Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 96


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama pada akhirnya lima orang yang berkhianat tersebut tertangkap oleh anak buah Sean dan Remon yang menyusuri semua kawasan hutan.


Tujuan mereka memang membunuh Amara terlebih dahulu, untung saja saat itu peluru hanya mengenai jendela kamar.


"Mereka dibayar oleh seorang pria yang bernama Calvin." Ujar Leon memberitahu Sean dan Remon.


"Calvin? siapa dia?" Tanya Sean yang baru mendengar namanya. "Ada masalah apa dia dengan Amara sampai dia ingin membunuh istriku?"


"Amara banyak masalah juga!" Seru Remon.


"Bukan salah Amara, tapi ini memang ada unsur balas dendam karena Sean sudah membunuh Garvin secara tragis. Calvin adalah kakak Garvin, dia menuntut balas atas kematian adiknya. Aku sudah menginterogasi mereka semua." Jelas Leon membuat Sean sedikit terkejut.


"Kalau begitu, aku sendiri yang akan menghabisi bajingan itu karena dia sudah berani mengancam keselamatan istriku." Ucap Leon penuh amarah. "Leon, siapkan anak buah. Malam ini juga aku akan menyerang mereka!"


"Tidak ingin berpikir dulu?" Ujar Remon.


"Tidak, jika masalah keluarga aku tidak ingin membuang waktu. Ingat Remon, keselamatan istri dan anak itu adalah yang paling utama."


Remon paham, pria ini hanya mengikuti saja. Malam itu juga mereka langsung pergi ke bekas markas milik Garvin dulu karena Sean yakin jika Calvin lah yang sudah meneruskan perjuangan adiknya.

__ADS_1


Sean sudah tidak sabar lagi untuk menghabisi orang yang sudah berani mengancam keselamatan istri kesayangannya.


Ternyata, saat diperjalanan menuju markas Garvin, Sean dan rombongan dihadang langsung di lahan perbatasan milik Sean seolah mereka semua tidak memiliki rasa takut.


"Aku tahu jika kau akan menyerang kami malam ini, jadi aku putuskan untuk menyerangmu lebih dulu." Ucap pria sombong dihadapan Sean.


"Baguslah, itu artinya kami tidak perlu jauh-jauh untuk mencabut nyawamu!" Sahut Sean tampak santai sekali.


"Nyawamu? atau nyawaku?" Calvin tertawa mengejek Sean.


"Bajingan ini....!!" Remon yang kehilangan kesabaran merasa terpancing juga. "Aku adalah orang pertama yang akan memotong hidungmu nanti." Ucap Remon kesal.


"Kalian yang bajingan. Terutama kau yang sudah membuat adikku meninggal secara mengenaskan!"


"Serang......!!!" titah Calvin yang sudah tidak sabar lagi untuk membunuh Sean.


Calvin tidak mengenal Sean, bahkan pria ini tidak mengetahui jika kekuatan Sean jauh lebih besar dibanding dirinya.


bag.... bug.... bag... bug....

__ADS_1


Saling memukul, menendang bahkan menggunakan senjata tajam sudah hal biasa dalam pertarungan seperti ini.


"Kau mundur sana, bajingan ini bagianku!" Ujar Remon yang ingin sekali mengajar Calvin.


Sean mengangkat kedua alisnya, pria ini memilih mundur menonton.


"Ilmu bela diri belum seberapa sudah berani menantang orang. Dasar bodoh!" Hardik Sean menertawakan.


Pertarungan tidak bertahan lama karena memang anak buah Calvin sudah kalah telak bahkan saat ini pun batang leher Calvin sudah berada dibawah telapak kaki Remon.


"Pria ingusan sepertimu tidak akan bisa melawan geng kami. Lebih baik kau belajar di taman kanak-kanak bagaimana caranya menangis yang benar karena sebentar lagi kau akan kehilangan lubang hidungmu." Ucap Remon membuat semua orang tertawa termasuk Sean.


"Uangmu memang bisa membayar mahal orang-orang kami untuk berkhianat. Tapi, kau tidak akan pernah bisa menghabisi kami." Ucap Leon yang turut geram.


Tidak mau membuang waktu, Remon mengeluarkan pisau belatinya kemudian tanpa ampun memotong hidung Calvin hingga membuat Calvin menjerit kesakitan.


Anak buah Calvin hanya bisa bergidik ngeri, jika dulu tuan mereka yang dihabisi secara sadis, sekarang justru gantian tuan yang baru diinjak penuh kesakitan.


Darah segar mengalir dari hidung Calvin bahkan pria ini hanya bisa bernafas melalui mulut. Rintih kesakitan bahkan ia mencoba meminta tolong pada anak buahnya namun tidak satu pun yang menolongnya.

__ADS_1


"Bawa dia ke markas. Jangan dibunuh, dia mainanku!" Ujar Remon.


Sean hanya bisa tersenyum puas, dirinya tidak perlu bersusah payah mengeluarkan tenaga justru Remon yang menyelesaikannya. Bahkan Calvin akan dijadikan mainan oleh Remon.


__ADS_2