Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 57


__ADS_3

"Sudahi persembunyiannya mu, Paman. Aku akan segera mengakhiri hidupmu sebagai mana paman sudah mengakhiri hidup mommy ku." Ucap Sean tidak membuat Chris takut.


"Aku akui kau sangat hebat bisa menemukan paman dan membuka tentang kematian mommy mu. Sean, paman bangga padamu." Jawab Chris dengan senyum lebarnya.


"Tidak masalah bagiku jika kau ingin menghabisi ayahku, Sean." Ucap Remon yang tiba-tiba saja ada di markas Sean. "Ternyata selama ini aku membela orang yang salah." Imbuhnya.


"Bajingan satu ini, sudahku besarkan kau dan di beri modal untuk hidup justru tidak berterimakasih padaku." Ucap Chris yang sebenarnya mulai panik.


"Menyiksa aku dan ibuku sampai membuat ibuku depresi lalu meninggal dunia. Apa yang membuatku harus berterimakasih?" Tanya Remon dengan santainya.


"Minum ini," ucap Sean seraya meletakan segelas wine yang sudah berisi racun.


"Kau ingin aku mati sama seperti almarhum mommy mu?" Tanya Chris. "Daddy mu telah merampas orang yang aku cinta, Sean. Andai daddy mu tidak egois, sudah pasti tidak ada kita yang saling mengadu domba seperti ini."


"Cepatlah minum!" Seru Remon.


Leon menarik tangan Sean untuk mundur kebelakang.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Sean.


"Biarkan dia memaksa ayahnya, Remon memilik dendam tersendiri yang jauh lebih dalam darimu." Ucap Leon dengan nada pelan.


Sean terdiam, diperhatikannya wajah Remon yang seperti ada penyesalan tapi tak bisa ia ungkapkan.


"Minumlah wine ini, ayah. Aku ingin bersenang-senang di waktu terakhir mu," ucap Remon.


Chris tertawa mendengar perkataan anaknya sendiri.


"Dasar anak durhaka!" Hardiknya pada Remon. "Andai kau sendiri yang membunuhku, seharusnya aku lebih dulu membunuhmu sejak kau dilahirkan." Ucap Chris.


Tak bergeming, tuan Chris sama sekali tidak ingin menyentuh gelas tersebut. Sampai pada akhirnya, Remon yang sudah habis kesabaran langsung memaksa ayahnya untuk menenggak wine tersebut.


Glek....


Satu tegukan berhasil turun ke tenggorokan tuan Chris.

__ADS_1


"Ternyata kau di besarkan hanya menjadi anak yang tidak berguna." Ucap tuan Chris yang belum bereaksi. "Sean memiliki segalanya, sedangkan kau hanya mendapatkan sisa. Remon, kau telah dibodohi Sean."


"Aku tidak peduli...!" Jawab Remon. "Sebenarnya sudah lama aku ingin membatasi air mata dan penderitaan almarhum ibuku, tapi aku lebih berpikir untuk menjadi anak yang berbakti." Ucap Remon.


Perlahan-lahan, tuan Chris mulai merasakan tubuhnya berkeringat, hawa panas menjalar ke sekujur tubuhnya bahkan dadanya juga terasa sesak.


"Semesta akan mengutukmu karena kau sudah membunuh ayahmu sendiri, Remon." Ucap tuan Chris dengan nada ngos-ngosan.


Remon tidak menjawab, begitu juga dengan Sean dan Leon. Detik ke menit, Remon melihat sendiri ketika sang ayah meregang nyawa di tangannya.


Sebenarnya ini semua di luar dari rencana Sean. Sean juga tidak pernah menyangka jika Remon akan datang langsung ke markasnya.


Buih-buih putih mulai keluar dari mulut ruan Chris, bahkan hidung dan telinganya juga mengeluarkan darah. Tanpa pesan terkahir, dalam waktu singkat tuan Chris tergeletak tanpa nyawa.


Remon langsung membalikan tubuhnya, pria ini tidak ingin melihat wajah yang selama ini selalu membayangi dirinya untuk melakukan kejahatan.


"Kenapa kau menangis, Remon? Apa kau menyesal?" Tanya Sean.

__ADS_1


"Tidak, aku puas. Ibuku pasti bangga padaku." Jawab Remon kemudian pergi begitu saja tanpa menoleh jasad sang ayah.


__ADS_2