Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia
Chapter 55


__ADS_3

Ada rasa puas tersendiri bagi Amara saat ia menabur bunga di atas makam Marta. Dalam acara pemakaman sederhana ini tidak di hadiri Selena dan Darwin, sengaja biar mereka tahu rasanya kehilangan. Begitu kata Amara.


Selesai dari acara pemakaman, Sean dan Amara langsung pergi ke rumah Remon. Tidak ada rasa takut dalam benak Sean saat ia menginjakan kaki di rumah saudara sepupunya ini.


"Tolong hidangkan makanan paling mewah untuk menyambut saudara sepupu ku ini," titah Remon pada pelayan di rumah mewahnya.


"Tidak usah!" Tolak Amara. "Nanti kau menaruh racun dalam makanan itu. Cih, penjahat seperti mu sudah terbaca." Imbuhnya membuat mata Remon melebar, jengkel.


"Kancil betina, bisa-bisanya kau menuduh ku seperti itu." Ucap Remon yang tidak terima.


"Langsung saja, Remon. Aku datang padamu untuk meminta secara baik-baik.....!"


"Apa yang kau mau?" Tanya Remon memotong ucapan Sean.


"Hai....!" Jerit Amara. "Jangan suka memotong ucapan orang lain. Tidak sopan!"


Remon memutar bola matanya malas, rasanya sangat jengkel sekali jika bertemu dengan Amara.


"Suruh ayah mu keluar dari persembunyiannya," ucap Sean membuat Remon terkejut. Remon tidak menyangka jika Sean mengetahui jika sang ayah masih hidup.

__ADS_1


"Ayah ku sudah lama mati, bukankah daddy mu sendiri yang membunuhnya?"


"Ya, semoga ayah mu cepat mati...!" Celetuk Amara yang geram.


"Diam kau!" Sentak Remon semakin jengkel pada Amara.


"Aku tahu ayah mu masih hidup, Remon. Paman Karim Roland sedang bersembunyi di desa terpencil yang ada di kota H. Kau pasti tahu kenapa almarhum daddy ku sampai ingin membunuh ayah mu. Salah satu alasannya karena dia menyukai almarhum mommy ku. Apa kau tahu akan hal itu?" Tanya Sean membuat Remon terdiam.


"Jangan fitnah!" Serunya. "Permusuhan keluarga kita semata-mata hanya karena harta, tidak ada masalah yang lain." Ucapnya tidak percaya.


"Kau telah di jadikan alat balas dendam oleh ayah mu sendiri, Remon. Selagi aku meminta baik-baik, suruh ayah mu menyerahkan diri pada polisi sebelum aku menghabisinya dengan tanganku sendiri."


"Dasar anak pembunuh!" Cemooh Amara.


"Berani mengancam istriku, akan ku penggal kepala mu!" Sean balik mengancam. "Selama ini aku masih berbaik hati sebab kita adalah saudara, kau dan aku pernah tumbuh besar dan bermain bersama."


"Istri mu sangat menyebalkan, kancil betina ini sudah menipu ku habis-habisan," ucap Remon yang jika ingat kejadian saat Amara menipu dirinya, pasti akan merasa jengkel.


"Sekali lagi aku meminta padamu, cepat suruh ayah mu keluar dan menyerah diri. Meskipun kalian sangat pandai memanipulasi kematian dia, aku tetap tahu. Remon, asal kau tahu, mommy ku meninggal dunia sebab ayah lah yang sudah meracunnya."

__ADS_1


"Bukan urusan ku!" Seru Remon. "Ambisi ku hanya ingin mengalahkan mu!" Imbuhnya.


Kedua saudara ini saling tatap penuh amarah, ternyata Remon tidak mengindahkan permintaan Sean.


"Satu jam aku memberi mu kesempatan, jika kau tidak mendengarkan permintaan ku, itu artinya kau akan mendengar berita kematian ayah mu." Ucap Sean mengancam.


Sean menarik tangan istrinya, mengajaknya pergi dari rumah Remon yang sebenarnya adalah rumah almarhum kakek Sean.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya James malah bingung sendiri.


"Sebenarnya aku tidak peduli pada ayah, sebab dia selalu memukulku dan almarhum ibuku. Kenapa aku begitu bodoh selama ini yang mau menuruti permintaan dia?"


"Kau anaknya, wajar jika ayah mu meminta."


"Biarkan saja dia mati di tangan Sean, aku tidak peduli. Ternyata, sebab wanita lain ayah tega memukul aku dan almarhum ibu ku."


"Itu artinya akan sangat sia-sia usaha mu yang selama ini menutupi tentang ayah mu. Remon, dia masih ayah mu!"


Remon tidak menjawab, pria ini berlalu pergi tanpa menghiraukan James. Sangat kecewa pada sang ayah yang selama ini mengatakan jika permusuhan di antara keluarga hanya karena warisan, nyatanya ada masalah lain yang tidak di ketahui oleh Remon jika sang ayah ternyata menyukai almarhum mommy Sean.

__ADS_1


###


Halo kak, yuk mampir di novel baru ku yang berjudul "Bukan Pengantin Pengganti" 😊


__ADS_2