
Jiwa-jiwa liar saling mengikat hangat dalam pelukan yang begitu erat. Leon dan Rachel saling mencumbu panas padahal mereka sendiri belum pernah sekali pun melakukan hubungan suami istri.
Lenguhan demi lenguhan terdengar memekik disudut ruangan. perlahan namun pasti, langkah Leon menuntun ke atas ranjang.
Bug.... keduanya jatuh terhempas di atas ranjang yang akan menyatukan cinta mereka. Leon menindih tubuh Rachel, akal sehat pria ini telah dikuasi oleh hawa nafsu begitu pula dengan Rachel.
Tanpa permisi, tiba-tiba saja Leon menghujamkan tombak pusaka miliknya ke dalam lubang sintal dan sempit. Rintihan demi rintihan perih terus keluar dari bibir manis Rachel. Tapi, Leon tidak peduli. Pria ini terus membuka jalan masuk yang sangat rapat dan sempit.
Hingga pada akhirnya.....
Jleb.... blesss.... belut yang berwarna coklat muda itu masuk menembus semak belukar yang pada akhirnya menemukan sarangnya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut keduanya karena Leon dan Rachel hanya ingin menuntaskan hasrat birahi mereka.
Jauh dibawah lobi sana, Sean di temani James sedang menemui pelayan hotel yang sudah mau bekerjasama dengan dirinya tadi.
"Tips untukmu!" Ujar Sean seraya mengeluarkan setumpuk uang lalu ia berikan kepada pelayan hotel.
"Tapi tuan, ini terlalu banyak."
"Ambillah untukmu, terimakasih sudah bekerjasama dengan baik." Ucap Sean.
"Terimakasih, tuan!"
__ADS_1
Sean mengangguk, pria ini pun memutuskan untuk pergi setelah Sean yakin jika saat ini obat perangsang yang ia bubuhkan ke dalam minuman teh susu sudah bekerja sesuai aturan Sean.
"Ide gila seperti ini, jika Leon marah, siapa yang akan bertanggung jawab, James?"
"Tantu saja tuan sendiri." Jawab James seolah tak berdosa.
"Menurutmu, apa mereka akan saling mencintai?"
"Sudah pasti iya, tuan." Jawab James lagi.
"Ya memang iya. Leon belum pernah merasakan roti tawar, pasti setelah ini dia akan ketagihan." Ucap Sean membuat James menahan tawanya.
"Saya juga ingin roti tawar, tuan." Ujar James membuat mata Sean melotot. "Tidak, saya hanya bercanda, tuan."
Sean menghembuskan nafas kasar, pria ini masuk ke dalam mobil kemudian memutuskan untuk pulang. Tapi, saat ditengah perjalanan, Sean melihat segerombolan geng motor yang sedang memblokir pintu masuk sebuah cafe.
"Berhenti, James!"
James pun menepikan mobilnya.
"Geng motor milik siapa itu?" Tanya Sean yang merasa asing.
__ADS_1
"Sepertinya geng baru...!"
"Oh, beri perintah pada anak buahmu untuk menyelidiki mereka dan amankan cafe itu."
"Tuan mengenal pemilik cafe itu?"
"Ya, milik seorang gadis yang baru saja lulus sekolah menengah atas. Cari tahu apa masalahnya!"
"Baik, tuan!"
James pun langsung memberikan perintah kepada semua anak buah setelah itu barulah mereka pulang.
Kembali pada Leon dan Rachel, suami istri ini masih sibuk menuntaskan hasrat liar mereka yang begitu menggairahkan.
"Sepertinya ada yang sedang mengerjaiku." Ucap Leon dalam hati bahkan untuk sekedar mengeluarkan kata-kata dari mulutnya begitu sulit selain dari suara erangan penuh kenikmatan.
Nafas keduanya terus memburu, mengayuh pedal-pedal cinta penuh kenikmatan. Mereka hanya setengah sadar, ingin mundur pun rasanya sudah tidak bisa.
"Cepat masukan lagi, aku sudah tidak tahan." Pinta Rachel dengan suara ngos-ngosan.
Rachel semakin erat memeluk Leon, untung saja mereka sudah resmi menjadi suami istri, jika tidak sudah pasti akan ada perang saat mereka bangun pagi dan sadar.
__ADS_1