Jadilah Prajuritku Selamanya

Jadilah Prajuritku Selamanya
Ep. 35


__ADS_3

Anastasya tertawa dan langsung menggigit bibirnya. Terlambat, tawa itu keluar. Tapi sungguh, dia belum pernah mendengar ancaman seperti itu sebelumnya!


“Pokoknya, aku mau kalian semua pergi sekarang!" Bos berkata dengan nada yang jauh lebih tenang dan yang lain patuh, meninggalkan keduanya sendirian. “Dan kau, siapa kau?” bos bertanya padanya dengan ekspresi serius di wajahnya.


“Namaku anastasya.” Anastasya menjawab.


“Kau tinggal bersama keluarga alex?”


“Tidak! Aku hanya bekerja dengan mereka, di rumahnya“ Jawab Anastasya, “bisakah kau membiarkan aku pergi sekarang?”


“Tidak!” jawabnya, “katakan padaku, apakah kau dekat dengan Clara?”


“Tidak,” jawab anastasya, “kenapa?”


“Masalah ini sedikit rumit, tapi tidak apa-apa. Kau sekarang adalah tamuku.” dia tersenyum padanya, “kau boleh duduk!”


Anastasya menatapnya dengan ekspresi bingung di wajahnya. Bagaimana dia bisa mengubah suasana hatinya begitu cepat.


“Duduklah!” pria itu mengangkat suaranya.


Anastasya duduk, merasa canggung. Pria itu memandangnya beberapa saat kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jendela.


“kurasa sebentar lagi hujan akan turun. Oh tidak! Aku lupa menaruh mobilku ke dalam garasi! Bisakah kau membantuku?” pria itu bertanya dengan ekspresi khawatir.


“Errr...” Anastasya tidak tahu harus berkata apa, dia hanya memandangi penculiknya dengan kosong, “kupikir aku diculik atau apalah...”


“Dan aku memberimu hak untuk duduk dan tidak melakukan apa-apa?” pria itu berkata dengan alis berkerut, “tidak! Sekarang buka pintu garasi, dan selanjutnya kita harus meletakkan kotak besar ini di atas meja disana! Aku baru saja membeli tv baru!”


“Luar biasa,” kata Anastasya dengan sarkastik ketika dia meninggalkan tempat itu bersamanya, mendengarnya menceritakan dimana dia membeli tv dan bagaimana dia bertemu seorang teman masa kecilnya dalam perjalanan menuju ke toko anastasya merasa kesal. Anastasya dan pria itu sekarang berdiri di taman besar di depan garasi.


“Oh, sebelum aku lupa,“ pria itu tersenyum, “berikan ponselmu”


“Apa?” anastasya tersentak.


“Ponselmu,” ulangnya.


“Aku tahu!” kata anastasya dengan marah sambil dengan enggan memberikan ponselnya.


“Terima kasih, sekarang buka garasinya dan ini kuncinya.” Dia memerintahkan sambil menatap anastasya langsung di matanya.


“berhentilah memandangi wajahku seperti itu! Buka pintunya!”


“Errr.. baik,” kata anastasya saat dia berjalan menuju garasi jaraknya hanya beberapa meter


jauhnya dan mulai membuka kunci pintu.


Anastasya menggunakan seluruh waktunya untuk membuka pintu. Dia tahu kalai ini adalah


satu-satunya kesempatan untuk melarikan diri. Dia tidak melihat siapapun di sekitarnya dan penculik itu hanya akan duduk di mobilnya yang berjarak beberapa meter


darinya. Begitu pria itu berada di dalam mobilnya, Anastasya memiliki cukup waktu


untuk berlari ke arah dinding, dan melompat ke tempat sampah yang ditutupi dengan


penutup dan berhasil memanjat di dinding.


Dalam benaknya rencananya tampak cemerlang! Tapi, apakah itu akan berhasil?


Dia tiba-tiba mendengar suara klakson mobil dengan keras dan melihat ke belakang dan melihat seorang penculik yang kesal berkata


“WHAT THE HELL! JUST OPEN THE DOOR!”

__ADS_1


Lucu melihat dia berteriak sementara tidak ada suara keluar yang menanggapinya.


Dia dengan cepat mengangguk kembali. Inilah waktunya! Anastasya membuka pintu dan memperhatikan saat pria itu


berjalan perlahan menuju garasi di mobil...


“Oke..” desahnya, “satu.. dua.. tiga..”


Sebelum melaju ke dinding, jantungnya berdegup kencang!  Dan akhirnya dia sampai di


tempat sampah. Dia melompat tanpa berpikir dua kali!


Saat berikutnya, anastasya menempel ke tepi tembok dan siap untuk memanjatnya!


“Itu dia! Aku hampir sampai!” katanya pada dirinya sendiri dengan gembira saat dia naik ke dinding dan berdiri di ujungnya. Untungnya itu tidak terlalu tinggi jadi dia tidak akan menderita cedera dengan melompat dari situ.


Akhirnya! Dia akan melarikan diri begitu dia akan melompat tapi tiba-tiba ada cengkraman yang begitu kuat  pada kaki kirinya  saat itu.


“Kau tidak bisa melarikan diri dengan mudah..” sebuah suara yang familiar berkata dan dia merasakan kakinya ditarik, “kembali ke sini!”


“Awwhh!” Anastasya menangis saat dia jatuh di tempat sampah dengan kasar.


Anastasya berguling dan mendarat di tanah mencoba bangkit dan merasakan rasa sakit yang luar biasa di kaki kirinya. Lengannya juga tergores parah. Dia juga melihat kalau lututnya juga sangat sakit.


“Rasakan itu!,” orang itu menyeringai jahat padanya. Pria yang bekerja sebagai bos, yang menculiknya.


Anastasya menangis kesakitan, dia tidak memiliki keberanian bahkan untuk berteriak padanya dan setelah beberapa saat, pria itu datang dan jelas kalau pria itu tidak terlihat senanh sama sekali.


“Kupikir jika aku memperlakukanmu seperti tamu, kau akan berperilaku seperti tamu,” dia memulai dengan suara dingin, “tapi sepertinya kau ingin berperilaku seperti seseorang yang memang sedang diculik.”


“Luar biasa! Aku tidak pernah sama sekali melihat kasus seperti ini! Lupa kalau kau memang memperlakukanku seperti ini hanya untuk alasan yang tidak jelas!” anastasya meraung, airmata menetes dimatanya.


Anastasya sudah sangat dekat untuk melarikan diri tapi sekarang dia malah terjebak disini dengan psikopat itu.


Dia menatap anastasya. Saat berikutnya dia meraih lengan Anastasya dan menyeretnya bersamanya.


“Aku yang akan mengawasimu sendiri!” katanya ketika anastasya berhasil berjalan bersamanya.


Beberapa menit kemudian, anastasya duduk di kursi di sebuah ruangan besar, tangannya diikat ke belakang, anastasya menghela nafas putus asa dan bertanya-tanya siapa yang akan menyelamatkannya, dia tahu kalau alex akan melakukan sesuatu untuk menolongnya, kalau saja Alex ahu apa yang terjadi padanya.


“Apa... kau tidak mau bicara apapun?” bos itu menyeringai padanya.


“Apa?" Anstasya memutar matanya.


"Aku tidak tahu,” jawabnya tampak kesal, “sesuatu seperti.... biarkan aku pergi! Atau tunggu saja kapan;kekasihku akan datang dan menyelamatkanku..”


“Oh, baiklah sekarang setelah kau mengatakannya, tidak ada gunanya aku mengatakan hal semacam ini, kan?" Anastasya balas, merasa marah.


“hhaha!” lelaki itu tertawa dan dia mengeluarkan ponsel anastasya dari sakunya, “mari kita lihat apakah Alex akan mengatakan kalimat khas yang sama seperti yang ku harapkan. Mari telepon dia dan... hei kau punya game keren di ponselmu, hmmm mari kita lihat


yang ini... aku pasti akan mengunduh ini juga.


Di rumah Alex...


Alex memasuki rumahnya dengan ekspresi putus asa di wajahnya. Dia menghabiskan berjam-jam mencari Anastasya tapi dia tidak menemukannya, dia kelelahan dan keringat terlihat menetes dari dahinya, dia berjalan  di


ruang tamu dan sangat terkejut melihat dia...


“Clara!”


“Hai,” wanita itu tersenyum padanya, “aku datang kesini beberapa jam yang lalu dan keluargamu memberitahuku apa yang terjadi.”

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan disini?” pertanyaan pertamanya. Dia juga memperhatikan sarah duduk di kamar. Gadis itu menatapnya dengan ekspresi sedih di wajahnya.


“Aku pacarmu..” clara menjawab dengan nada yang jelas, “kenapa kalau aku kesini?”


“Aku mohon,” kata alex, “aku sedang tidak ingin berdebat, hubungan ini sudah berakhir saat kau memutuskan untuk meninggalkanku.”


“Alex, tolong berhenti memikirkan hal itu!” kata Clara.


“Alex, kau sudah kembali,” kata ibunya dengan lega saat dia memasuki ke ruang tamu, diikuti herry dan suaminya.


“Apa kau sudah menemukannya?” ayahnya bertanya dengan banyak harap.


“Tidak,” jawab alex ketika dia membuang muka.


“Ini mengerikan,” kata sarah dengan berlinang air mata, “kasihan Anastasya, dia pasti sangat ketakutan sekarang.”


“aku harus menghubungi polisi!” alex berkata dengan penuh tekad, “dan aku akan membantu menyelamatkannya!”


“aku yakin kau akan berhasil, nak.” Kata Ayahnya dengan percaya diri.


Tiba-tiba ponsel Alex mulai berdering. Alex mengambilnya secara instan.


“Halo.. Alex.. selamatkan aku... tolong.” Seorang lelaki yang mencoba meniru suara Anastasya berteriak di telepon.


“Siapa kau?” Alex bertanya dengan marah.


“Namaku lucas,” dia menyahut, “dan namamu adalah kekalahan. Jadi aku ingin kau melakukan semua yang kukatakan.”


“Apa yang kau inginkan? Dan dimana Anastasya?” Alex meraung.


“Dia duduk di sebelahku.” jawab pria itu.


“Kenapa kau menculiknya ********?” alek bertanya dengan marah.


“Aku tidak tau kalau kau sangat menyukai gadis itu,” kata pria itu, terdengar terkesan, “Menarik. Tapi harus aku akui kalau kau adalah pria yang beruntung. Awalnya aku ingin


menculik adikmu sarah..”


“kau jangan  berfikir seperti itu!” teriak alex.


“tenang, tenang,” kata pria itu, “aku menyadari kalau aku menculik orang yang salah karena tidak becusnya salah satu anak buahku. Dan lihat! Aku menculik gadis ini, bukan yang lain.


Lagipula aku tahu kalau Clara sangat dekat dengan keluargamu. Dan juga saudaramu.


Jadi rencanaku adalah mengancamnya untuk datang padaku dengan imbalan


kebebasan saudaramu.”


Mendengar ini, alex tertawa, “Apa kau benar-benar berpikir kalau dia akan menerimanya? Dan katakan padaku, kenapa kau sangat ingin melihat Clara? Aku tahu dia bukan orang yang sangat baik tapi bukan berarti


kalau kau memerasnya! Dan omong-omong aku tidak tahu siapa kau sebenarnya, tapi


kau tidak berhak untuk menculik Anastasya-ku! Anda akan membayar itu semua!”


“Oh, aku tidak berencana untuk menyakiti Anastasyamu,” pria itu menjawab, “Aku hanya ingin Clara. Dan karena tampaknya kau menyukai gadis itu, kenapa kau tidak datang dan menyelamatkannya. Aku akan mengirimkanmu alamatku. Datang dan temui aku disana. Kemudian berikan Clara padaku, dan


kau bisa mengambil Anastasyamu. Oh.. dan jangan pikir kau bisa menguhubungi polisi atau kau tau apa yang akan terjadi padanya dan kau tau apa yang aku maksud."


“Bajingan kau! Lepaskan dia!” tapi Alex tidak bisa mengatakan apa pun apalagi saat orang itu


menutup telepon.

__ADS_1


“Sialan!” teriak alex sambil meletakkan telepon dengan paksa.


__ADS_2