegas Sean memerintahkan anak buahnya untuk mencari kostum jagung bahkan siang ini juga semua kostum sudah harus ada di mansion.

__ADS_1


__ADS_2