
Keesokkan harinya,
Anastasya meninggalkan rumahnya lebih awal dari biasanya dan naik bus untuk pergi kerumah
Alex. Rencananya, untuk meminta maaf pada ayah Alex dan berterima kasih padanya dan istrinya atas kebaikan mereka. Setelah itu, dia tahu kalau dia akan dipecat. Lebih cepat lebih baik, dan dia tidak ingin melihat Alex lagi bahkan jika dia ingin menghabiskan waktu bersamanya lagi. Seperti tadi malam. Dia tahu kalau Alex tidak akan membiarkannya pergi dan dia tidak bisa pergi jika Alex akan memegang tangannya lagi.
Akhirnya dia tiba di rumah keluarga Alex dan hendak masuk saat dia melihat kalau gerbang sudah ditutup tiba-tiba...
“Kurasa aku terlalu cepat datang,” katanya pada dirinya sendiri.
“Nona Anastasya?” tukang kebun tiba-tiba melihatnya, “ini masih pagi sekali!”
“Ya,” Anstasya berhasil berkata sambil tersenyum, “Selamat pagi, bisakah kau menyuruh mereka membukakan
gerbang, aku datang ke sini untuk bicara dengan...”
Anastasya tidak bisa menyelesaikan kalimatnya dan saat berikutnya seseorang menangkapnya
dan mulai menyeretnya pergi dengan paksa.
“Lepaskan aku!” Anstasyah berteriak, “siapa kau?”
“Ikutlah dengan kami, nona,” pria itu menyeringai dan menyeretnya bersamanya, “bos ku pasti sangat senang bertemu denganmu.”
“Anastasya!” si tukang kebun berteriak, tapi sudah terlmbat! Anastasya diseret dengan paksa masuk ke dalam mobil dan melaju
dengan kecepatan penuh!
Sementara itu di rumah Alex....
“Tuan besar!” tukang kebun terengah-engah saat masuk ke dalam kantornya, “aku mencari anda kemana-mana. Aku minta maaf karena mengganggumu seperti ini tapi sesuatu yang buruk terjadi begitu saja!”
“Apa itu?” ayah Alex bertanya dengan nada prihatin, langsung berdiri.
__ADS_1
“Nona Anastasya... dia diculik! Seorang pria datang dan menyeretnya bersamanya masuk ke dalam mobil!”
“Apa? Tapi kapan?” ayah Alex tampak kaget.
“Dia baru saja datang untuk menemui kalian semua tapi, sebelum memasuki taman, ada seorang pria menyeretnya pergi!”
“Apa yang baru saja kau bilang? Ha?” sebuah suara menggema dari luar.
Itu suara Alex, dia tampak sangat kaget dan marah.
“Alex!” ayahnya memulai,“ kita harus melakukan sesuatu..”
“Aku akan pergi mencari orang-orang itu! Ke arah mana mereka pergi?” dia berteriak dengan marah.
“Aku tidak tau tuan...” tukang kebun bergumam, “mereka mengambil jalan utama..”
“Itu dia! Aku akan mengejar mereka!” kata Alex dengan tekad.
“Kau tidak bisa pergi dengan sendirian, Alex! Kau butuh bantuan!” kata Ayahnya.
Disisi lain..
Beberapa jam kemudian mobil yang menculik Anastasya berhenti di depan sebuah rumah besar. Sepertinya rumah itu milik orang yang sangat kaya!
“Keluar lah nona.” Kata pria itu dan menarik Anastasya keluar dari mobil.
Anastasya tidak tahu siapa yang menunggunya didalam. Mungkin bos orang-orang ini sedang menunggunya di dalam rumah untuk mengambil uangnya. Tapi kenaoa orang kaya seperti itu menginginkan seorang gadis sederhana seperti dirinya.
Mungkin bos itu menginginkannya mati. Tapi sekali lagi itu tidak masuk akal karena dia bahkan tidak melakukan apa-apa dan tidak punya musuh!
Saat Anastasya berjalan menuju pintu utama dengan para penculiknya, keringat mulai menetes dari dahinya. Dia menelan ludah dan bertanya-tanya apa dia akan menerima peluru di kepalanya begitu dia berjalan masuk, apa mungkin jika dia berada di dalam hal-hal buruk akan menantinya?
“Aku bahkan tidak melakukan apapun untuk mendapatkan ini..” katanya pada dirinya sendiri dengan sedih.
__ADS_1
Pintu terbuka dan dia dengan enggan masuk melihat, seorang pria tersenyum bahagia padanya.
“Halo, disana! Bagaimana kabarmu sayang?” pria itu menyambutnya dengan senyum lebar.
Tempat itu sama sekali tidak menyeramkan dan tampaknya juga pria ini bukan orang jahat. Dia pria yang tampan dan terlihat seusia dengan Alex.
“Duduk, duduk!” pria itu dengan riang berkata dan dia berdiri, “tapi tunggu sebentar disini.. tidak! Tidak! Tidak!tidak! kau sama sekali tidak terlihat seperti gadis di foto itu! kau bukan Sarah!!”
“Hah?” Anstasya tersentak, "bukan.. aku Anastasya! Dan tunggu.. apakah itu berarti kalau sarah yang seharusnya diculik?”
"Iya!” lelaki itu berteriak dan menatap lelaki yang telah menculiknya, “kau bodohh!!”
“Maaf bos !” pria itu bergegas keluar dan kembali beberapa detik kemudian bersama pria lain.
“Kau memanggilku bos!” bosnya berteriak, “apa tugasmu?”
“Ikuti Clara dan aku memang mengikutinya, bos!” sam berkata, “aku mengikutinya ke rumah Alex! Aku bahkan bersembunyi di semak-semak dan mencoba memata-matai dia! Bos ingat saat aku menghubungi anda dan memberitahumu kalau aku melihatnya”
“Ohya aku ingat, “ kata pria itu dengan wajah kesal, “lalu aku juga memberitahumu kalau aku harus menculik saudara perempuan dari Alex itu! ingat?”
“Ya, bos,” jawab sam, “dan aku memberi James semua instruksinya! Dan ini dia, Bos!”
“Kau bodoh!!” pria itu meraung keras sekali sehingga Anastasya harus menutupi telinganya dengan telapak tangannya.
“Ini bukan sarah! Ini bukan adik Alex! Aku memberi fotonya kemudian bagaimana kau tidak bisa melihat perbedaan antara dia dan gadis ini!” bos melanjutkan dengan suara marah yang sama.
“Errr..”pria itu bergumam, “sebenarnya aku kehilangan fotonya tapi aku menggambarkannya pada James dan
itu.. bukan salahku jika dia tidak memperhatikan saat aku menggambarkan Nona Sarah!”
“Hei, kau tadi bilang kalau gadis itu seorang gadis yang cantik dengan rambut panjang!” pria yang menculik anastasya menjawab.
“Diam! Dan kau sam! Bagaimana kataku, katakan itu?” bos berteriak, “Kau kehilangan foto itu dan sekarang kau bilang kalai ini bukan kesalahan mu! Menyingkir dari hadapanku
__ADS_1
sebelum aku menggunakan meja ini untuk melemparmu!”