
Wajah babak belur Raul, bisa di katakan jika pria ini telah kalah dalam adu fisik bahkan senjata yang ia bawa saja tak mampu menggores kulit Sean.
Sean menduduki atas dada Raul, mencekik leher pria ini sampai nyaris kehabisan nafas.
Raul berusaha meloloskan diri, tapi tetap saja tenaganya kalah kuat.
"Adikku tidak memiliki masalah apa pun padamu. Kau menculik dia, memperkosa adikku lalu membunuhnya dengan cara di racun setelah itu kau rusak jasad adikku. Kau adalah manusia paling keji yang pernah aku temui." Ucap Sean dengan nyala api di kedua matanya sedangkan Amara hanya menyaksikan dengan perasaan tegang.
"Itulah akibatnya bagi orang yang selalu ikut campur urusan orang lain." Jawab Raul yang masih bisa bersuara.
"Aku tidak peduli akan masalah itu. Raul, kau akan mati di tangan ku dan kau akan melihat bagaimana penderitaan adikmu di dunia ini." Ucap Sean sedang senyum miringnya.
"Bajingan....!!" Umpat Raul yang mulai mengumpulkan sisa tenaga untuk melawan Sean, tapi tetap saja ia tidak bisa.
__ADS_1
Dengan kasar Sean membuka celana Raul, tentu saja hal tersebut membuat Amara langsung memutar badan karena ia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kau menikmati tubuh adikku dengan penuh nafsu. Rasakan ini...!!" Ucap Sean lalu tanpa berperasaan Sean langsung memotong kejantanan milik Raul sampai putus.
Raul menjerit, menggelepar kesakitan bahkan nyawanya seperti berada di ujung lidah mana kala Sean memotong *********** dengan belati yang ia bawa sendiri. Belati yang ia persiapkan untuk membunuh Sean, tapi nyatanya malah menyiksa dirinya sendiri.
Tidak ada yang menolong Raul, terlebih lagi semua anak buah berada di jarak lima ratus meter sesuai perjanjian..
"Rasa sakit mu, tak sebanding dengan rasa takut dan kesakitan adikku." Ucap Sean tersenyum puas saat melihat darah segar terus mengucur deras.
Tiba-tiba saja..... Dor....
Satu tembakan di dada Raul mengakhiri segalanya. Sean setengah terkejut saat melihat istrinya yang Raul.
__ADS_1
"Ceramah mu terlalu panjang, mencabut nyawanya saja masih harus berpidato padahal setelah ini dia akan mati dan tidak akan mengingat semua perkataan mu." Ucap Amara dengan santainya sampai membuat Sean tercengang.
"Tapi, aku ingin melihat dia menderita dulu." Ujar Sean.
"Menderita kata mu, setelah dia mati dia akan lupa apa itu penderitaan. Tidak usah buang-buang waktu dan tenaga, sebab masih ada malaikat yang akan melanjutkan tugas mu di dalam kubur sana!"
Mendengar ucapan istrinya, Sean hanya bisa menggelengkan kepalanya. Hati yang semula di penuhi dendam dan amarah malah berubah menjadi hati kelinci.
"Ayo pulang, aku tidak ingin berlama-lama dengan mayat. Kalau dia gentayangan bagaimana?"
"Tidak akan. Ya sudah, ayo...!" Ajak Sean mengalah padahal pria ini ingin sekali menguliti Raul.
Melihat mobil Sean melintas pergi, Zahid dan beberapa orang anak buahnya langsung pergi menghampiri Raul. Betapa terkejutnya mereka saat melihat keadaan Raul yang sangat mengenaskan, *********** terpotong putus dan luka tembak di dada juga tubuh yang babak belur menandakan jika Sean benar-benar membalas dendam atas apa yang di lakukan Raul dulu.
__ADS_1
"Tuan Raul sudah mati. Apa kita akan menyerang geng Black Devil?" Tanya salah satu anak buah Zahid.
"Jangan, sebaiknya kita mundur. Geng mereka bukan tandingan kita sekarang," ucap Zahid yang sudah tidak tahu akan melakukan apa lagi sekarang selain mengutus jasad Raul.