
"Suamiku memang hebat, dia selalu bisa memberantas kejahatan!" Ucap Amara saat Sean pulang dengan selamat.
"Hebat katamu? perasaan suamimu ini hanya berdiri dan menonton kami. Yang menyerang anak buah dan yang memotong hidung bajingan itu aku. Lantas, hebat dari mananya suamimu itu?" Cibir Remon yang tidak terima saat Sean mendapatkan pujian.
"Suka-suka aku lah memuji suamiku. kenapa kau yang repot? pulang sana, sepertinya kau kurang belaian!"
Geram, Remon mengepalkan kedua tangannya menahan emosi. Remon menarik tangan Laura, kemudian mengajaknya pulang karena Remon sudah tidak tahan saat berhadapan dengan Amara.
Sean sudah pasrah, terserah Amara dan Remon saja karena memang mereka tidak pernah akur.
"Sebelum kita diusir, mari kita pulang wahai istriku." Ajak Leon pada Rachel.
Hueeeek..... tiba-tiba saja Sean berlagak seperti orang hendak muntah saat ia mendengar ucapan Leon.
"Sudah tahu enak makanya nggak mau lepas!" Singgung Sean.
Leon mengangkat kedua bahunya menanggapi, pria ini kemudian merangkul pundak Rachel lalu mengajaknya untuk pulang.
__ADS_1
Mansion kembali sepi, Amara dan Sean saling pandang kebingungan ingin melakukan apa sekarang?
"Kita pergi liburan besok!" Ujar Sean memberitahu.
Amara sangat senang mendengarnya, sejak melahirkan sampai sekarang belum pernah sang suami mengajaknya pergi liburan. Amara pun buru-buru mempersiapkan kebutuhan Aaron. Sementara Sean harus mengatur semua jadwalnya sebelum berangkat besok.
Singkat cerita saat ini Amara dan Sean sudah berada di negara B. Ini adalah kali kedua Amara pergi liburan ke luar negeri bersama suaminya.
"Sayang, sering-seringlah mengajak aku dan Aaron pergi liburan."
Amara hanya menanggapi dengan Anggukan, perempuan ini pergi ke balkon kamar hotel yang langsung menghadap kebun bunga yang sangat indah. Sean menyusul istrinya keluar setelah memastikan jika Aaron tidur dengan lelapnya karena kelelahan.
Sean memeluk Amara dari belakang, pelukan hangat penuh cinta yang begitu memabukkan.
"Banyak hal yang telah kita lalui selama ini. Amara, kau segalanya bagiku." Ucap Sean begitu lembut.
"Menjadi istrimu, aku merasa sangat beruntung meskipun kita bersatu dengan cara yang tidak wajar. Aku tidak percaya aja jika laki-laki kejam sepertimu bisa selembut ini."
__ADS_1
"Tetaplah menjadi istri yang terbaik sesuai versi-mu. Aku suka kau yang apa adanya seperti ini, jangan pernah rubah sifatmu hanya karena orang lain. Amara, aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu, suamiku." Balas Amara kemudian membalikan tubuhnya.
Amara melingkarkan kedua tangannya leher Sean, keduanya pun berciuman dibawah langit malam yang dihiasi terang bulan bahkan hamparan kebun bunga yang indah itu jelas terlihat.
Amara yang berasal dari gadis biasa bisa berubah menjadi ratu dalam hati Sean, seorang mafia yang secara tidak langsung membelinya di atas meja judi. Kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia, sejak memiliki anak, Sean lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.
Berkat Amara, sekarang hubungan Sean dan Remon sebagai saudara sepupu menjadi akur bahkan Remon sendiri mulai berubah saat ia berada dibawah tangan Sean. Menikah secara paksa atas jodoh pilihan Amara dan Sean nyatanya bisa membuat pria ini merasakan cinta yang sangat luar biasa hingga membuat Remon tidak hentinya menunggangi sang istri setiap malam. Berusaha menanam benih karena Remon ingin memiliki anak seperti Sean.
Sama halnya dengan kehidupan Leon yang sekarang, dinikahkan secara paksa nyatanya bisa bahagia dan saling cinta setelah mereka sama-sama menikmati surga dunia yang membuat Leon dan Rachel kecanduan.
Hidup mereka bertiga telah bahagia bersama pasangan masing-masing. Berbeda dengan James yang saat ini ternyata tengah dekat dengan seorang gadis pemilik cafe yang ia tolong atas perintah Sean. Meskipun dekat, tapi belum menyatakan perasaan.
Lika liku perjalanan cinta mereka biarlah menjadi rahasia. Cerita telah berakhir karena Sean, Remon dan Leon sedang menikmati indahnya rumah tangga bersama pasangan masing-masing.
Terimakasih sudah membaca cerita yang tidak seberapa ini. Mohon maaf jika endingnya kurang memuaskan. Mohon maaf jika dalam tulisan terdapat banyak typo dan tutur kata yang menyinggung perasaan. Mari bertemu di karya selanjutnya. Bye... bye... see you pembaca kesayangan😘
__ADS_1