Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 70


__ADS_3

"Aku heran padamu, kenapa kau suka sekali memotong alat kelamin orang?" Tanya Leon pada Sean.


"Karena dia aku tidak bisa melakukan hubungan suami istri selama tiga bulan. Sakit hatiku, wajar jika aku memotongnya." Jawab Sean seketika membuat Remon menelan ludahnya kasar.


Tidak ada yang berani menyahut perkataan Sean, mereka pulang dengan perasaan takut pada Sean yang suka sekali memotong alat kelamin orang.


Sesampainya di mansion, Sean bergegas pergi mandi. Jam menunjukan pukul tiga dini hari, di lihatnya sang istri bangun dan sedang mengganti popok anaknya yang sudah penuh.


"Sejak hamil sampai sekarang, tidurmu selalu terganggu. Sayang, apa sebaiknya Aaron tidur dengan suster Belina saja?"


"Tidak usah, aku hanya ingin menikmati waktuku sebagai ibu muda." Tolak Amara.


Sean memeluk istrinya dari belakang kemudian pria ini membuka pakaian istrinya untuk melihat luka bekas tembak beberapa waktu yang lalu.


"Apa masih sakit?" Tanya Sean.


"Tidak, tapi kalau lelah suka nyeri aja!" Jawab Amara.


"Kalau jahitan di perut?" Tanya Sean lagi.

__ADS_1


"Udah enggak, kamu memberiku fasilitas yang sangat mewah, sayang. Dokter yang berkualitas dan penanganan yang sangat luar biasa."


Sean senang mendengarnya.


"Ayo tidur sekarang, Aaron sudah tidur!" Ajak Sean kemudian mereka naik ke atas tempat tidur. "Menurutmu, di antara Laura dan Rachel, siapa yang cocok untuk Remon atau Leon?" Tanya Sean yang ingin meminta pendapat pada istrinya.


"Laura sepertinya lebih cocok sama Remon, dia sedikit pendiam sedangkan Rachel ternyata banyak bicara. Mana cocok Rachel di satukan sama Remon." Jawab Amara yang sudah menilai.


"Latar belakang kedua wanita itu masih di selidiki oleh Leon. Tapi, mereka sama-sama di besarkan di panti asuhan yang sama."


"Kita bahas besok, aku sangat mengantuk." Sahut Amara yang sudah tidak kuat membawa mata.


Keesokan paginya, cerita tentang pak Pet yang mulai berani mendekati suster Belina yang saat ini tengah menemani baby Aaron berjemur pagi.


Sudah lama menduda, di saat ia melihat perawan tua tentu saja hasrat muda pak Pet kembali berkobar apa lagi iya mengetahui jika Suster Belina belum pernah menikah.


"Akan lebih lucu jika kau memiliki anak sendiri." Ucap Pak Pet membuat kening Terina alias Suster Belina berkerut.


"Ah, masa?" balasnya menggoda.

__ADS_1


"Jangan sampai lecet, jika tidak kau akan menjadi umpan buaya milik tuan Sean." Ujar pak Pet menakuti.


Suster Belina membulatkan mulutnya kemudian mengejek pak Pet.


"Wah, aku ketakutan. Mengerikan sekali." Ucapnya yang belum mengetahui siapa majikannya tersebut.


Pak Pet mendengus kesal, tidak mungkin ia membeberkan pada Suster Belina siapa tuan Sean yang sebenarnya. Pak tua ini pada akhirnya kembali masuk ke dalam.


"Sebenarnya Suster Belina itu adalah jodoh yang aku persiapkan untuk pak Pet," ucap Amara sangat mengejutkan Pak Pet.


"M-maksud Nyora bagaimana?" Tanya pak Pet tidak mengerti.


"Artikan saja maksudku, pak Pet. Aku sedang malas untuk menjelaskan!" Jawab Amara yang menahan tawanya.


Sean tidak buka suara, sekarang mansion miliknya di jadikan tempat biro jodoh oleh istrinya sendiri.


"Aku lihat istrimu ini sangat amat teramat menyebalkan!" Ucap Remon yang sangat kesal melihat Amara.


"Hai ikan salmon, hidupmu saja yang kurang berwarna. Buka hati dan mata, belajar merasakan cinta yang sesungguhnya. Hatimu sudah buta karena kau sendiri kebanyakan melakukan zina.'' Sahut Amara benar-benar membuat Remon ingin sekali mencekik lehernya.

__ADS_1


Sean tertawa, apa yang di katakan istrinya semuanya benar. Sean tahu betul bagaimana kelakuan Remon di luar.


__ADS_2