Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 89


__ADS_3

"Semua terpantau aman, tuan. Saya dan Sindu sudah melakukan patroli, tapi tidak ada yang mencurigakan. Semua bar dan clubs malam juga aman terkendali." Daren memberi laporan seperti biasanya kepada Sean.


"Ini tidak seperti biasanya, kenapa bisa seaman ini?"


"Menurut isu yang beredar, beberapa geng mulai takut karena geng Black Devil dan geng Bruiser bersatu. Itulah sebabnya mereka takut untuk mencari masalah."


"Bukan takut, mereka sedang mencari celah saja." Sahut Sean yang begitu yakin. "Kembali latihan dan tingkatkan keamanan. Ingat, keamanan keluargaku jauh lebih penting jadi perbanyak orang yang menjaga disekitar mansion ini." Titah Sean kemudian pria ini masuk ke dalam mansion.


"Ada apa?" Tanya Sean saat melihat istrinya keluar dari kamar.


"Tidak kenapa-kenapa, kupikir kau pergi berperang!"


"Kau pikir ini jaman kerajaan?"


Amara tertawa, perempuan ini mengajak suaminya duduk di balkon kamar lantai tiga. Pemandangan masih tetap sama, indah namun sangat mengerikan.


"Di markas tinggal satu Selena, seharusnya kita apakan dia?"


"Kamu maunya diapakan?" Sean bertanya balik.

__ADS_1


"Entahlah, belum kepikiran. Sayang, ternyata senja di sore ini sangat indah ya?" Amara menyandarkan kepalanya di bahu Sean.


"Kau tampak manis sore ini, kenapa hem?"


"Tidak kenapa-kenapa. Aku hanya ingin meminta padamu untuk mengurangi aktifitasmu yang berbahaya. Aku hanya ingin hidup denganmu sampai menua, terkadang aku khawatir memikirkan pekerjaanmu itu."


"Jangan khawatir, nanti kau cepat tua jika terus memikirkannya. Aku akan baik-baik saja dan akan selalu ada di sampingmu dan anak kita. Kau yang pertama dan terakhir dalam hidupku."


"Tapi, aku ini istri keduamu!"


"Tidak, kau istri kesayanganku."


"Baru juga naik, sudah turun lagi...!"


Amara tidak memperdulikan omelan suaminya, ia menarik tangan Sean mengajaknya turun.


Kembali pada pasangan Leon dan Rachel yang saat ini sedang makan malam di restoran hotel dengan meja yang berbeda. Rachel tampak acuh, begitu pula Leon. Tapi, tiba-tiba saja pria ini dihampiri seorang wanita cantik dan anggun yang meminta izin untuk duduk di meja Leon.


"Jika kau tidak ada teman tidur malam ini, aku siap menemanimu." Goda wanita ini dengan nada yang sangat lembut.

__ADS_1


"Aku tidak tertarik...!" Jawab Leon yang pada dasarnya memang belum pernah melakukan hubungan suami istri dengan perempuan mana pun.


Rachel yang melihatnya hanya bisa menderlingkan matanya kesal.


"Dasar laki-laki, lihat yang bening sedikit mana tahan!" Ucap Rachel yang merasa kesal.


Wanita ini bergegas menghabiskan makan malamnya kemudian kembali ke kamar. Leon yang melihat Rachel beranjak dari duduknya juga ikut beranjak tanpa menghiraukan perempuan yang sejak tadi menggodanya. Bahkan dengan beraninya perempuan ini mengikuti Leon sampai ke depan kamar. Rachel yang belum masuk ke dalam kamar merasa jijik melihatnya. Tiba-tiba saja Rachel menghampiri perempuan ini lalu mencengkram lehernya.


"Kalau jadi perempuan, minimal harga diri di jaga. Yang kau goda itu suamiku!" Ucap Rachel tanpa sadar mengakui Leon sebagai suaminya.


Leon hanya berdiri melipat kedua tangan di dada sambil memperhatikan Rachel.


"Kalau dia mati, kau sendiri yang susah. Lepaskan dia." Titah Leon.


Rachel pun melepaskan perempuan itu hingga membuat perempuan itu lari terbirit-birit.


"Terimakasih sudah mengakui aku sebagai suamimu." Ucap Leon yang merasa senang.


"Dasar gatal...!!" Seru Rachel kemudian masuk ke dalam.

__ADS_1


Leon mengangkat kedua alisnya kemudian tertawa. Ternyata Rachel sangat lucu jika sedang marah seperti ini.


__ADS_2