Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 67


__ADS_3

Baru dua minggu tidak melakukan hubungan suami istri sudah membuat kepala urat Sean menegang. Gelisah, mondar mandir sana sini sambil menggaruk kepalanya sampai membuat Leon dan Remon merasa sangat heran.


"Seberat apa masalahmu kali ini?" Tanya Leon yang penasaran.


"Ya, cepat katakan pada kami. Siapa yang sedang membuat masalah?" Sambung Remon.


"Masalah kali ini sangat berat," jawab Sean. "Sungguh berat sampai membuat kepalaku nyeri atas bawah."


"Maksudnya bagaimana?" Tanya Remon yang tidak mengerti.


"Kalian tahu sendiri kalau Amara baru saja selesai melahirkan dan sekarang masih dalam masa pemulihan melahirkan dan bekas luka tembak."


"Lantas, apa hubungannya?" Tanya Leon semakin penasaran.


"Dokter sialan itu melarang aku untuk menggauli istriku sampai tiga bulan ke depan dan sekarang baru dapat dua minggu. Aku benar-benar gila sekarang," ujar Sean yang memberitahu.


Seketika Leon dan Remon saling pandang lalu membuat nafas kasar mereka secara bersamaan.


"Sejak kapan kau memikirkan masalah tabu seperti ini?" Tanya Remon karena ia paham betul tentang Sean.

__ADS_1


"Menikahlah agar kalian bisa merasakan sendiri." Ucap Sean yang benar-benar kesal.


Sean mengomel sendiri, sampai membuat Leon dan Remon pusing sendiri.


"Siapkan pasukan, malam ini aku harus membunuh Garvin dengan tanganku sendiri." Titah Sean.


"Apa kau yakin malam ini?" Tanya Leon memastikan.


"Ya, bajingan itu adalah penyebabnya!" Jawab Sean begitu yakin. "Ingat, dia bagianku!"


Setelah mengatakan hal tersebut, Sean kembali ke kamar untuk melihat keadaan istri dan anaknya.


"Tidak kenapa-kenapa, dia hanya ingin buang air besar!" Jawab Amara.


"Oh, kalau begitu duduklah. Biar aku yang membersihkannya!" Ujar Sean yang langsung menuntun istrinya untuk duduk sedangkan ia yang membersihkan kotoran anaknya. "Sore ini kita akan kedatangan pengasuh yang kau minta." Ucap Sean memberitahu istrinya.


"Baguslah kalau begitu, mari kita jodohkan dengan pak Pet." Sahut Amara yang senang.


"Bau sekali, apa yang dia makan ini?"

__ADS_1


Baru saja Sean mengatakan kata bau, tiba-tiba saja wajahnya di kencingi anaknya sendiri apa lagi posisi Sean pada saat itu sangat pas, sedang tertunduk membersihkan kotoran anaknya.


Amara terus tertawa, ini adalah kejadian yang sangat lucu menurutnya.


"Makanya sayang, kalau ngomong hati-hati." Ucap Amara yang saat ini menggantikan pekerjaan suaminya.


"Kau dan Aaron sama saja. Sangat menguji kesabaranku," sahut Sean yang benar-benar kesal. "Awas saja jika kau berani menceritakan kejadian ini pada Leon apa lagi Remon."


Maksud hati ingin menjadi ayah yang baik, nyatanya Aaron tidak bisa di ajak kerjasama.


Menjelang sore, Sean dan Amara kedatangan pengasuh sesuai kriteria mereka. Seorang wanita berusia empat puluh tiga tahun dan sama sekali belum menikah atau bisa di katakan perawan tua.


Melihat hal tersebut, Sean dan Amara saling pandang lalu tersenyum licik.


"Pak Pet, tolong antar suster belina ke kamarnya. Oh, sebelum itu ajak dulu dia berkeliling di mansion ini agar." Titah Sean langsung di laksanakan pak Pet.


Melihat kedatangan suster Belina membuat heboh seisi mansion. Sean yang di kenal tidak mau memasukan pelayan wanita nyatanya sekarang sudah berubah pikiran bahkan banyak yang berharap jika Sean mau masukan pekerja wanita di mansion ini.


"Aku ingin mencarikan Amara dua bodyguard perempuan untuk menjaga dia. Leon, tolong bantu aku." Pinta Sean tentu saja dengan senang hati Leon akan mencarikannya. "Pilih yang masih muda berkualitas!" ucapnya mengingatkan.

__ADS_1


"Baiklah!" Jawab Leon yang sebenarnya tidak mengetahui rencana Sean dan Amara yang akan mencarikannya calon istrinya.


__ADS_2