Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 53


__ADS_3

"Ternyata kau jenis suami yang takut istri juga," ucap pria tampan di hadapan Sean membuat semua orang kecuali Sean dan anak buahnya.


"Aku mencintai istriku." Jawab Sean dingin. "Kalau kau, apa sudah punya istri? pasti tidak ada yang mau dengan mu!"


"Masalah istri sangat tidak penting, sekarang aku hanya ingin menjajal kemampuan mu yang katanya sangat hebat dalam segala hal." Ucap pria yang bernama Garvin.


"Tentu saja suamiku hebat, apa lagi dalam urusan ranjang!" Sahut Amara yang geram.


Perkataan Amara membuat Garvin dan anak buahnya tertawa geli.


"Banyak bicara, serang....!!" Titah Garvin pada semua anak buahnya.


Perkelahian pun terjadi, entah kenapa geng baru ini terasa sangat kuat kemampuannya. Amara hanya duduk diam sambil memperhatikan semua orang yang sibuk berkelahi. Sebelum ini antara Sean dan Garvin sudah melakukan perjanjian jika pihak Garvin tidak akan mengganggu Amara.


Amara, entah mendapatkan keahlian dari mana karena saat ini ia tengah fokus untuk menembakan sesuatu pada Garvin tapi yang jelas bukan senjata api.


"Ah, sial!" Umpat Amara kesal karena Garvin sibuk bergerak melawan suaminya.


Sedikit memikirkan ide untuk melancarkan aksinya, Amara pun memiliki ide untuk pergi ke area lawan sambil mengendap-endap agar tidak ketahuan.


"Wah, para jangkrik itu ternyata membawa banyak air minum dalam kemasan. Tapi, gimana caranya agar aku bisa menjalankan aksi ku?"


Amara mulai sibuk berpikir, yang ia incar hanya Garvin. Perempuan ini melihat jaket hitam yang berada di atas motor, dengan cepat Amara membaluri dengan bubuk gatal yang sudah ia persiapkan.


Tak berapa lama, Amara sudah berada kembali di dalam mobil. Sedikit membongkar isi mobil, tiba-tiba saja senyumnya mekar saat melihat jarum suntik yang tersimpan rapi di dalam dashboard.

__ADS_1


"Malam keberuntungan ku," ucap Amara senang. Perempuan ini pun kembali menjalankan rencananya, kembali mengendap-endap menuju kawasan musuh.


Satu persatu tapi tidak semua, Amara mulai menyuntikan obat pencahar dalam air mineral yang sengaja di bawa.


"Harus cepat selesai, mereka berkelahi hanya tiga puluh menit." Ucap Amara dengan debar di dadanya.


Hanya menyuntik kedalam botol, tidak butuh waktu lama Amara berhasil menghabiskan obat dalam suntikan tersebut setelah itu ia kembali ke mobil dengan melewati semak-semak.


"Aku yakin jika mereka akan berbagi minum nanti, meskipun tidak semua yang penting aku sudah dapat indukannya."


Sampai adu kekuatan telah selesai, anak buah Garvin cukup kewalahan mengalahkan anak buah Sean. Dalam perjanjian juga tidak ada yang sampai mati mengingat ini hanya uji coba kemampuan.


"Ternyata anak buah mu kuat juga," ucap Garvin memuji.


"Lain kali aku akan menantang mu sampai anak buah mu habis tak bersisa." Katanya sombong.


"Silahkan, kami selalu terbuka untuk geng baru seperti kalian." Jawab Sean lagi.


Cuiih..... Garvin membuang ludahnya tepat didepan Sean kemudian kembali ke kawasannya untuk beristirahat.


"Minum dulu, sayang ku." Ujar Amara sambil menyodorkan sebotol air mineral.


Sean mengambil botol tersebut lalu bertanya pada istrinya, "Aku melihat mu dua kali bolak balik keluar dari mobil. Kemana?"


Amara menggaruk kepalanya tak gatal.

__ADS_1


"Hehehe....!" Tawanya receh. "Buang air kecil, sebentar!" Bohong Amara.


"Jangan bohong, jelas terlihat jika kau sangat mencurigakan." Ucap Sean dengan raut wajah dingin.


"Kau lihat sajalah nanti, gak sampai sepuluh menit kok!"


Leon yang sejak tadi menguping pembicaraan suami istri ini hanya bisa menggeleng kepalanya.


Semakin tajam Sean menatap wajah istrinya.


"Bukit savana ini sangat indah, bulannya juga cantik. Sama seperti aku," ucap Amara yang berusaha mengalihkan pembicaraan.


Amara sibuk melihat-lihat ke arah Garvin yang berada di jarak lima puluh meter. Sean mengerutkan dahinya curiga pada sang istrinya.


"Kau menyukai dia?" Tuduh Sean.


"Sembarangan," bantah Amara. "Nah, coba kalian lihat dia sedang menggaruk tubuhnya." Ucap Amara kemudian tertawa.


Sean dan Leon memicingkan mata mereka untuk memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh Garvin.


"Aku menyuntikan obat pencahar kedalam botol minuman mereka dan aku juga menyebarkan bubuk gatal di sana. Pasti sekarang racunnya sedang bekerja." Kata Amara memberitahu sampai membuat Sean dan Leon terkejut.


"Apa kau tahu jika yang kau lakukan sangat berbahaya? Jika kau tertangkap bagaimana?" Sean geram, ingin sekali meremas Amara tapi itu istrinya sendiri.


Leon sendiri sampai tak bisa berkata-kata, sejak kehadiran Amara, ada saja hal lucu yang di alami oleh mereka.

__ADS_1


__ADS_2