Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 68


__ADS_3

"Perkenalkan, namanya Laura dan Rachel. Dia yang akan menjadi bodyguard Amara dan Aaron." Ucap Leon yang memperkenalkan dua wanita pada Sean dan Amara.


"Terlihat sangat galak!" Bisik Amara pada suaminya.


Tiba-tiba saja.... ssssst.... jleb.... Laura bisa menangkap belati yang di lemparkan Sean ke arahnya. Tentu saja hal ini membuat Amara takjub melihatnya.


"Wow, sangat hebat. Aku suka dia," puji Amara sambil bertepuk tangan.


"Dia perempuan, kenapa kau menyukai dia?" Tegur Remon yang merasa geli.


"Hih, bodohnya kau ini...!" Hardik Amara. "Aku menyukai kegesitan Laura, bukan menyukai dia tanda cinta."


Remon memutar bola matanya malas, ia kalah lagi saat beradu mulut dengan istri dari saudara sepupunya ini.


"Kalau begitu, kalian berdua berada di bawah aturanku. Leon, berikan peraturan yang harus mereka patuhi selama bekerja denganku." Titah Sean.


Leon pun memberikan dua lembar kertas yang berisi peraturan kerja pada Laura dan Rachel.

__ADS_1


"Daren,...!" Panggil Sean. "Oh, tidak jadi. Pak Pet saja, tolong antar mereka ke kamar mereka untuk beristirahat!" Titah Sean.


"Baik, tuan!" Jawab pak Pet.


Kedua wanita itu pun mengikuti pak Pet, yang mengantar mereka ke paviliun di belakang mansion karena kamar mereka ada di sana.


"Remon, ada baiknya kau pindah ke mansion ini." Ujar Sean memberi saran.


"Tinggal di mansion mu? Itu artinya aku akan satu atap dengan istrimu yang menyebalkan ini? Hoho... tidak. Lebih baik aku tinggal di rumah almarhum kakek yang sangat damai dan tentram itu." Tolak Remon mentah-mentah.


"Sayang... lihat ikan salmon ini. Dia selalu jahat kepadaku!" Amara mengadu.


Remon mendengus kesal, entah kenapa ia tidak bisa mengalahkan Sean meskipun dalam hal kecil seperti ini. Mau tidak mau, Remon terpaksa tinggal di mansion ini bersama Sean dan Amara.


Kembali pada kesibukan masing-masing tapi tidak dengan Sean dan Amara yang sibuk mengurus bayi mereka. Belajar dari suster Belina yang yang meskipun ia belum menikah dan memiliki anak, tapi suster Belina sangat telaten mengurus Aaron.


"Sayang, malam ini aku harus pergi. Tidak apa-apakan jika kau tinggal bersama suster Belina dan Laura juga Rachel?"

__ADS_1


"Iya, tidak apa-apa." Jawab Amara. "Suamiku, tolong balas rasa sakitku pada bajingan Garvin itu." Ujar Amara dengan perasaan marah.


"Tentu, dengan tanganku sendiri, aku akan meremas jantungnya sampai mati sebagai mana peluru itu hampir mengenai jantungmu." Jawab Sean terdengar begitu menyeramkan.


"Semangat suamiku," ucap Amara lalu mengecup bibir suaminya.


Tiba-tiba saja Sean merasa lesu.


"Tapi sayang, setidaknya berilah suamimu ini semangat. Keluar sekali saja, biar semangat."


"Ya tapi, bagaimana caranya?" Tanya Amara yang bingung.


"Jika mulut bawahmu tidak bisa bekerja, maka kau harus menggunakan mulut atasmu untuk bekerja," ucap Sean dengan senyum liciknya.


Buru-buru pria ini mengunci pintu kamarnya setelah itu langsung melepas semua celananya.


"Woalah, kok kecil menciut gini ya? Apa karena sudah lama tidak olahraga?" Ujar Amara lalu ia meraih daging kenyal mengkerut seperti ulat tersebut.

__ADS_1


"Cepatlah!" Seru Sean yang langsung memasukan sosis miliknya kedalam mulut sang istrinya.


Meskipun tidak begitu puas, tapi setidaknya Sean bisa melakukan pelepasan di bantu oleh istrinya sebelum melakukan penyerangan di markas Garvin nanti malam.


__ADS_2