Jadilah Prajuritku Selamanya

Jadilah Prajuritku Selamanya
Ep. 19


__ADS_3

Anastasya dengan cepat menoleh ke belakang dan melihat, Alex. Dia benar-benar terlihat berbeda bahkan suaranya juga berbeda.


Mudah-mudahan dia merasa saat itu agak gelap, agar dia tidak bisa melihat bahwa Anastasya menangis.


"bisakah aku duduk bersama temanku selama beberapa menit?" Alex bertanya dengan sopan.


Temannya? Setidaknya Anastasya tahu bahwa dia masih memiliki tempat di dalam hatinya, meskipun yah hanya seorang teman.


"Yah tentu saja bisa" bisik Anastasya.


Alex duduk disebelah gadis yang sedih itu dan berkata "Apa kabar?"


'patah hati' kata Anastasya pada dirinya sendiri dalam hati.


" aku baik," jawab Anastasya dengan keras, memandang sepatunya.


"Lihat aku Anastasya," katanya dengan tenang, menggunakan tangannya untuk menggerakkan wajahnya ke arahnya dengan lembut, "kenapa kau terlihat begitu sedih Anastasya?"


Karena kau tidak mencintaiku. Kau tidak akan pernah melakukannya dan aku begitu bodoh untuk percaya kalau kau akan mencintaiku juga, pikir Anastasya. Menyentuh tangannya di wajahnya sebelum mendorongnya dengan hati-hati.

__ADS_1


"Karena kau akan pergi..." Anastasya berhasil dengan lantang dengan desakan mendalam mengatakan kepadanya agar tetap bersamanya, selamanya.


"bukan berarti kita tidak akan bertemu satu sama lain kan?," tambahnya sambil tersenyum, menyelipkan rambut Anastasya di belakang telinganya.


"Kau tidak akan.." Anastasya membantahnya, "aku tahu kita tidak akan bertemu lagi."


"Jangan katakan itu," Katanya dengan suara sedih, "kau tahu kau sudah banyak membantuku Anastasya, kau sudah bersamaku selama hari-hari burukku dimulai. Kau membantuku, mendukungku, menjagaku dan aku benar-benar peduli padamu."


"Sangat?" dengan nada menghibur. Tapi kau tidak mencintaiku, pikirnya sedih.


"Kau teman terbaik yang pernah aku miliki," jawabnya dengan nada tulus.


"sama, aku juga." Jawab Anastasya dengan lembut.


Keheningan menyelimuti mereka berdua dan mereka terus saling memandang. Apa yang bisa Anastasya katakan, tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Sudah berakhir. Alex akan pergi dengan pacarnya dan secara perlahan melupakannya. Anastasya mengerti bahwa Alex peduli padanya tapi dengan semua tanggung jawabnya, dia tidak akan punya waktu untuk memikirkannya.


"Sudah waktunya aku pergi," Alex berkata.


Tidak, tidak! Jangan pergi! Itulah satu-satunya hal yang bisa dipikirkan Anastasya.

__ADS_1


"Kenapa cepat sekali?" Anastasya mengerang, menyeka airmata di wajahnya.


"karena aku harus pergi, Anastasya." Jawabnya dengan tenang, "tapi tolong berhenti lah menangis, aku tidak bisa pergi jika kau tetap sedih seperti ini."


"Aku menangis?," Anastasya mendengus, memalingkan wajahnya itu.


"kau tidak bisa bohong padaku, Anastasya." Alex menyeringai.


"Jangan... pergi!" Anastasya terisak. Dia tidak bisa menahannya lagi. Dia terlalu mencintainya. Tanpa disadari Alex mencondongkan tubuhnya kedepan tubuhnya dan memeluknya.


Sementara itu di mobil....


"Alex," bisik adiknya, tapi matanya mengarah ke pacar kakaknya itu, "apakah kau serius akan memutuskan dia ? Kau tahu apa yang dia lakukan, kan terhadapmu?"


"Ya, aku tahu apa yang dia lakukan terhadapku," dia menjawab dengan tajam, " ... dan percayalah padaku adikku tersayang, aku tahu harus berbuat apa."


Gerbang besar yang di rancang dengan indahpun terbuka dan mobil Alex melaju masuk menuju rumah besar dan mewah itu.


Rumah itu tampak indah dan besar disertai taman dihadapannya ada air mancur juga ada begitu banyak pelayan disana.

__ADS_1


"Wah akhirnya aku bisa kembali lagi kerumahku," Kata Alex


"Selamat datang kembali," ujar sarah.


__ADS_2