Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 79


__ADS_3

"Sayang, aku tiba-tiba saja penasaran apakah nanti malam Remon dan Laura akan melakukan malam pertama?" Amara mulai penasaran.


"Remon itu buaya. Mana tahan dia melihat perempuan cantik apa lagi mereka sudah suami istri sekarang." Jawab Sean.


"Pasti sama seperti kamu, memaksa!" Sahut Amara yang kalau ingat kejadian malam itu, ia sedikit kesal.


"Sama-sama enak, jadi nggak usah protes!" Ucap Sean membuat istri jengkel.


Amara membuang pikiran kotornya jauh-jauh, semakin ia berusaha tidak memikirkannya, Amara justru teringat bayang-bayang saat Sean memecah keperawanannya dulu.


"Kenapa wajahmu seperti itu?" Tegur Sean.


"Sayang, aku sedang ingin. Main sekali yuk!" Ajak Amara yang tak bermalu.


"Masih siang, nanti malam saja!" Tolak Sean.


"Padahal aku berniat ingin main di atas." Ucap Amara sungguh menggoda. "Ya udahlah, nggak usah!" Imbuhnya.


"Kalau begitu, ayo main sekarang!" Ajak Sean yang langsung mengunci pintu kamar mereka.


Dan benar saja, siang itu Amara bermain di atas sampai membuat Sean menjerit kenikmatan karena baru sekarang istrinya menjadi kuda sampai permainan selesai.


"Sayang, nanti malam lagi ya." Pinta Sean sembari mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Niat hati nanti malam ingin mengintip Remon dan Laura." Ucap Amara.


"Ada-ada saja kelakuanmu. Bagus kita menggoyang ranjang kita sendiri." Sahut Sean membuat Amara tertawa.


Kedua suami istri ini malah sibuk bercanda. Sambil cekikikan menahan tawa agar tak mengganggu Aaron yang sedang tidur.


Siang telah berganti malam, Remon dan Laura baru saja kembali dari makan malam. Saat ini keduanya bingung ingin melakukan apa? Meskipun dulu Remon suka tidur dengan perempuan lain, tapi nyatanya malam ini nyalinya menciut.


"Mau kemana?" Tegur Remon saat melihat Laura beranjak pergi.


"Ke kamar mandi. Kenapa?'' Laura bertanya balik.


"Jangan coba-coba kabur, sampai ke liang lahat pun aku pasti akan mengejarmu." Ucap Remon memberitahu.


"Karena kau istriku sekarang!" Jawab Remon dengan santainya.


"Oh, bukankah kau ingin menjawab pertanyaanku tadi siang? Cepat jawab sekarang!" Tagih Laura.


Remon melipat kedua tangannya di dada, pria ini lekat memandang Laura.


"Kenapa melihatku seperti itu?" Protes Laura.


Remon tidak menjawab, pria ini bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Laura. Laura mulai ketakutan, wanita ini berusaha menghindar.

__ADS_1


"Jangan macam-macam. Aku akan menghajarmu!" Ancam Remon.


"Hajar saja! Aku ingin melihat seberapa besar kekuatanmu." Jawab Remon setengah tertawa.


Laura langsung memasang kuda-kuda, wanita ini sedang berancang-ancang untuk menyerang Remon. Pukulan demi pukulan dilayangkan oleh Laura tapi tetap saja Remon bisa menghindar.


ssssst..... tiba-tiba saja Remon menangkap tangan Laura kemudian mengunci pergerakan wanita ini.


"Ternyata kau aktif juga." Ucap Remon menertawakan. "Aku suka perempuan cantik sepertimu apa lagi kau sudah menjadi istriku sekarang." Imbuhnya.


"Aku tidak ingin tidur lagi denganmu!" Ucap Laura justru membuat Remon tertawa.


"Kenapa pemikiranmu sampai ke sana? Oh, tapi baiklah. Aku akan menuruti jalan pikiranmu!" Ujar Remon yang langsung menyambar bibir Laura.


Berontak, sudah pasti Laura akan berontak apa lagi ia tidak mencintai Remon. Tapi, Laura tidak bisa melawan karena pria ini sudah lebih dulu mengunci pergerakannya.


"Laura, berdosa jika seorang istri menolak permintaan suaminya." Ucap Remon seketika membuat tubuh Laura melemas.


Wanita ini menatap tajam ke arah suaminya yang begitu menyebalkan ini.


"Kau ingin menikmati tubuhku lagi?" Ujar Laura membuat kedua mata Remon melebar.


Untuk beberapa saat, suasana berubah menjadi hening. Pengantin baru ini saling tatap penuh tanda tanya.

__ADS_1


__ADS_2